Bismillahirohmanirohim.
Tulisan ini teruntuk dua peri yang membawa perbuahan dalam kehidupan seseorang.
Dua peri tersebut adalah ade rachmah sari dan adisti maulina.
Sejujurnya kalau mau bahas dua peri ini nih, perlu banyak topik. Mungkin kali ini bahas perkenalan gimana bisa deket sama mereka.πππ
Semoga mereka enggak mendengung kupingnya karena di obrolin disini.. πππ
Naah mari kenalan..
Ade rachmah sari yang biasa dipanggil "ade" tapi mau bangey di panggil "rachmah" katanya biar keliatan perempuan lembutnya π.
Sedangkan adisti maulina yang biasa di panggil "adis" atau panggilan jahatnya "sadisti" karena dia tugasnya sebagai komisi disiplin mulu. Hihihi
Mereka berdua adalah orang yang mengisi hari hari selama 5 tahun terakhir ini (?)
πππ
Ketahuan dong kita udah kuliah berapa tahun lamanya..
Eh sebentar..
Dari tahun 2014..
Jadi..
Berapa tahun yaah??.
Emm..
4 tahun lebih laah yaah..
πππ
Eheehe
Selama itulah kita bersama..
Sampai sampai karena kebersamaan tersebut ada sebangian orang yang cap kami sebagai "tiga serangkai" karena selalu kemana mana bertiga. ..
Padahal kayanya enggak juga deh, tapi kebanyakan sih iya π
Hahaha
Dan mungkin kalau kalian kenal kami di lingkungan kampus..
Mungkin ada satu pertanyaan yang sering banget kalian tanyakan ketika melihat kami berjalan sendirian atau kekurangan satu personil.
"Si X kemana?, kok enggak sama si X?"
Atau
"Kok sendirian?, biasanya sama X dan Y."
π
Jadii..
Kami terbentuk.
Eh maksudnya kami tercipta.
Eh salah.
Kami ada dan bersama hingga waktu yang cukup lama dan terucap sebutan begitu itu, karena kami pernah ada dalam satu lingkup yang memastikan kita selalu bersama, lingkup tersebut adalah organisasi.
Sebuah wadah yang menampung kami untuk berkembang dan memiliki wawasan lebih dari sebelumnya..
Sebelumnya terimakasih untuk ka sarnata dan habibi zaenal abidin yang telah mempersatukan kami, pertama kali. Memaksa kami selalu berada di PKM tercinta, menjaga rumah dan meramaikannya. Hihihi akhirnya kami menikmati hasilnya yaitu kekeluargaan.
Tanpa kalian mungkin kami tidak akan sedekat ini. Sekali lagi terimakasih πππ
Setiap orang berproses yaah..
Mungkin awal organisasi kita masih agak jaim, dan enggak terlalu akrab seperti sekarang.
Satu moment yang diani inget perkenalan dengan ade rachmah adalah kita memikiki ketertarikan untuk menjadi penyiar radio.
Saat yang bersamaan ada lowongan part time buat penyiar, terus kita berdua ikut coba coba deh daftar.
Pada saat pengumuman..
Kita berdua duduk diduduk di depan pkm b, dengan dentuman lagu sana sini tiap ruang pkm. Kita berusaha memutarkan radio di handphone untuk mengetahui siapa aja yang lolos.
Dan akhirnya kita lolos untuk beberapa seleksi tapi akhirnya tersisihkan juga πππ sedih sih tapi yaaa hiburan lah yaah nyoba keberuntungan..
Setelah peristiwa itu.. entah kenapa ngerasa lebih deket dan lebih deket lagi seiring dengan berjalannya waktu..
Nah kalau sama adisti sih kita udah satu kelas jadi otomatis udah kenal lah yaah..
Ada satu moment yang paling di inget dan mungkin itu adalah hal yang enggak bisa diani lupain sampai saat ini adalah moment makan nasi uduk pagi hari waktu lagi magang di Balai Taman Nasional Ujung Kulon.
Perlu kalian tau..
Nasi uduk itu adalah makanan ter mewah saat disana. π. Bukan karena disana enggak ada makanan nikmat lainnya tapi karena kita cuma megang uang 300rb untuk kehidupan 3 minggu dan itu harus udah termasuk ongkos pulang pergi serang-sumur. πππ berawal dari merenung tentang makanan sampai akhirnya bercucuran air mata, inget orang tua.
Entah kalau ada moment mana yang paling diani inget. Cuma itu yang bisa diani inget untuk salam perkenalan dari kalian.
Salam perkenalan dari dua orang yang kalau di satuin dan saat ribut udah kaya perang kampung ramenya..
Sedangkan diani yang pada masuk dunia perkuliahan di kenal sebagai mahasiswa pendiem banget.
Hingga akhirnya banyak yang bilang diani terkontaminasi oleh kalian. Hihi
Padahal bukan seperti, semua bisa berubah dan akan berubah ketika orang tersebut mengendaki perubahan.
Dan aku nyaman jadi diri yang sekarang ketika di dekat kalian.
----
Kadang kita merasakan pahitnya kehidupan dengan air mata saat itu. Namun kita bisa tersenyum setelah semuanya terlewati.
Karena kita sadar semua kan berbeda ketika kita telah menghadapi suatu masalah dan drama. ❤
Kami ada bukan berarti bebas dari permasalahan intren antara 1 orang dengan 1 orang lagi.
Banyak konflik setelah perkenalan ini.
Semua akan tergambarkan dari cerita cerita selanjutnya.
Bersambung.
Monday, 26 March 2018
Thursday, 8 February 2018
Kesabaran baru dimulai.
Kadang..
Ketidak berpihakan menghasilkan kekecewaan..
Putus asa..
Menyerah..
Menyalahi ketidak beruntungan..
Kesabaran tergadaikan..
Aaaahhh..
Keadaan tersebut..
Membuat hidup seketika terpuruk..
πππ
Mungkin..
Jikaaa..
Kemarin adalah letupan kekecewaan..
Akibat harapan yang terlampau tinggi..
Hingga lupa..
Setiap kehidupan itu adalah proses..
Terjal..
Naik turun..
Diberi harapan..
Dan
Menunggu..
Maka hari hari baru adalah lembaran baru,
Perjuangan baru.
Perjuangan baru untuk kamu,
Hihihi
Iyaa, spesial untuk kamu..
Ketika yang lain telah merasakan pahitnyaa..
Kamu tidak merasakannya..
Nahh..
Sekaranglah saatnyaa..
Dengan cara begini bisa kamu lebih punya cerita..
Tidak monoton seperti sebelumnya..
Siapkan kesabaran baru..
Karena..
"perjuanganmu baru dimulai" perkataan seseorang yang menamparku siang ini..
π’π’π’
Semakin merasakan hal hal tidak keberpihakan..
Semakin dekat pula keberhasilan yang akan di capai..
Semua telah di depan mata..
Yaaah...
Kamu masih boleh kok...
sedih, dan mengeluh..
Asal secukupnya..
Kini..
Menjalani semua dengan lebih ikhlas..
Tanpa pengharapan lebih..
Menyakinin semua rencana adalah yang terbaik..
Adalah hal yang membuat kita lebih tenang..
Semua orang ingin semuanya berjalan dengan keinginannya..
semua orang boleh berharap..
Tapi harapan yang terlampau tinggi akan menghadirkan kekecewaan yang cukup tinggi pula, bila tidak terwujud..
π₯π₯π₯
Ketidak berpihakan menghasilkan kekecewaan..
Putus asa..
Menyerah..
Menyalahi ketidak beruntungan..
Kesabaran tergadaikan..
Aaaahhh..
Keadaan tersebut..
Membuat hidup seketika terpuruk..
πππ
Mungkin..
Jikaaa..
Kemarin adalah letupan kekecewaan..
Akibat harapan yang terlampau tinggi..
Hingga lupa..
Setiap kehidupan itu adalah proses..
Terjal..
Naik turun..
Diberi harapan..
Dan
Menunggu..
Maka hari hari baru adalah lembaran baru,
Perjuangan baru.
Perjuangan baru untuk kamu,
Hihihi
Iyaa, spesial untuk kamu..
Ketika yang lain telah merasakan pahitnyaa..
Kamu tidak merasakannya..
Nahh..
Sekaranglah saatnyaa..
Dengan cara begini bisa kamu lebih punya cerita..
Tidak monoton seperti sebelumnya..
Siapkan kesabaran baru..
Karena..
"perjuanganmu baru dimulai" perkataan seseorang yang menamparku siang ini..
π’π’π’
Semakin merasakan hal hal tidak keberpihakan..
Semakin dekat pula keberhasilan yang akan di capai..
Semua telah di depan mata..
Yaaah...
Kamu masih boleh kok...
sedih, dan mengeluh..
Asal secukupnya..
Kini..
Menjalani semua dengan lebih ikhlas..
Tanpa pengharapan lebih..
Menyakinin semua rencana adalah yang terbaik..
Adalah hal yang membuat kita lebih tenang..
Semua orang ingin semuanya berjalan dengan keinginannya..
semua orang boleh berharap..
Tapi harapan yang terlampau tinggi akan menghadirkan kekecewaan yang cukup tinggi pula, bila tidak terwujud..
π₯π₯π₯
Wednesday, 7 February 2018
Februari. ❤
Bagi kebanyakan orang bulan ini adalah bulan kasih sayang, bulan yang romantis dan bulan yang penuh kehangatan..
Dimana mana simbol love, warna pink, dan dua makhluk yang berpasang pasangan..
Namun bagiku..
Bulan ini adalah penentu..
Bulan deg-degan..
Bulan pengharapan lebih.
Dimana..
Aku ingin melepas iming iming 'mahasiswa' di pundaku..
Seperti mereka..
Teman-teman seangkatanku yang telah melepasnya terlebih dahulu..
Berat rasanya kehilangan orang yang selalu ada selama kurang lebih 4 tahun..
π₯π₯π₯
Yaaaaa..
itulah pilihan orang dewasa..
Sejajar atau ditinggal..
Memilih ditinggal adalah hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya..
Semua terjadi begitu cepat..
Kini..
Tinggallah sisa sisa..
Yang dapat dihitung jari..
Rasa kesepian..
Rasa kerinduan
Kadang hinggap..
Lalu pergi bersama waktu..
Tak hanya itu..
Tekanan,
Beban..
Silih berganti menghampiri..
"Heyy di, kapan lulus?"
"Di, kamu kerjain dulu skripsinya. Udah tinggalin dulu hal lain. Fokus dulu."
"Oh itu anak temen mamah udah ngambil S2"
"Eh si A udah kerja di tempat ini loh"
Aah.. itu sih belum seberapa.
Perkataan itu masih dalam batas wajar..
Namun,
Kala itu ruangan sunyi..
Setelah ijin pamit..
Aku menenenteng barang barang jualanku berjalan keluar rumah..
"Dasar penghianat."
Air mataku pecah..
Sepanjang jalan..
Mendengar perkataan itu..
Perkataan itu layaknya sang petir di siang bolong..
Entahlah..
Mungkin kalianpun merasakan..
Bagaimanapun juga setiap perkataan kurang layak keluar dari bibir orang yang kita hormati.
Hati terasaa ditusuk pedang..
Aku disebut pengianat??
Aku terima..
Karena sadar telah melalaikan tanggung jawab yang telah diberikan.
Namun..
Aku tak ingin lebih lama di cap sebagai penghianat. π’π’π’
Mau lulus πππ
Dear
Yang Maha Mendengar..
Yang Maha Pengasih
Yang Maha Penyanyang..
Permudahlah semua urusanku..
Termasuk..
Dosen-dosenku..
Aku tak ingin merasakan revisi lagi..
Aku tak ingin di phpin berhari hari hingga waktu sore menunggu dosen..
Ijinkan aku merasakan nikmatnya Wisuda bulan Maret..
Karena..
Aku mendengar..
Kuota wisuda maret masih banyak..
Aku telah berusaha sebisa aku..
Namun ku pasrahkan semuanya kepada Yang Maha Mengetahui baik dan buruknya suatu kejadian.
----
Februari..
Semoga kita bisa bersahabat. ❤
Dimana mana simbol love, warna pink, dan dua makhluk yang berpasang pasangan..
Namun bagiku..
Bulan ini adalah penentu..
Bulan deg-degan..
Bulan pengharapan lebih.
Dimana..
Aku ingin melepas iming iming 'mahasiswa' di pundaku..
Seperti mereka..
Teman-teman seangkatanku yang telah melepasnya terlebih dahulu..
Berat rasanya kehilangan orang yang selalu ada selama kurang lebih 4 tahun..
π₯π₯π₯
Yaaaaa..
itulah pilihan orang dewasa..
Sejajar atau ditinggal..
Memilih ditinggal adalah hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya..
Semua terjadi begitu cepat..
Kini..
Tinggallah sisa sisa..
Yang dapat dihitung jari..
Rasa kesepian..
Rasa kerinduan
Kadang hinggap..
Lalu pergi bersama waktu..
Tak hanya itu..
Tekanan,
Beban..
Silih berganti menghampiri..
"Heyy di, kapan lulus?"
"Di, kamu kerjain dulu skripsinya. Udah tinggalin dulu hal lain. Fokus dulu."
"Oh itu anak temen mamah udah ngambil S2"
"Eh si A udah kerja di tempat ini loh"
Aah.. itu sih belum seberapa.
Perkataan itu masih dalam batas wajar..
Namun,
Kala itu ruangan sunyi..
Setelah ijin pamit..
Aku menenenteng barang barang jualanku berjalan keluar rumah..
"Dasar penghianat."
Air mataku pecah..
Sepanjang jalan..
Mendengar perkataan itu..
Perkataan itu layaknya sang petir di siang bolong..
Entahlah..
Mungkin kalianpun merasakan..
Bagaimanapun juga setiap perkataan kurang layak keluar dari bibir orang yang kita hormati.
Hati terasaa ditusuk pedang..
Aku disebut pengianat??
Aku terima..
Karena sadar telah melalaikan tanggung jawab yang telah diberikan.
Namun..
Aku tak ingin lebih lama di cap sebagai penghianat. π’π’π’
Mau lulus πππ
Dear
Yang Maha Mendengar..
Yang Maha Pengasih
Yang Maha Penyanyang..
Permudahlah semua urusanku..
Termasuk..
Dosen-dosenku..
Aku tak ingin merasakan revisi lagi..
Aku tak ingin di phpin berhari hari hingga waktu sore menunggu dosen..
Ijinkan aku merasakan nikmatnya Wisuda bulan Maret..
Karena..
Aku mendengar..
Kuota wisuda maret masih banyak..
Aku telah berusaha sebisa aku..
Namun ku pasrahkan semuanya kepada Yang Maha Mengetahui baik dan buruknya suatu kejadian.
----
Februari..
Semoga kita bisa bersahabat. ❤
Monday, 22 January 2018
Waktu yang salah
Mungkin kita pernah ada dahulu
Lalu
Mencoba kembali
Dengan harapan
Semua sama seperti dahulu
Kita kembali dengan melepaskan janji.
Janji-janji baru kepada orang yang sempat singgah.
Kita menolak orang baru.
Tapi ternyata sang waktu tak setuju
Perasan tak pernah bisa ditipu
Kita bersama dengan hati yang berbeda.
Kita bersama dengan jalan kita berbeda
Kita bersama dengan mata pisau yang siap menancap di tubuh masing-masing
Berat rasanya saling memahami dan mengerti.
Ego selalu menjadi yang terdepan
Aahh..
Kita kini
Terdengar memaksakan
Namun itu adanya.
Ada karena sebuah pilihan
Pilihan yang resiko tinggi.
Hanya harapan tipis
Yang sewaktu waktu bisa pudar terkena angin.
Dan kali ini aku meyakini..
Ternyata benar
Apa yang telah retak tak akan kembali utuh
Bahkan setelah pertengakaran kecil
Rasa akan berubah
Segala kejadian di masa lalu
Seharusnya cukup dijadikan masa lalu
Jika ada keajaiban mengulang
mungkin itu untuk orang-orang yang beruntung
Karena sejatinya kesempatan kedua sangatlah jarang.
Lalu
Mencoba kembali
Dengan harapan
Semua sama seperti dahulu
Kita kembali dengan melepaskan janji.
Janji-janji baru kepada orang yang sempat singgah.
Kita menolak orang baru.
Tapi ternyata sang waktu tak setuju
Perasan tak pernah bisa ditipu
Kita bersama dengan hati yang berbeda.
Kita bersama dengan jalan kita berbeda
Kita bersama dengan mata pisau yang siap menancap di tubuh masing-masing
Berat rasanya saling memahami dan mengerti.
Ego selalu menjadi yang terdepan
Aahh..
Kita kini
Terdengar memaksakan
Namun itu adanya.
Ada karena sebuah pilihan
Pilihan yang resiko tinggi.
Hanya harapan tipis
Yang sewaktu waktu bisa pudar terkena angin.
Dan kali ini aku meyakini..
Ternyata benar
Apa yang telah retak tak akan kembali utuh
Bahkan setelah pertengakaran kecil
Rasa akan berubah
Segala kejadian di masa lalu
Seharusnya cukup dijadikan masa lalu
Jika ada keajaiban mengulang
mungkin itu untuk orang-orang yang beruntung
Karena sejatinya kesempatan kedua sangatlah jarang.
Thursday, 30 November 2017
Bahagia pilihanku
Bahagia..
Semua orang berhak bahagia tanpa tekanan dari siapapun..
Semua orang pasti pernah merasakan kebahagian dalam berbagai bentuk, berbagai cara, berbagai perlakuan..
Belum tentu apa yang kita anggap bahagia..
Orang lain menganggap itu bahagia..
Banyak loh orang yang tersenyum dan tertawa..
kebanyakan mata melihat mereka itu bahagia..
Tapi sesungguhnya kita tidak pernah tau apakah dia yang tersenyum dan tertawa itu bener bahagia?. (Semoga saja dia bener bahagiaπ)
Hem..
Eh..
Ada juga yang..
Mungkin di detik ini di pelupuk matanya ada tangis air mata.
Namun di detik selanjutnya
tangisan itu lenyap
Lalu..
menjadi sumber kebahagian. ☺☺☺
Yang aku selalu yakini..
Bahagia adalah salah cara kita mensyukuri atas apa yang terjadi.
Teruntuk dirimu..
Yang masih menjadi inspirasi di tulisanku..
Janganlah kau meminta ku bersama orang lain..
Hanya karena ingin melihatku bahagia..
Aku bahagia dengan atau tanpa dirimu..
Aku bahagia bersama atau sendiri menjalani hidup ini..
Seandainya..
Kau telah memutuskan untuk bahagia dengan orang lain..
Silahkan..
Karena yang aku tahu..
Sejak detik di hari itu..
Kita telah ada di masa yang berbeda.
Aku tak berhak apapun atas apa yang ingin kau lakukan.
Hihi
Bukan aku tak peduli..
Namun ada baiknya aku tak mendengar dan mengetahui apapun tentang dirimu..
Itu akan membuatku baik baik saja (maaf aku ego dalam hal ini)
Sungguh..
Ini pilihanku..
Memilih bahagia tanpa seseorang yang orang lain sebut 'pacar'
(Serius deh serius, potek dari lope lope itu capek)
π
Hihihi π
Namun..
Jika kau memintaku untuk mencari nya
Maka aku rela menempuh waktu cukup lama
Untuk mencarinya..
Dan..
akan ku pastikan 'aku mencarinya'
π
Ketika..
Aku telah menemukan seseorang yang layak menemaniku..
Aku berharap..
(Tolong)
Janganlah kau usik hidupku..
Karena aku telah memilih dirinya untuk dirimu.
Dia adalah pelengkap kebahagianku pada masa kini dan selanjutnya..
Aku tak ingin bayanganmu hadir..
Membawa sejumlah potongan puzzle pada masa itu..
Masa dimana..
kamu adalah pelengkap kebahagianku..
Hihi πππ
-------
Semua orang berhak bahagia tanpa tekanan dari siapapun..
Semua orang pasti pernah merasakan kebahagian dalam berbagai bentuk, berbagai cara, berbagai perlakuan..
Belum tentu apa yang kita anggap bahagia..
Orang lain menganggap itu bahagia..
Banyak loh orang yang tersenyum dan tertawa..
kebanyakan mata melihat mereka itu bahagia..
Tapi sesungguhnya kita tidak pernah tau apakah dia yang tersenyum dan tertawa itu bener bahagia?. (Semoga saja dia bener bahagiaπ)
Hem..
Eh..
Ada juga yang..
Mungkin di detik ini di pelupuk matanya ada tangis air mata.
Namun di detik selanjutnya
tangisan itu lenyap
Lalu..
menjadi sumber kebahagian. ☺☺☺
Yang aku selalu yakini..
Bahagia adalah salah cara kita mensyukuri atas apa yang terjadi.
Teruntuk dirimu..
Yang masih menjadi inspirasi di tulisanku..
Janganlah kau meminta ku bersama orang lain..
Hanya karena ingin melihatku bahagia..
Aku bahagia dengan atau tanpa dirimu..
Aku bahagia bersama atau sendiri menjalani hidup ini..
Seandainya..
Kau telah memutuskan untuk bahagia dengan orang lain..
Silahkan..
Karena yang aku tahu..
Sejak detik di hari itu..
Kita telah ada di masa yang berbeda.
Aku tak berhak apapun atas apa yang ingin kau lakukan.
Hihi
Bukan aku tak peduli..
Namun ada baiknya aku tak mendengar dan mengetahui apapun tentang dirimu..
Itu akan membuatku baik baik saja (maaf aku ego dalam hal ini)
Sungguh..
Ini pilihanku..
Memilih bahagia tanpa seseorang yang orang lain sebut 'pacar'
(Serius deh serius, potek dari lope lope itu capek)
π
Hihihi π
Namun..
Jika kau memintaku untuk mencari nya
Maka aku rela menempuh waktu cukup lama
Untuk mencarinya..
Dan..
akan ku pastikan 'aku mencarinya'
π
Ketika..
Aku telah menemukan seseorang yang layak menemaniku..
Aku berharap..
(Tolong)
Janganlah kau usik hidupku..
Karena aku telah memilih dirinya untuk dirimu.
Dia adalah pelengkap kebahagianku pada masa kini dan selanjutnya..
Aku tak ingin bayanganmu hadir..
Membawa sejumlah potongan puzzle pada masa itu..
Masa dimana..
kamu adalah pelengkap kebahagianku..
Hihi πππ
-------
Sunday, 1 October 2017
Cepet lulus. Biar cepet nikah.!!!
Cepet lulus di. Biar cepet nikah.!!!
"Loh kok nikah sih bukannya kerja??"
"Emang jodohnya udah ada?? (NYESSSS)
Hihi itulah akibatnya kalau cuma baca kalimat akhirnya tanpa dipahami. πππ
Hai hai hai..
Lulus biar cepet nikah
Itu bukan semata-mata abis lulus langsung nikah. Hihi
Tapi nikah dijadikan target untuk kedepannya dalam waktu yang panjang.
Kenapa waktu yang panjang?.
Karena selama jodoh kita belum dipertemukan dengan kita, maka kita punya kehidupan yang harus di manfaatkan dengan baik.
Misalkan kita harus kerja, entah kerja sebagai karyawan atau wirausahawan yang penting kita mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk keberlangsungan hidup.
Karena disadari atau tidak, setelah lulus kebanyakan orang tua akan melatih anakanya untuk mandiri dan membatasi pemasukan uang jajan. π
Selain itu kita juga wajib membahagiakan orang tua dan keluarga yang telah merawat kita sejak kecil.
Karena setelah menikah nanti kehidupan kita akan banyak dihabiskan bersama pasangan.
Jadi sebelum kita menikah lakukan hal tersebut. Jgn sampai kita melewatinya. π
"Semua temen temen kamu ketika mereka memiliki pasangan pasti akan memilih bersama pasangannya. Ya kamu engga usah sedih kalo mereka ga punya waktu bareng bareng sama kamu terus."
Itu adalah perkataan papah, ketika saya pulang ke rumah dalam keadaan nangis karena engga ada temen yang bisa nemenin.
Oiaaa..
Selain bekerja dan membahagiakan orang tua dan keluarga.
Kita pun harus menyicil keperluan untuk hidup berpisah dari mereka..
Misal kita harus punya rumah.
Entah lah yah.. menurut saya, rumah adalah salah satu target perempuan pekerja.. π
Dan yang terakhir adalah..
Kita harus siap menabung untuk biaya pernikahan, yang konon katanya biayanya sangaat besar πππ
Malu dong yaah.. udah gede pas nikah masih dibiayain orang tua..
Hihi tapi kalo orang tuanya mau ngasih mah ga apa apa asalkan kita jangan sampai minta.
Tapi..
Tapi..
Tapi..
Buat kalian yang emang jodohnya udah ada dan kalian dirasa mampu untuk menyegerakan menikah,
Yaaa kenapa ditunda-tunda.
Toh kalian sudah mampu.
Menikahlah..
"nikah emang enak" kata pasangan baru
tapi
"nikah juga banyak engga enaknya" kata pasangan lama.
Jadi setelah kalian memilih menikah, jangan sampai kalian menyesalinya.
Mensyukurilah agar semua bertambah nikmatnyaa.. πππ
Mungkin itu adalah alasan kenapa harus cepet lulus biar cepet nikah.
Banyaakk sekalii proses yang menunggu setelah lulus.
Jadi jangan tunda untuk kelulusan. πππ
"Loh kok nikah sih bukannya kerja??"
"Emang jodohnya udah ada?? (NYESSSS)
Hihi itulah akibatnya kalau cuma baca kalimat akhirnya tanpa dipahami. πππ
Hai hai hai..
Lulus biar cepet nikah
Itu bukan semata-mata abis lulus langsung nikah. Hihi
Tapi nikah dijadikan target untuk kedepannya dalam waktu yang panjang.
Kenapa waktu yang panjang?.
Karena selama jodoh kita belum dipertemukan dengan kita, maka kita punya kehidupan yang harus di manfaatkan dengan baik.
Misalkan kita harus kerja, entah kerja sebagai karyawan atau wirausahawan yang penting kita mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk keberlangsungan hidup.
Karena disadari atau tidak, setelah lulus kebanyakan orang tua akan melatih anakanya untuk mandiri dan membatasi pemasukan uang jajan. π
Selain itu kita juga wajib membahagiakan orang tua dan keluarga yang telah merawat kita sejak kecil.
Karena setelah menikah nanti kehidupan kita akan banyak dihabiskan bersama pasangan.
Jadi sebelum kita menikah lakukan hal tersebut. Jgn sampai kita melewatinya. π
"Semua temen temen kamu ketika mereka memiliki pasangan pasti akan memilih bersama pasangannya. Ya kamu engga usah sedih kalo mereka ga punya waktu bareng bareng sama kamu terus."
Itu adalah perkataan papah, ketika saya pulang ke rumah dalam keadaan nangis karena engga ada temen yang bisa nemenin.
Oiaaa..
Selain bekerja dan membahagiakan orang tua dan keluarga.
Kita pun harus menyicil keperluan untuk hidup berpisah dari mereka..
Misal kita harus punya rumah.
Entah lah yah.. menurut saya, rumah adalah salah satu target perempuan pekerja.. π
Dan yang terakhir adalah..
Kita harus siap menabung untuk biaya pernikahan, yang konon katanya biayanya sangaat besar πππ
Malu dong yaah.. udah gede pas nikah masih dibiayain orang tua..
Hihi tapi kalo orang tuanya mau ngasih mah ga apa apa asalkan kita jangan sampai minta.
Tapi..
Tapi..
Tapi..
Buat kalian yang emang jodohnya udah ada dan kalian dirasa mampu untuk menyegerakan menikah,
Yaaa kenapa ditunda-tunda.
Toh kalian sudah mampu.
Menikahlah..
"nikah emang enak" kata pasangan baru
tapi
"nikah juga banyak engga enaknya" kata pasangan lama.
Jadi setelah kalian memilih menikah, jangan sampai kalian menyesalinya.
Mensyukurilah agar semua bertambah nikmatnyaa.. πππ
Mungkin itu adalah alasan kenapa harus cepet lulus biar cepet nikah.
Banyaakk sekalii proses yang menunggu setelah lulus.
Jadi jangan tunda untuk kelulusan. πππ
Friday, 2 June 2017
Berjuang bersama eps.2
Semua itu, semua ingatan itu hadir kembali, setelah ku campakan dalam beberapa waktu. Namun seakan tak pernah mengijinkanku untuk membuangnya. Kau dengan sikapmu, tak bisakah memberiku waktu untuk bernapas, menyadari kita ada diperbedaan yang tak dapat lagi dipadupadankan.

Kado terindah yang telah ku terima tiga hari sebelum ulang tahun adalah kado teristimewa yang tak pernah ku tahu tujuannya.
“Dan, hubungan kita cukup sampai disini, aku tahu ini berat tapi kita fokuskan kehidupan kita masing-masing.”
Disebuah taman kota yang ramai akan berbagai aktifitas, ada ketegangan diantara sepasang kekasih, mereka saling bertatapan. Tak lama sang perempuan mengalihkan pandangannya, mengusap pipi, diiringi dengan getaran dibadannya.
“hiks..hiks..hiks..!!!” suara dibalik getaran tubuh sang perempuan.
“Dan., kamu nangis?” ujar sang lelaki ketika menyadari ada suara dibalik getaran tubuh sang perempuan. Tangannya sigap menyentuh dan memutar tubuh perempuan tersebut. Terlihat mata, hidung, pipi yang memerah dan sengaja disembunyikan oleh kedua
tangan mungil.
“Engga, aku engga nangis. Ini kelilipan. hehe” ujar sang perempuan menyeka air yang sudah terlanjur basah mengenai pipinya. Raut wajah lelaki itupun terlihat bersalah, ia memperhatikan sang perempuan dengan tatapan iba.
“Jangan ngeliatnya begitu, aku baik-baik aja. Serius ini kelilipan. hehehe” ujar sang perempuan ketika menyadari ada tatapan yang tak biasa di mata sang lelaki.
“Kamu tau engga?,, kalo akhirnya seperti ini. Aku engga mau menjalanin kesepakatan kita diawal ‘berjuang bersama’, Aku mau sama kamu, karena kamu bilang kita akan berjuang bersama dari nol, Mete. tapi kenapa kita baru mulai udah seperti ini.” kali ini sang perempuan tak bisa membendung air mata yang sempat tertahan di ujung mata.
“Aku juga udah bilang kita sama-sama semuanya, ketika nanti tanggung jawabmu belum selesai, aku akan bantu. itu kan tujuan kita sama-sama.”
“Terus buat apa menyusun, menyamakan visi misi toh akhirnya malah sia-sia.” sambung perempuan dengan nada yang bergetar.
“Dan, maafin aku yah.. aku mengakhiri hubungan bukan berarti semuanya berakhir. Kan kita juga engga tau kedepannya kita berjodoh atau engga. Kalo emang kelak aku datang lagi namun kamu belum menikah, maka aku akan bersamamu lagi. tetapi kalo kamu udah nikah maka memang kita bukan jodoh.” ujar sang lelaki berusaha menenangkan pasangannya. Sayangnya, ucapan tersebut seakan angin lalu bagi sang perempuan.
----------
“Ciiiiittttt… gubrak.” terdengar keras suara seperti barang jatuh, yang diiringi masyarakat yang berlarian menuju lokasi.
“Tabrakan.. Tabrakan.. ayoo bantu.” ujar beberapa orang yang melihat kejadian tersebut. Kecelekaan lalu lintas dimana sebuah mobil yang menabrakan sebuah pohon di tepi jalan. Mobil nampak rusak dibagian kemudi. Seorang perempuan terlihat dikeluarkan dari bongkahan mobil yang nampak rusak tersebut, tubuhnya bersimbah darah, terutama dibagian kepalanya. Diberhentikannya mobil yang melintas lalu dimasukannya tubuh perempuan tersebut ke dalam mobil berserta tas yang berisi identitas dan ponselnya untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Neng, sadar neng.” lelaki paruh baya berusaha menyadarkan korban namun tak ada jawaban.
“Pak coba cari ponselnya dan telepon keluarga, kasihan saya melihatnya.” ujar pengemudi yang membawa korban ke rumah sakit. Lelaki paruh baya tersebut menelepon nomor keluarganya dan janjian untuk bertemu di rumah sakit.
Sesampainya rumah sakit, korban perempuan tersebut dilarikan keruang ICU. Tak lama, Sepasang pasturi berlari mengejar korban yang sedang di dorong untuk masuk ke ruang ICU.
“Dania,, Daniaa.. Sadar nak” ujar kedua pasturi, pipinya basah, air matanya deras membasahi pipi mereka.
Langkah mereka terhenti di pintu ruang ICU. Mereka berjalan tertatih menuju kursi tunggu. Hingga lelaki paruh baya menghampiri mereka, menjelaskan bahwasanya mobil yan dikendarakan oleh korban melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hingga ketidakstabilan pengemudi ketika menyadari ada kendaraan lain yang hendak menyeberang dari arah berlawanan, sehingga ia membanting kemudi ke arah yang berlawanan agar tidak menabrak kendaraan yang hendak menyebarang.
(bersambung)

Kado terindah yang telah ku terima tiga hari sebelum ulang tahun adalah kado teristimewa yang tak pernah ku tahu tujuannya.
“Dan, hubungan kita cukup sampai disini, aku tahu ini berat tapi kita fokuskan kehidupan kita masing-masing.”
Disebuah taman kota yang ramai akan berbagai aktifitas, ada ketegangan diantara sepasang kekasih, mereka saling bertatapan. Tak lama sang perempuan mengalihkan pandangannya, mengusap pipi, diiringi dengan getaran dibadannya.
“hiks..hiks..hiks..!!!” suara dibalik getaran tubuh sang perempuan.
“Dan., kamu nangis?” ujar sang lelaki ketika menyadari ada suara dibalik getaran tubuh sang perempuan. Tangannya sigap menyentuh dan memutar tubuh perempuan tersebut. Terlihat mata, hidung, pipi yang memerah dan sengaja disembunyikan oleh kedua
tangan mungil.
“Engga, aku engga nangis. Ini kelilipan. hehe” ujar sang perempuan menyeka air yang sudah terlanjur basah mengenai pipinya. Raut wajah lelaki itupun terlihat bersalah, ia memperhatikan sang perempuan dengan tatapan iba.
“Jangan ngeliatnya begitu, aku baik-baik aja. Serius ini kelilipan. hehehe” ujar sang perempuan ketika menyadari ada tatapan yang tak biasa di mata sang lelaki.
“Kamu tau engga?,, kalo akhirnya seperti ini. Aku engga mau menjalanin kesepakatan kita diawal ‘berjuang bersama’, Aku mau sama kamu, karena kamu bilang kita akan berjuang bersama dari nol, Mete. tapi kenapa kita baru mulai udah seperti ini.” kali ini sang perempuan tak bisa membendung air mata yang sempat tertahan di ujung mata.
“Aku juga udah bilang kita sama-sama semuanya, ketika nanti tanggung jawabmu belum selesai, aku akan bantu. itu kan tujuan kita sama-sama.”
“Terus buat apa menyusun, menyamakan visi misi toh akhirnya malah sia-sia.” sambung perempuan dengan nada yang bergetar.
“Dan, maafin aku yah.. aku mengakhiri hubungan bukan berarti semuanya berakhir. Kan kita juga engga tau kedepannya kita berjodoh atau engga. Kalo emang kelak aku datang lagi namun kamu belum menikah, maka aku akan bersamamu lagi. tetapi kalo kamu udah nikah maka memang kita bukan jodoh.” ujar sang lelaki berusaha menenangkan pasangannya. Sayangnya, ucapan tersebut seakan angin lalu bagi sang perempuan.
----------
“Ciiiiittttt… gubrak.” terdengar keras suara seperti barang jatuh, yang diiringi masyarakat yang berlarian menuju lokasi.
“Tabrakan.. Tabrakan.. ayoo bantu.” ujar beberapa orang yang melihat kejadian tersebut. Kecelekaan lalu lintas dimana sebuah mobil yang menabrakan sebuah pohon di tepi jalan. Mobil nampak rusak dibagian kemudi. Seorang perempuan terlihat dikeluarkan dari bongkahan mobil yang nampak rusak tersebut, tubuhnya bersimbah darah, terutama dibagian kepalanya. Diberhentikannya mobil yang melintas lalu dimasukannya tubuh perempuan tersebut ke dalam mobil berserta tas yang berisi identitas dan ponselnya untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Neng, sadar neng.” lelaki paruh baya berusaha menyadarkan korban namun tak ada jawaban.
“Pak coba cari ponselnya dan telepon keluarga, kasihan saya melihatnya.” ujar pengemudi yang membawa korban ke rumah sakit. Lelaki paruh baya tersebut menelepon nomor keluarganya dan janjian untuk bertemu di rumah sakit.
Sesampainya rumah sakit, korban perempuan tersebut dilarikan keruang ICU. Tak lama, Sepasang pasturi berlari mengejar korban yang sedang di dorong untuk masuk ke ruang ICU.
“Dania,, Daniaa.. Sadar nak” ujar kedua pasturi, pipinya basah, air matanya deras membasahi pipi mereka.
Langkah mereka terhenti di pintu ruang ICU. Mereka berjalan tertatih menuju kursi tunggu. Hingga lelaki paruh baya menghampiri mereka, menjelaskan bahwasanya mobil yan dikendarakan oleh korban melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hingga ketidakstabilan pengemudi ketika menyadari ada kendaraan lain yang hendak menyeberang dari arah berlawanan, sehingga ia membanting kemudi ke arah yang berlawanan agar tidak menabrak kendaraan yang hendak menyebarang.
(bersambung)
Thursday, 1 June 2017
Berjuang bersama.
Apalah artinya kesamaan visi dan misi jikalau tak kuat untuk menentaskan perbedaan. Apalah arti meyakinkan namun pada akhirnya tetap berujung pada mengingkari. Tak usah banyak berdialog tentang kehidupan bersama, karena hal tersebut sudah tak ingin didengar. Realistislah pada kehidupan sebagaimana kehidupan membuat kita sadar bahwa kesamaan visi misi saja tak cukup untuk saling menjalani kehidupan.
Kisah dua makhluk yang berkomitmen berjuang bersama pupus tertiup angin antara realistis dan impian.
“Twing…!!!”
Suara yang mengiringi lampu dari layar ponsel menyala. Pandangan seorang perempuan tertuju pada layar ponsel dengan tangan yang berusaha merapihkan lipstick di bibirnya.
“Selamat ulang tahun”
Sebuah notifikasi aplikasi dari salah satu social media menampakan tulisan tersebut. “Notif selamat ulang tahun?, dari siapa yah?” guman seorang perempuan yang menutup lipstick, kemudian menaruhnya di meja dan mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja rias.
“KIPRAH METE?” nama yang tertulis di atas pesan tersebut. Nama Seorang lelaki yang pernah bersama untuk beberapa waktu. Bola mata seorang perempuan seketika ingin copot melihat nama tersebut.Tak lama nampak diwajahnya alis yang tertekuk dan raut sendu menghinggapinya.
“Ya Tuhan,, kenapa harus dia sih yang ngucapin selamat ulang tahun pertama, kenapa engga yang lain, yang engga saya kenal gitu. Kenapa harus dia?, lagian dia sok peduli banget sih pake nyempetin luangin waktu buat ngucapin begituan.” Ujarnya larut dalam kekecewaan. Ia menjatukan tubuhnya di kursi dan menutup kedua mukanya dengan tangan.
“Dreet..Dreet..Dreet..!!!” Seketika ponsel ditangannya bergetar. Sebuah panggilan masuk tertera pada layar ponsel.
“Daaaaaniiiiiaaaaa selamat ulang tahun” gemuruh suara yang terdengar diponsel, seakan mereka berada di sampingnya, ada 4 nada suara perempuan yang terdengar dari speaker ponsel. Perempuan yang sedang berulang tahun hari ini adalah Dania,
“Semoga panjang umur, sehat selalu, tambah dewasa dan cepet dapet jodoh.” keempat perempuan tersebut bergantian mengungkapkan doa serta harapan mereka. Tatapan matanya kosong, ia tak begitu mendengarkan suara dari speaker ponselnya.
“Halloo,,!!! Dania?? ada kan disana?, ngedengar suara kita?” ujar teman-temannya ketika menyadari tak ada reaksi dari Dania.
“Hah?? iya??, terimakasih yah kalian udah nyempetin ngucapin selamat ulang tahun...” Nada suaranya lemah, kini terlihat wajahnya semakin murung.
“Udah gitu dong dan?”
“Udah dulu yah mau siap siap ke tempat kerja, takut ke siangan.” Dania mengakhiri panggilan telfonnya dan bergegas untuk ke kantor. “maaf yah lina, rachmah, pus, wati atas sikapku tadi, engga ada maksud buat kalian sedih. Maafin aku, dania.” suara lirih terucap dari bibirnya menyesali perbuatannya terhadap teman-temannya.
Diperjalanan, kemacetaan mengahampiri pada sebuah lamunan…
“Gimana kamu mau nunggu aku 7 tahun lagi?, Perjalanan saya masih panjang? Masih ada banyak tanggungan yang harus saya jalani.”
“Kamu siap menunggu saya selama itu?”
“Semua pilihan ada di kamu, Dania.”
“Bagus kalo kamu milih menunggu 7 tahun, aku senang.”
“Kayanya hubungan kita engga bisa dilanjut. Kita jalani kehidupan kita masing-masing, kalo jodoh nanti dipertemukan lagi.”
“Teeeetttttttttttttttttttt.!!!” Suara klakson mobil menyadarkan Dania dari lamunan suara seorang pria bermain difikirannya. “Astagfirullah” ucapnya lirih, kini tatapannya tertuju pada spion kendaraan dan jalan di depannya telah kosong. Ia pun menekan kemudi gas untuk menjalankan kendaraannya.
(bersambung)
Friday, 24 March 2017
Prolog #Cerbung1
#Cerbung1
Berjuang bersama dari nol dan keharusan realistis saat berjuang bersama
Bismillahirohmanirohi.
Belajar.
setiap orang pasti belajar mengenai apapun untuk mengetahui dari yang tidak tahu..
Belajar atau pendidikan ada tiga jalur pendidikan yaitu formal, non formal dan in formal.
Belajar formal dilakukan secara terstruktur dan berjenjang mulai dari tingkatan pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Biasanya pendidikan formal identik dengan bangku sekolah.
Belajar non formal dilakukan secara tersetruktur dan berjenjang namun selain tingkatan di atas misalkan taman kanak-kanak.
Sedangkan in formal dilakukan oleh lingkup keluarga atau lingkungan. Biasanya pembelajaran non formal di dapat dari pengalaman.
Iyaa pengalaman.
yang setiap orang dapatkan berbeda.
Karena aktivitas yang berbeda.
Pengalaman yang bisa di dapat di mana saja ketika kamu sadar.
Sedikit berbagi..
Menulis pengalaman bukanlah hal yang gampang.
Kadang kamu harus mengetahui mana yang harus di bagi dan mana yang harus terpendam.
Aku lebih tertari berbagi tentang 'kegalauan, kebaperan, semacam cinta-cintaanlah' dari pada ke ceriaan atau berbau kontrovesi yang sekarang ini sedang beredar bahkan berita-berita yang seharusnya kalian tau kebenarannya.
Kenapa sih lebih memilih berbagi cinta-cintaan?
Entahlah seperti ada motivasi sendiri supaya nanti 'engga gitu lagi'.
Jujur sebenernya pengalaman bercinta saya sangat sedikit, cuma sifat yang emosional, terlalu berperasaanlah membuat seolah olah saya ahli di dalamnya.. haha
Sebelumnya saya minta maaf kepada yang bersangkutan karena ceritanya saya kulik-kulik dikit. πππ
Teriimakasih telah menghadirkan sebuah pengalaman baru.
Yang diberi nama
'Berjuang bersama dari nol dan keharusan realistis saat berjuang bersama.'
Berjuang bersama dari nol dan keharusan realistis saat berjuang bersama
Bismillahirohmanirohi.
Belajar.
setiap orang pasti belajar mengenai apapun untuk mengetahui dari yang tidak tahu..
Belajar atau pendidikan ada tiga jalur pendidikan yaitu formal, non formal dan in formal.
Belajar formal dilakukan secara terstruktur dan berjenjang mulai dari tingkatan pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Biasanya pendidikan formal identik dengan bangku sekolah.
Belajar non formal dilakukan secara tersetruktur dan berjenjang namun selain tingkatan di atas misalkan taman kanak-kanak.
Sedangkan in formal dilakukan oleh lingkup keluarga atau lingkungan. Biasanya pembelajaran non formal di dapat dari pengalaman.
Iyaa pengalaman.
yang setiap orang dapatkan berbeda.
Karena aktivitas yang berbeda.
Pengalaman yang bisa di dapat di mana saja ketika kamu sadar.
Sedikit berbagi..
Menulis pengalaman bukanlah hal yang gampang.
Kadang kamu harus mengetahui mana yang harus di bagi dan mana yang harus terpendam.
Aku lebih tertari berbagi tentang 'kegalauan, kebaperan, semacam cinta-cintaanlah' dari pada ke ceriaan atau berbau kontrovesi yang sekarang ini sedang beredar bahkan berita-berita yang seharusnya kalian tau kebenarannya.
Kenapa sih lebih memilih berbagi cinta-cintaan?
Entahlah seperti ada motivasi sendiri supaya nanti 'engga gitu lagi'.
Jujur sebenernya pengalaman bercinta saya sangat sedikit, cuma sifat yang emosional, terlalu berperasaanlah membuat seolah olah saya ahli di dalamnya.. haha
Sebelumnya saya minta maaf kepada yang bersangkutan karena ceritanya saya kulik-kulik dikit. πππ
Teriimakasih telah menghadirkan sebuah pengalaman baru.
Yang diberi nama
'Berjuang bersama dari nol dan keharusan realistis saat berjuang bersama.'
Monday, 13 March 2017
Untuk negeriku.
bersatu menuju pembangunan negri
Egoku, Egomu, Ego bersama
tentang negriku
kotor
layaknya lumpur
jiwa jiwa bermuka dua bermunculan di negri ini
katanya
eh katanya
proses yang berbelit belit kaya benang kusut
jadi alasan
mengiming imingkan pembangunan,
publik lelah di gerundung gelisah..
mengatas namakan pembangunan,
Menyingkirkan ego kemanusiaan,
Demi sebagaian jiwa
negeriku satu namun tak bersatu
Tubuhnya satu tapi beribu komando
ada segelintir orang memainkan permainan
ada segelitir yang mementingkan dirinya
melupakan janji nya
janji kepada rakyat
janji kepada Tuhannya
Cukup..
Negri nan makmur ini di gembosi oleh segelintir orang
Cukup
Negri nan kaya ini di bohongi oleh kantong kantong berlambangkan rupiah
demi kerakusan seseorang..
heyy..
Profesor, Doktor, dan insinyur
kemana mereka?
kemana ilmu mereka ketika duduk di kursi panas politik?
ah.. yaa yaa yaaa
mereka telah mengunakan ilmunya untuk menyusun rencana
namun apa yang terjadi??
proyek mewah sekalipun tak akan terlihat mewah jika masih ada segelintir orang serakah di dalamnya..
ayoolahh.. ayo..
ini negri kitaa..
singkirkan egoo egoo batu..
bersatulah demi pembangunan negri..
Egoku, Egomu, Ego bersama
tentang negriku
kotor
layaknya lumpur
jiwa jiwa bermuka dua bermunculan di negri ini
katanya
eh katanya
proses yang berbelit belit kaya benang kusut
jadi alasan
mengiming imingkan pembangunan,
publik lelah di gerundung gelisah..
mengatas namakan pembangunan,
Menyingkirkan ego kemanusiaan,
Demi sebagaian jiwa
negeriku satu namun tak bersatu
Tubuhnya satu tapi beribu komando
ada segelintir orang memainkan permainan
ada segelitir yang mementingkan dirinya
melupakan janji nya
janji kepada rakyat
janji kepada Tuhannya
Cukup..
Negri nan makmur ini di gembosi oleh segelintir orang
Cukup
Negri nan kaya ini di bohongi oleh kantong kantong berlambangkan rupiah
demi kerakusan seseorang..
heyy..
Profesor, Doktor, dan insinyur
kemana mereka?
kemana ilmu mereka ketika duduk di kursi panas politik?
ah.. yaa yaa yaaa
mereka telah mengunakan ilmunya untuk menyusun rencana
namun apa yang terjadi??
proyek mewah sekalipun tak akan terlihat mewah jika masih ada segelintir orang serakah di dalamnya..
ayoolahh.. ayo..
ini negri kitaa..
singkirkan egoo egoo batu..
bersatulah demi pembangunan negri..
Rumah, aku kembali.
Rumah..
Setiap orang pasti memiliki tempat untuk kembali, seperti rumah..
Rumah diibaratkan bangunan kokoh untuk bertahan dari panas, terik, hujan, dan angin.
Biasanya rumah memiliki penghuni,
Entah sedikit atau banyak.
Saling mengenal atau tidak.
Sepi atau ramai.
Hangatt atau dingin
Namun mereka berada dalam satu rumah..
Layaknya yang sering bertemu dan berkumpul bersama, mereka saling memahami karakter dan sifat masing-masing.
Di dalam rumah banyak aktifitas yang bisa dijalankan, bersama orang orang terdekat dan yang mendekatkan.
Mereka disebut keluarga.
Rumah yang aku maksud bukan hanya sekedar bangunan..
Namun lebih dari sekedar bangunan..
Rumah yang tak hanya satu.
Entah ada berapa rumah yang dimiliki.
Aku telah meninggalkannya terlalu jauh dalam waktu lama.
Kini aku kembali ke rumah..
Siapapun, sejauh apapun akan pergi..
akan kembali ke rumah, dalam kondisi berubah.
Berubah?
Iyaa itu wajar..
Setiap orang tidak dapat menerima dirinya sendiri dalam kondisi tetap.
Pasti akan selalu ada perubahan..
Bulshitt..
Jika ada yang bilang mau jadi "apa adanya tanpa perubahan"
Setiap orang pasti akan menuntut secara perlahan..
Untuk kebaikan dirinya dan sekelilingnya.
Aku kembali ke rumah.
Ke tempat semula memulai semuanya..
Bersama orang-orang terdahulu.
Haha disini..
Tak perlu lagi berpura-pura untuk tersenyum.
Kini aku menjadi diriku.
Aku kembali ke rumah.
Setelah berkelana dibalik kemudi yang mereka bilang tak punya tujuan.
Haha
Bukan tak punya tujuan, tapi tujuan tersebut tak sempat dicapainya.
Aku kembali ke rumah..
Menyerah sebelum waktunya.
Karena paham resiko terlalu besar.
Mungkin..
Setelah punya senjata yang ampuh, dan trik yang jitu..
Aku berkelana kembali.
Setiap orang pasti memiliki tempat untuk kembali, seperti rumah..
Rumah diibaratkan bangunan kokoh untuk bertahan dari panas, terik, hujan, dan angin.
Biasanya rumah memiliki penghuni,
Entah sedikit atau banyak.
Saling mengenal atau tidak.
Sepi atau ramai.
Hangatt atau dingin
Namun mereka berada dalam satu rumah..
Layaknya yang sering bertemu dan berkumpul bersama, mereka saling memahami karakter dan sifat masing-masing.
Di dalam rumah banyak aktifitas yang bisa dijalankan, bersama orang orang terdekat dan yang mendekatkan.
Mereka disebut keluarga.
Rumah yang aku maksud bukan hanya sekedar bangunan..
Namun lebih dari sekedar bangunan..
Rumah yang tak hanya satu.
Entah ada berapa rumah yang dimiliki.
Aku telah meninggalkannya terlalu jauh dalam waktu lama.
Kini aku kembali ke rumah..
Siapapun, sejauh apapun akan pergi..
akan kembali ke rumah, dalam kondisi berubah.
Berubah?
Iyaa itu wajar..
Setiap orang tidak dapat menerima dirinya sendiri dalam kondisi tetap.
Pasti akan selalu ada perubahan..
Bulshitt..
Jika ada yang bilang mau jadi "apa adanya tanpa perubahan"
Setiap orang pasti akan menuntut secara perlahan..
Untuk kebaikan dirinya dan sekelilingnya.
Aku kembali ke rumah.
Ke tempat semula memulai semuanya..
Bersama orang-orang terdahulu.
Haha disini..
Tak perlu lagi berpura-pura untuk tersenyum.
Kini aku menjadi diriku.
Aku kembali ke rumah.
Setelah berkelana dibalik kemudi yang mereka bilang tak punya tujuan.
Haha
Bukan tak punya tujuan, tapi tujuan tersebut tak sempat dicapainya.
Aku kembali ke rumah..
Menyerah sebelum waktunya.
Karena paham resiko terlalu besar.
Mungkin..
Setelah punya senjata yang ampuh, dan trik yang jitu..
Aku berkelana kembali.
Thursday, 9 March 2017
Planet mars
Jum'at, 10 maret 2017, 00:28am
Planet mars.
(Aku ingin ke sana)
Dua kata itu menginggatku pada seseorang yang beberapa waktu lalu sering menuliskannya di salah satu sosial media.
Awalnya tak mengerti apa maksud dari dua kata tersebut, hingga pada akhirnya ku memberanikan diri untuk menanyakannya.
Dalam sebuah perjalanan bersama dia, seorang perempuan yang sekarang jauh lebih kuat dan lebih bisa mengatur diri, salut.
"Kenapa kamu suka ke planet mars?"
"Disana sepi, engga ada orang yang ganggu dan merasa ke ganggu. Enak aja kayanya kalo ada di tempat kaya gitu" Jawabnya singkat
Pada saat itu aku hanya menganggap ucapan itu hal sepele, karena 'aku engga ada di posisi dia'.
Posisi jatuh, tapi sadar harus bersikap bagaimana namun belum mampu naik satu tingkat dari yang dia pijak..
ucapan dari orang-orang terdekat hanya sebagai peneduh sesaat.
Kekuatan terbesar ada dalam dirinya dan orang tepercayanya.
Pada masa itu ia..
Mungkin sering dibilang 'lebai', karena hal seperti itu saja tak mampu.
Mungkin sering dibilang 'yaudahlah tinggal jalani prosesnya. Bentar ko prosesnya.'
Dan sering orang bosen mendengarkan apa yang ia keluh kesahkan..
Bahkan ia pun terkadang tak mendengarkan apa yang sekelilingnya ucapkan, padahal itu demi kebaikan dirinya.
Iyaa engga ada yang bisa menambah kekuatannya dan kepercayaannya..
Selain dirinya dan orang tepercayanya.
Kalian tau?
Aku salut sama dirinya.
Kalo emang di tanya 'siapa sih yang mau hidup di planet mars?. Sepi, sendirian gitu?. Haha ya pasti ga akan ada yang mau.
---
Perasaan ga ada yang tau, seberapa kuat dan hebatnya orang tersebut melaluinya..
Dan ada kalanya orang akan tertawa akan tersenyum.
Planet mars.
(Aku ingin ke sana)
Dua kata itu menginggatku pada seseorang yang beberapa waktu lalu sering menuliskannya di salah satu sosial media.
Awalnya tak mengerti apa maksud dari dua kata tersebut, hingga pada akhirnya ku memberanikan diri untuk menanyakannya.
Dalam sebuah perjalanan bersama dia, seorang perempuan yang sekarang jauh lebih kuat dan lebih bisa mengatur diri, salut.
"Kenapa kamu suka ke planet mars?"
"Disana sepi, engga ada orang yang ganggu dan merasa ke ganggu. Enak aja kayanya kalo ada di tempat kaya gitu" Jawabnya singkat
Pada saat itu aku hanya menganggap ucapan itu hal sepele, karena 'aku engga ada di posisi dia'.
Posisi jatuh, tapi sadar harus bersikap bagaimana namun belum mampu naik satu tingkat dari yang dia pijak..
ucapan dari orang-orang terdekat hanya sebagai peneduh sesaat.
Kekuatan terbesar ada dalam dirinya dan orang tepercayanya.
Pada masa itu ia..
Mungkin sering dibilang 'lebai', karena hal seperti itu saja tak mampu.
Mungkin sering dibilang 'yaudahlah tinggal jalani prosesnya. Bentar ko prosesnya.'
Dan sering orang bosen mendengarkan apa yang ia keluh kesahkan..
Bahkan ia pun terkadang tak mendengarkan apa yang sekelilingnya ucapkan, padahal itu demi kebaikan dirinya.
Iyaa engga ada yang bisa menambah kekuatannya dan kepercayaannya..
Selain dirinya dan orang tepercayanya.
Kalian tau?
Aku salut sama dirinya.
Kalo emang di tanya 'siapa sih yang mau hidup di planet mars?. Sepi, sendirian gitu?. Haha ya pasti ga akan ada yang mau.
---
Perasaan ga ada yang tau, seberapa kuat dan hebatnya orang tersebut melaluinya..
Dan ada kalanya orang akan tertawa akan tersenyum.
Monday, 6 March 2017
Back to habit
Hari ini, senin 6 Maret 2017.
Setiap orang pasti berubah, entah perubahan baik ataupun perubahan kurang baik. Semua itu tergantung manusia tersebut mau merubahnya ke arah mana. Namun tak dapat di pungkiri setiap orang pasti ingin merubah dirinya ke arah perubahan baik..
Biasanya orang akan merubah dirinya ke arah perubahan baik, jika ada hal yang membuatnya jatuh, terpuruk.
Yaaa ga masalah sih..
Yang jelas itu adalah lebih baik..
Daaaaaan...
Biasanya orang akan merubah dirinya ke arah perubahan kurang baik, jika dia sedang bahagia, sedang menikmati hidup.
Yaa itu versi dan pemahaman saya..
Tapi ga jarang yang jatuh, terpuruk malah merubah dirinya ke arah perubahan kurang baik ataupun sebaliknya..
Lagii lagii semua tergantung pikiran, lingkungan, dan apa yang dilihat, dibaca.
---
Tepat di hari ini..
Perubahan ke arah baik beserta perubahan kurang baik datang..
Senang sekaligus sedih..
Senang karena hal pernah dulu dilakukan kembali, saat memulainya diiringi dengan rasa beku, malu, dag dig dug, terenyuh, dan bersyukur.
Entahlah, apa karena ku mencobanya sendirian atau karena emang rasa pertama kalinya begitu..
Yaaa silahkan cobalah..
Kurasa..
Siapapun yang baru mencobanya pertamakali..
pasti merasakan hal yang sama, seperti yang kurasakan.
Sedih..
Karena dalam melakukan hal tersebut kembali, aku mencoba berjalan lurus dan berbelok tergantung suasana hati.
Yang kurasa dapat diselesaikan dalam waktu 15 menit, kini memakan waktu 1 hingga 2 jam.
Aku menghabiskan waktu dijalan.
Mungkin benar yang orang lain pernah ucapkan "perjalanan jauh sendirian itu menyenangkan. Kamu dapat menikmatinya, versi kamu" Pilihan ada di balik kemudi, lanjut atau berhenti ada di seberapa lama kamu ingin pergi.
Tapiii..
Engga gitu caranyaa..
Seperti ga punya tujuan padahal sudah memilih, memilih mana yang harus di lewati.
Dan tujuannya adalah pulang.
Hmm..
Harapku..
kelak ada teman sepemikiran, sejalan sehingga aku tak melakukannya sendiri dan pergi tak terlalu lama.
-senang melihat senyum dibalik kelelahan-
Setiap orang pasti berubah, entah perubahan baik ataupun perubahan kurang baik. Semua itu tergantung manusia tersebut mau merubahnya ke arah mana. Namun tak dapat di pungkiri setiap orang pasti ingin merubah dirinya ke arah perubahan baik..
Biasanya orang akan merubah dirinya ke arah perubahan baik, jika ada hal yang membuatnya jatuh, terpuruk.
Yaaa ga masalah sih..
Yang jelas itu adalah lebih baik..
Daaaaaan...
Biasanya orang akan merubah dirinya ke arah perubahan kurang baik, jika dia sedang bahagia, sedang menikmati hidup.
Yaa itu versi dan pemahaman saya..
Tapi ga jarang yang jatuh, terpuruk malah merubah dirinya ke arah perubahan kurang baik ataupun sebaliknya..
Lagii lagii semua tergantung pikiran, lingkungan, dan apa yang dilihat, dibaca.
---
Tepat di hari ini..
Perubahan ke arah baik beserta perubahan kurang baik datang..
Senang sekaligus sedih..
Senang karena hal pernah dulu dilakukan kembali, saat memulainya diiringi dengan rasa beku, malu, dag dig dug, terenyuh, dan bersyukur.
Entahlah, apa karena ku mencobanya sendirian atau karena emang rasa pertama kalinya begitu..
Yaaa silahkan cobalah..
Kurasa..
Siapapun yang baru mencobanya pertamakali..
pasti merasakan hal yang sama, seperti yang kurasakan.
Sedih..
Karena dalam melakukan hal tersebut kembali, aku mencoba berjalan lurus dan berbelok tergantung suasana hati.
Yang kurasa dapat diselesaikan dalam waktu 15 menit, kini memakan waktu 1 hingga 2 jam.
Aku menghabiskan waktu dijalan.
Mungkin benar yang orang lain pernah ucapkan "perjalanan jauh sendirian itu menyenangkan. Kamu dapat menikmatinya, versi kamu" Pilihan ada di balik kemudi, lanjut atau berhenti ada di seberapa lama kamu ingin pergi.
Tapiii..
Engga gitu caranyaa..
Seperti ga punya tujuan padahal sudah memilih, memilih mana yang harus di lewati.
Dan tujuannya adalah pulang.
Hmm..
Harapku..
kelak ada teman sepemikiran, sejalan sehingga aku tak melakukannya sendiri dan pergi tak terlalu lama.
-senang melihat senyum dibalik kelelahan-
Saturday, 25 February 2017
Jogja, terceklis..
Jogja, adalah salah satu tempat tujuan yang di list pada tahun 2013. Hanya list yang penuh harapan.
Sebagai anak rumahan yang engga pernah kemana-mana, engga pernah main jauh-jauh karena berbenturan dengan ijin orang tua.
Nampaknya agak susah untuk mewujudkan list tersebut..
Namun, bukan karena agak susah diwujudkan list tersebut di hapus.
Tidak, tidak begitu..
Dibiarkannya list tersebut namun tak henti-henti mencoba..
Mencoba mencari cara bagaimana bisa ke jogja namun dengan ijin orang tua.
Sempatku mendengar bahwasannya jika masuk organisasi itu suka ada perkumpulan nasional, dimana anggotanya bisa mengikuti kegiatan tersebut, siapa dengan kegiatan organisasi orang tua mengijinkan.
Atau dengan cara mengikuti lomba-lomba karya tulis, siapa tau menang dan diundang untuk mempresentasikannya, kalo yang ini orang tua pasti mengijinkan (siapa sih yang engga bangga)
Wah wah wah..
Bisa di coba tuh..
Dan akhirnya list masuk organisasi tingkat jurusan pun dimulai, tak lupa mencoba mengikuti lomba-lomba karya tulis pun menjadi acuan..
Hoho waktu terus berjalan..
Godaan terbesar adalah menulis untuk lomba karya tulis itu engga mudah, dan akhir saya berhenti menulis.
Dan saya memilih fokus di organisasi..
Walaupun ikut organisasi tingkat jurusan bukan berarti ijin bepergian dengan mudah di dapat..
Satu tahun pertama, masih menjadi anak rumahan yang ijin pulang jam 18.00 dan sama sekali belum boleh ijin mondok atau bepergian diluar serang kecuali dari awal sudah cerita ada kegiatan apa dan tujuannya apa..
Tahun ke dua, sudah mendapatkan ijin lebih.. diakhir kepengurusan bisa mendapatkan ijin pulang jam 01.30 dengan catatan diantar sama temen walaupun saya bawa motor atau jika lebih dari jam 03.00 diperbolehkan mondok di kosan temen atau pkm.
Saya sempat pergi ke Sukabumi dalam sebuah kegiatan, pergi ke luar daerah tanpa orang tua dengan fasilitas atau biaya yang sangat minim karena mengandalkan nama mahasiswa. Berkelit saat minta ijin namun karena sebelumnya telah ada perjanjian "kamu engga usah ikut demo ke jakarta, kalo acara lain kamu boleh ikut." Akhirnya saya diijinkan pergi ke Sukabumi dan ikut kegiatan tersebut selama 4 hari. Tak lama pulang dari Sukabumi, ada kegiatan pembubaran yang mengharuskan menginap lagi.
Tak berhenti sampai disitu, beberapa hari kemudian ada kegiatan yang diadakan oleh saya sendiri yaitu magang, tempat magangnya pun tak tanggung tanggung. Saya di ditempatkan di ujung kulon selama 13 hari..
Pergi 13 hari dengan kondisi hidup pas-pasan tanpa orang tua.
Ibarat sedang di asingkan. πππ
Saya cuma bisa nangis tiap hari, entah karena rindu, sedih sama kondisi, dan engga betah..
Wajar sih, kata saya mah.
Itu baru pertama kali..πππ
Dan..
Tahun ke tiga berpindah menjadi tingkat fakultas..
Disini sudah ada beberapa teman di tingkat jurusan yang di kenal dekat, sehingga tak perlu menceritakan mereka ke orang tua..
Kegiatan demi kegiatan yang mengharuskan pulang minimal jam 9 malam, membuat orang tua terbiasa walaupun kalo lebih dari jam 11 suka di telfon "jam berapa mau pulang?".
Awalnya pulang jam 11, masih suka di anter sama teman ke rumah namun saya sadar, ini ditingkat yang berbeda.
Kedewasaan harus di terapkan, dan akhirnya jam berapa pun saya pulang, mengharuskan saya pulang sendiri..
Kadang rindu pulang dianterin,
Kadang lelah mencoba terbiasa sendiri..
jalan pun menjadi saksi saya lemah..
Disini engga sempat jalan-jalan, waktu dihabiskan oleh kejar target kegiatan yang selalu ada di 2 minggu sekali dan persiapan setiap hari sampai awal desember tahun 2016.
Haha..
Okeyy cukup yaa cerita bagaimana mendapatkan kepercayaan dari orang tua.
Selama itu berproses..
Dan akhirnyaa rejeki yaaa..
Di akhir tahun ketiga ini, mendapatkan kesempatan liburan..
Engga tanggung-tanggung liburannya ke jogja.. ππππ
Yang akan di laksankan pada tanggal 27 februari - 4 maret 2017.
Sempat takut orang tua engga ngijinin, karena ini bakal jadi perjalanan jauh.. sangaat jauh tanpa orang tua..
Namun..
taaaraaaa...
Tetep dapet ijin.. πππ
Uyeeehhh.. akhirnyaa jogja siap ter ceklis ✅✅✅
Sebagai anak rumahan yang engga pernah kemana-mana, engga pernah main jauh-jauh karena berbenturan dengan ijin orang tua.
Nampaknya agak susah untuk mewujudkan list tersebut..
Namun, bukan karena agak susah diwujudkan list tersebut di hapus.
Tidak, tidak begitu..
Dibiarkannya list tersebut namun tak henti-henti mencoba..
Mencoba mencari cara bagaimana bisa ke jogja namun dengan ijin orang tua.
Sempatku mendengar bahwasannya jika masuk organisasi itu suka ada perkumpulan nasional, dimana anggotanya bisa mengikuti kegiatan tersebut, siapa dengan kegiatan organisasi orang tua mengijinkan.
Atau dengan cara mengikuti lomba-lomba karya tulis, siapa tau menang dan diundang untuk mempresentasikannya, kalo yang ini orang tua pasti mengijinkan (siapa sih yang engga bangga)
Wah wah wah..
Bisa di coba tuh..
Dan akhirnya list masuk organisasi tingkat jurusan pun dimulai, tak lupa mencoba mengikuti lomba-lomba karya tulis pun menjadi acuan..
Hoho waktu terus berjalan..
Godaan terbesar adalah menulis untuk lomba karya tulis itu engga mudah, dan akhir saya berhenti menulis.
Dan saya memilih fokus di organisasi..
Walaupun ikut organisasi tingkat jurusan bukan berarti ijin bepergian dengan mudah di dapat..
Satu tahun pertama, masih menjadi anak rumahan yang ijin pulang jam 18.00 dan sama sekali belum boleh ijin mondok atau bepergian diluar serang kecuali dari awal sudah cerita ada kegiatan apa dan tujuannya apa..
Tahun ke dua, sudah mendapatkan ijin lebih.. diakhir kepengurusan bisa mendapatkan ijin pulang jam 01.30 dengan catatan diantar sama temen walaupun saya bawa motor atau jika lebih dari jam 03.00 diperbolehkan mondok di kosan temen atau pkm.
Saya sempat pergi ke Sukabumi dalam sebuah kegiatan, pergi ke luar daerah tanpa orang tua dengan fasilitas atau biaya yang sangat minim karena mengandalkan nama mahasiswa. Berkelit saat minta ijin namun karena sebelumnya telah ada perjanjian "kamu engga usah ikut demo ke jakarta, kalo acara lain kamu boleh ikut." Akhirnya saya diijinkan pergi ke Sukabumi dan ikut kegiatan tersebut selama 4 hari. Tak lama pulang dari Sukabumi, ada kegiatan pembubaran yang mengharuskan menginap lagi.
Tak berhenti sampai disitu, beberapa hari kemudian ada kegiatan yang diadakan oleh saya sendiri yaitu magang, tempat magangnya pun tak tanggung tanggung. Saya di ditempatkan di ujung kulon selama 13 hari..
Pergi 13 hari dengan kondisi hidup pas-pasan tanpa orang tua.
Ibarat sedang di asingkan. πππ
Saya cuma bisa nangis tiap hari, entah karena rindu, sedih sama kondisi, dan engga betah..
Wajar sih, kata saya mah.
Itu baru pertama kali..πππ
Dan..
Tahun ke tiga berpindah menjadi tingkat fakultas..
Disini sudah ada beberapa teman di tingkat jurusan yang di kenal dekat, sehingga tak perlu menceritakan mereka ke orang tua..
Kegiatan demi kegiatan yang mengharuskan pulang minimal jam 9 malam, membuat orang tua terbiasa walaupun kalo lebih dari jam 11 suka di telfon "jam berapa mau pulang?".
Awalnya pulang jam 11, masih suka di anter sama teman ke rumah namun saya sadar, ini ditingkat yang berbeda.
Kedewasaan harus di terapkan, dan akhirnya jam berapa pun saya pulang, mengharuskan saya pulang sendiri..
Kadang rindu pulang dianterin,
Kadang lelah mencoba terbiasa sendiri..
jalan pun menjadi saksi saya lemah..
Disini engga sempat jalan-jalan, waktu dihabiskan oleh kejar target kegiatan yang selalu ada di 2 minggu sekali dan persiapan setiap hari sampai awal desember tahun 2016.
Haha..
Okeyy cukup yaa cerita bagaimana mendapatkan kepercayaan dari orang tua.
Selama itu berproses..
Dan akhirnyaa rejeki yaaa..
Di akhir tahun ketiga ini, mendapatkan kesempatan liburan..
Engga tanggung-tanggung liburannya ke jogja.. ππππ
Yang akan di laksankan pada tanggal 27 februari - 4 maret 2017.
Sempat takut orang tua engga ngijinin, karena ini bakal jadi perjalanan jauh.. sangaat jauh tanpa orang tua..
Namun..
taaaraaaa...
Tetep dapet ijin.. πππ
Uyeeehhh.. akhirnyaa jogja siap ter ceklis ✅✅✅
Tuesday, 21 February 2017
Aku dan senyumku
Serang, 22 februari 2017. 02.15am
aku dan senyumku..
senyum adalah ibadah, begitu kata orang-orang..
tersenyum katanya juga bisa membuat orang lain bahagia dengan melihat senyum kita.
namun nampaknya tersenyum akan terasa agak berat ketika menahan duka..
duka dari kepergiaan, kehilangan benda ataupun makhluk hidup..
seperti senyumku..
bagiku, senyum adalah kumpulan kekuatan..
kekuatan menahan yang tersembunyi untuk tak di ketahui oleh khalayak, termasuk kamu.
seandainya kamu tau...
dibalik senyumku terkadang terselip rindu, amarah, dan kelemahanku..
yang tak bisa ku ekspresikan dengan gerak tubuhku..
layaknya patung yang tersenyum, begitulah aku.
senyum yang ku punyapun harus terkontrol..
agar bintik air mata tak mengeluarkan cairan bening, nafas tak semakin sesak..
Namun, adakalanya aku harus membalikan badan, mencari bahu, mencari pelukan, dan berlari ke kamar mandi atau ke tempat sepi..
untuk mendoktrin diri "kamu kuat, kamu engga selemah ini. Okey di?"
dan aku tersenyum..
kembali dalam aktifitas..
iyaa..
aku sadarkan itu ribet..
ribet bangettt..!!!
tapi itu caraku yang tak ingin terlihat lemah olehmu..
walau aku tau 'ini adalah tipuan' menipu diri sendiri agar terlihat baik-baik saja.
setidaknya ini lebih baik untuk dilihat khalayak..
karena sejatinya yang bernama 'perempuan' tak akan mengeluarkan kata kasar dari bibirnya.
--------------
untuk diriku.
yang selalu ku semogakan..
kelak ada kebahagian yang datang dari habisnya masa senyum-senyum tipuan ini..
you must be strong, dear.. ππππ
aku dan senyumku..
senyum adalah ibadah, begitu kata orang-orang..
tersenyum katanya juga bisa membuat orang lain bahagia dengan melihat senyum kita.
namun nampaknya tersenyum akan terasa agak berat ketika menahan duka..
duka dari kepergiaan, kehilangan benda ataupun makhluk hidup..
seperti senyumku..
bagiku, senyum adalah kumpulan kekuatan..
kekuatan menahan yang tersembunyi untuk tak di ketahui oleh khalayak, termasuk kamu.
seandainya kamu tau...
dibalik senyumku terkadang terselip rindu, amarah, dan kelemahanku..
yang tak bisa ku ekspresikan dengan gerak tubuhku..
layaknya patung yang tersenyum, begitulah aku.
senyum yang ku punyapun harus terkontrol..
agar bintik air mata tak mengeluarkan cairan bening, nafas tak semakin sesak..
Namun, adakalanya aku harus membalikan badan, mencari bahu, mencari pelukan, dan berlari ke kamar mandi atau ke tempat sepi..
untuk mendoktrin diri "kamu kuat, kamu engga selemah ini. Okey di?"
dan aku tersenyum..
kembali dalam aktifitas..
iyaa..
aku sadarkan itu ribet..
ribet bangettt..!!!
tapi itu caraku yang tak ingin terlihat lemah olehmu..
walau aku tau 'ini adalah tipuan' menipu diri sendiri agar terlihat baik-baik saja.
setidaknya ini lebih baik untuk dilihat khalayak..
karena sejatinya yang bernama 'perempuan' tak akan mengeluarkan kata kasar dari bibirnya.
--------------
untuk diriku.
yang selalu ku semogakan..
kelak ada kebahagian yang datang dari habisnya masa senyum-senyum tipuan ini..
you must be strong, dear.. ππππ
Monday, 20 February 2017
Wanita
"ah wanita, tua bangett sih kesannya."
"ihh apaan sih, wanita, nanti hidupnya di atur atur lagi. terus kerjaannya cuma di dapur, jadi perhiasan yang di taro di kotak"
yaaa yaaa yaaaa..
begitulah ekspresi saya ketika ada yang memanggil dengan sebutan wanita.
Pengertian, pemahaman dan pengalaman saya yang sempit membuat saya engga di panggil dengan sebutan wanita, saya lebih memilih sebutan perempuan karena terdengar lebih sopan, halus dan tingkatan katanya ada di posisi tengah diantara dengan sebutan cewek ataupun wanita.
Wanita atau sebagian orang menjabarkannya dengan wani di tata yang artinya mau di atur-atur kehidupannya oleh suami (jika sudah menikah) merupakan pengertian turun-menurun yang sebenarnya pengertian wanita bukan seperti itu..
Itu adalah pengertian dari kaum partiarki (patriarchat) dimana perempuan harus tunduk dengan peraturan-peraturan, perintah suaminya atau kaum lelaki. (jika ingin mengetahui lebih lanjut silahkan baca buku)
Pengertian wanita secara terminologi, adalah perempuan yang telah dewasa (sumber wikipedia). Bisa di bilang dewasa merupakan sebuah proses untuk menjadi wanita, berkecimpung dengan kata proses itu tidaklah mudah bukan sulit. Semua tergantung individunya bisa melewati proses pendewasaan atau tidak.
Menurutku, tak semua perempuan bisa menjadi wanita. Hanya perempuan yang berniat merubahnyalah yang akan berubah..
Wanita, terkesan dewasa sangatlah dewasa.
--------------------------
coretan.
-DANIA-
Senin, 20 Februari 2017. Perjalanan pulang Tanah tinggi-Serang, Banten.
"saya akan ubah kamu dari perempuan menjadi wanita. Mau?" bisik angin yang berhembus dari celah jendela bis ekonomi berwarna hijau mengantarkan ingatan.
"apasih?, kan udah di bilang engga mau disebut wanita.. maunya perempuan aja." pada saat itu bibir ini mengerutu, mencari alasan agar tak disebut wanita..
Kini..
ingatan tersebut..
Seperti kekuatan yang muncul seketika..
pikiran tak lagi dirasuki kecemasan..
mengalihkan sendu hari ini..
"Wanita?"
"apakah harus menjadi wanita untuk bisa dewasa?"
"Untuk bisa melewati semua proses ini?
"Seperti inikah proses menjadi dewasa?"
"Selalu memulainya dengan sendu?. Memulai dari proses proses panjang yang hingga kini belum pantas dilayak wanita bahkan perempuan dewasa."
jikalau ku buat skema, beginilah bayangku..
Wanita
⬇⬇⬇⬇
Perempuan Dewasa
⬇⬇⬇
Perempuan Mandiri
Perempuan Kuat
Perempuan Hebat
Perempuan Cerdas
begitulah skema yang ku bayangkan..
banyak sekali perempuan untuk menjadi perempuan dewasa.. πππ
yasudahhlah nikmatii prosesnyaa..
biar bisa tertawa di kemudian hari karena berhasil melewati setiap prosesnya..
you must be strong dear.. ππππ
"ihh apaan sih, wanita, nanti hidupnya di atur atur lagi. terus kerjaannya cuma di dapur, jadi perhiasan yang di taro di kotak"
yaaa yaaa yaaaa..
begitulah ekspresi saya ketika ada yang memanggil dengan sebutan wanita.
Pengertian, pemahaman dan pengalaman saya yang sempit membuat saya engga di panggil dengan sebutan wanita, saya lebih memilih sebutan perempuan karena terdengar lebih sopan, halus dan tingkatan katanya ada di posisi tengah diantara dengan sebutan cewek ataupun wanita.
Wanita atau sebagian orang menjabarkannya dengan wani di tata yang artinya mau di atur-atur kehidupannya oleh suami (jika sudah menikah) merupakan pengertian turun-menurun yang sebenarnya pengertian wanita bukan seperti itu..
Itu adalah pengertian dari kaum partiarki (patriarchat) dimana perempuan harus tunduk dengan peraturan-peraturan, perintah suaminya atau kaum lelaki. (jika ingin mengetahui lebih lanjut silahkan baca buku)
Pengertian wanita secara terminologi, adalah perempuan yang telah dewasa (sumber wikipedia). Bisa di bilang dewasa merupakan sebuah proses untuk menjadi wanita, berkecimpung dengan kata proses itu tidaklah mudah bukan sulit. Semua tergantung individunya bisa melewati proses pendewasaan atau tidak.
Menurutku, tak semua perempuan bisa menjadi wanita. Hanya perempuan yang berniat merubahnyalah yang akan berubah..
Wanita, terkesan dewasa sangatlah dewasa.
--------------------------
coretan.
-DANIA-
Senin, 20 Februari 2017. Perjalanan pulang Tanah tinggi-Serang, Banten.
"saya akan ubah kamu dari perempuan menjadi wanita. Mau?" bisik angin yang berhembus dari celah jendela bis ekonomi berwarna hijau mengantarkan ingatan.
"apasih?, kan udah di bilang engga mau disebut wanita.. maunya perempuan aja." pada saat itu bibir ini mengerutu, mencari alasan agar tak disebut wanita..
Kini..
ingatan tersebut..
Seperti kekuatan yang muncul seketika..
pikiran tak lagi dirasuki kecemasan..
mengalihkan sendu hari ini..
"Wanita?"
"apakah harus menjadi wanita untuk bisa dewasa?"
"Untuk bisa melewati semua proses ini?
"Seperti inikah proses menjadi dewasa?"
"Selalu memulainya dengan sendu?. Memulai dari proses proses panjang yang hingga kini belum pantas dilayak wanita bahkan perempuan dewasa."
jikalau ku buat skema, beginilah bayangku..
Wanita
⬇⬇⬇⬇
Perempuan Dewasa
⬇⬇⬇
Perempuan Mandiri
Perempuan Kuat
Perempuan Hebat
Perempuan Cerdas
begitulah skema yang ku bayangkan..
banyak sekali perempuan untuk menjadi perempuan dewasa.. πππ
yasudahhlah nikmatii prosesnyaa..
biar bisa tertawa di kemudian hari karena berhasil melewati setiap prosesnya..
you must be strong dear.. ππππ
Thursday, 1 September 2016
Kata 'proses'.
Hidup itu proses.
Emang sih begitu..
Tapi kenapa yah orang orang selalu bilang kata 'proses' untuk menenangkan orang lain. Seperti contoh: kamu cuma butuh proses aja, nanti juga akan sehat lagi atau ayo pasti bisa ko lewatin proses ini.
Udah gitu doang.
Kata proses itu terasa sebagai tanda pemberhenti pembicaraan atau percakapan. Engga ada kata yang lebih baik dari kata proses.
Padahal di balik kata 'proses' ada susah, sakit atau bahkan jatuhnya seseorang.
Namun dengan mudahnya bilang 'cuma butuh proses aja, pasti bisa.'
Hohoho simpel yaah bilang begitu.
Apakah seseorang cukup yakin dengan kata 'proses' saja?.
Sehingga ga ada lagi kata pengikut di balik kata 'proses'.
Aku rasa seseorang tidak seyakin itu dengan kata 'proses'. Mereka cuma meyakinkan diri mereka sendiri untuk terlihat kuat dan mampu menerima kata 'proses' tersebut.
Mungkin saja mereka kebingungan menghadapi kata 'bagaimana?' yang muncul setelah kata 'proses'. Karena ketidaktahuan mereka untuk menghadapinya atau ketidakmampuan mereka menghadapi kata 'proses' tersebut.
Mereka membutuhkan pandangan-pandangan dari sekelilingnya, bukan cuma kata proses.
Karena kata 'proses', Menurut kbbi (sumber google)
proses/pro·ses/ /prosΓ©s/ n 1 runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu.
Jadi setiap kata 'proses' harus di iringi dengan cara atau langkah langkah yang tepat untuk menjalani kata 'proses' tersebut.
-kata proses tanpa solusi-
Emang sih begitu..
Tapi kenapa yah orang orang selalu bilang kata 'proses' untuk menenangkan orang lain. Seperti contoh: kamu cuma butuh proses aja, nanti juga akan sehat lagi atau ayo pasti bisa ko lewatin proses ini.
Udah gitu doang.
Kata proses itu terasa sebagai tanda pemberhenti pembicaraan atau percakapan. Engga ada kata yang lebih baik dari kata proses.
Padahal di balik kata 'proses' ada susah, sakit atau bahkan jatuhnya seseorang.
Namun dengan mudahnya bilang 'cuma butuh proses aja, pasti bisa.'
Hohoho simpel yaah bilang begitu.
Apakah seseorang cukup yakin dengan kata 'proses' saja?.
Sehingga ga ada lagi kata pengikut di balik kata 'proses'.
Aku rasa seseorang tidak seyakin itu dengan kata 'proses'. Mereka cuma meyakinkan diri mereka sendiri untuk terlihat kuat dan mampu menerima kata 'proses' tersebut.
Mungkin saja mereka kebingungan menghadapi kata 'bagaimana?' yang muncul setelah kata 'proses'. Karena ketidaktahuan mereka untuk menghadapinya atau ketidakmampuan mereka menghadapi kata 'proses' tersebut.
Mereka membutuhkan pandangan-pandangan dari sekelilingnya, bukan cuma kata proses.
Karena kata 'proses', Menurut kbbi (sumber google)
proses/pro·ses/ /prosΓ©s/ n 1 runtunan perubahan (peristiwa) dalam perkembangan sesuatu.
Jadi setiap kata 'proses' harus di iringi dengan cara atau langkah langkah yang tepat untuk menjalani kata 'proses' tersebut.
-kata proses tanpa solusi-
Sunday, 21 February 2016
untukmu seorang teman.
bismillahirohmanirohim.
teruntuk teman yang telah bersama atau mengenal diani hampir tiga tahun silam.
waktu berjalan dengan cepat, engga terasa pertemanan kita sudah selama itu..
pertemanan yang ada kalanya kita berdekatan bagai seorang sahabat dan ada kalanya kita berteman namun bagaikan engga saling mengenal. hihihi
entahlah diani juga engga mengerti kenapa pertemanan kita bisa seperti ini..
pertemanan ini berawal dari pengkaderan salah satu organisasi eksternal.
Dimana saat itu seorang diani yang ingin sekali belajar public speaking lalu diajak untuk hadir dalam sebuah pertemuan organisasi tersebut. Sesampainya di pertemuan tersebut, ia berjumpa dengan teman-teman barunya, termasuk teman yang diani ceritakan di tulisan ini.
Dia yang diani kenal saat pertama kali termasuk orang yang mahir berbicara dan suka bercanda, namun bercandaannya itu kadang membuat diani berfikir 'ihh apaan sih'. hihihi *ini menurut diani, mungkin orang lain berbeda pandangan.*
beberapa kali sering ketemu namun kita masih dalam keadaan biasa aja, engga deket atau cukup saling tau nama aja.
diani lupa awal kedekatan pertemanan ini berawal dari mana tapi seinget diani..
Kedekatan pertemanan ini bermula pada saat dia tertimpa musibah dan dia berfikiran untuk mengakhiri kuliahnya.
tiba tiba menelpon dan bercerita dari a sampai z. dilanjut dengan bercerita tentang dia dan orang dimasa lalunya, tentang impiannya, tentang segala hal.
yaa mungkin dari situlah kedekatan pertemanan kita dimulai..
ketika pertemanan kita terasa sangat dekat, bagai lebih dari sahabat. Maka akan menimbulkan perasaan nyaman. Disitulah ada yang menanyakan sebuah kepastian.
tepat pada saat masa masa UAS, di kantin belakang. *setelah satu hampir satu semester berada di kampus. hari itu adalah hari dimana diani menginjakan kaki pertama kalinya di kantin belakang*
diani pergi bersama dua orang temannya, dia mengajak dua orang tersebut karena mereka berdua udah kenal sama orang yang lagi di ceritain ini. kini kita berempat. duduk dalam satu meja kosong.
entahlah diani lupa banget isi pembahasannya apa, yang diani inget hari itu kita membahas komitmen. *maaf yah.. bukan bermaksud melupakan.*
kejadian tersebut membuat pertemanan ini menjauh. iya emang diani akui, diani risih makanya menjauh.
Dari situ kita berdua lost contac selama dua tahunan kurang, jika bertemu seperti orang yang engga kenal tapi diani inget kejadian di kantin belakang itu.
dan beberapa waktu lalu..
dia mengirim pesan untuk mengajak ke sebuah seminar. kebetulan waktu itu jadwal kosong yaa walaupun ada jadwal jalan sama keluarga tapi kalo acara seminar pasti diani luangin waktu untuk datang ko, siapapun orang yang ngajak ke seminar diani mau ikut.
Mungkin itu adalah awal kedekatan pertemanan kita kembali hari itu dari pagi sampai sore bareng bareng mulu, mulai dari berangkat, pulang, makan, ngobrol tentang kemana aja, nilai gimana, sekarang lagi sibuk apa dan menertawakan segala hal yang kita anggap ribet, sulit, susah, pusing.
pertemanan kita pun kini semakin deket. kenangan di kantin belakang yang mulai sirna malah muncul lagi. -,-
dan kali ini diani inget isi komitmen tersebut ialah kita engga pacaran. tapi kalo emang mau kita bisa kok pacaran atau apapun itu namanya entah teman berkomitmen. yah itu yang diani inget.
--
iseng menanyakan tentang perbincangan kantin belakang.
'masih inget dengan percakapan di kantin belakang? waktu kita masih polos. tentang komitmen.'
'yang mana itu?.' ujar dia
'lelaki sejati engga pernah menarik ucapannya.' dia melanjutkan ucapannya.
dari jawaban itu diani tau dia masih menginggatnya. selang beberapa waktu dia menanyakan hal seperti ini.
'ni masih perlu komitmen?'
kini dia yang gantian bertanya-tanya tentang hal tersebut. Seakan engga mau di kulik kulik dan merasa takut karena belum siap, diani hanya jawab singkat dan lebih baik pura pura melupakan.
'engga ngerti.'
dia pun menjelaskan yang sering banget diani lupa. walaupun hanya beberapa kata seperti 'dulukan mau pacaran. kalo emang mau kapan?'
pertanyaan itu membuat diani semakin inget apa aja yang di bahas ketika di kantin belakang itu bukan cuma engga mau pacaran dan kalo mau pacaran kita bisa pacaran atau apapun itu namanya, seperti teman berkomintmen. Tetapi dulu diani sempet bilang kalo mau pacaran paling sebelum lulus atau masa masa lagi nyusun. biar ada semangat dan nemenin wisudaan, kerja satu tahun, dan nikah. engga usah nyari nyari lagi.
Itu adalah perbincangan tiga tahun lalu. lagi dan lagi diani meyakinkan diri bahwasannya tiga tahun itu waktu yang singkat.
Jikalau saat ini ditanyakan 'kapan mau pacaran?' jelas jawabannya akan berbeda dari tiga tahun lalu. karena saat ini diani lagi menikmati kesendirian dan takut memilih (apa yang diani pilih saat ini. bukan lagi untuk main main. so harus nyari yang bener bener pas dan kata temen yang pernah pacaran lima tahun bilang 'biar hati yang bergerak sendiri. engga usah buru buru.')
untuk teman yang telah mengenal diani hampir tiga tahun. terimakasih telah menghadirkan kisah seperti ini.. satuhal yang harus kita yakin "kita masih bisa saling mendukung satu sama lain dalam mencapai impian kita masing masing."
teruntuk teman yang telah bersama atau mengenal diani hampir tiga tahun silam.
waktu berjalan dengan cepat, engga terasa pertemanan kita sudah selama itu..
pertemanan yang ada kalanya kita berdekatan bagai seorang sahabat dan ada kalanya kita berteman namun bagaikan engga saling mengenal. hihihi
entahlah diani juga engga mengerti kenapa pertemanan kita bisa seperti ini..
pertemanan ini berawal dari pengkaderan salah satu organisasi eksternal.
Dimana saat itu seorang diani yang ingin sekali belajar public speaking lalu diajak untuk hadir dalam sebuah pertemuan organisasi tersebut. Sesampainya di pertemuan tersebut, ia berjumpa dengan teman-teman barunya, termasuk teman yang diani ceritakan di tulisan ini.
Dia yang diani kenal saat pertama kali termasuk orang yang mahir berbicara dan suka bercanda, namun bercandaannya itu kadang membuat diani berfikir 'ihh apaan sih'. hihihi *ini menurut diani, mungkin orang lain berbeda pandangan.*
beberapa kali sering ketemu namun kita masih dalam keadaan biasa aja, engga deket atau cukup saling tau nama aja.
diani lupa awal kedekatan pertemanan ini berawal dari mana tapi seinget diani..
Kedekatan pertemanan ini bermula pada saat dia tertimpa musibah dan dia berfikiran untuk mengakhiri kuliahnya.
tiba tiba menelpon dan bercerita dari a sampai z. dilanjut dengan bercerita tentang dia dan orang dimasa lalunya, tentang impiannya, tentang segala hal.
yaa mungkin dari situlah kedekatan pertemanan kita dimulai..
ketika pertemanan kita terasa sangat dekat, bagai lebih dari sahabat. Maka akan menimbulkan perasaan nyaman. Disitulah ada yang menanyakan sebuah kepastian.
tepat pada saat masa masa UAS, di kantin belakang. *setelah satu hampir satu semester berada di kampus. hari itu adalah hari dimana diani menginjakan kaki pertama kalinya di kantin belakang*
diani pergi bersama dua orang temannya, dia mengajak dua orang tersebut karena mereka berdua udah kenal sama orang yang lagi di ceritain ini. kini kita berempat. duduk dalam satu meja kosong.
entahlah diani lupa banget isi pembahasannya apa, yang diani inget hari itu kita membahas komitmen. *maaf yah.. bukan bermaksud melupakan.*
kejadian tersebut membuat pertemanan ini menjauh. iya emang diani akui, diani risih makanya menjauh.
Dari situ kita berdua lost contac selama dua tahunan kurang, jika bertemu seperti orang yang engga kenal tapi diani inget kejadian di kantin belakang itu.
dan beberapa waktu lalu..
dia mengirim pesan untuk mengajak ke sebuah seminar. kebetulan waktu itu jadwal kosong yaa walaupun ada jadwal jalan sama keluarga tapi kalo acara seminar pasti diani luangin waktu untuk datang ko, siapapun orang yang ngajak ke seminar diani mau ikut.
Mungkin itu adalah awal kedekatan pertemanan kita kembali hari itu dari pagi sampai sore bareng bareng mulu, mulai dari berangkat, pulang, makan, ngobrol tentang kemana aja, nilai gimana, sekarang lagi sibuk apa dan menertawakan segala hal yang kita anggap ribet, sulit, susah, pusing.
pertemanan kita pun kini semakin deket. kenangan di kantin belakang yang mulai sirna malah muncul lagi. -,-
dan kali ini diani inget isi komitmen tersebut ialah kita engga pacaran. tapi kalo emang mau kita bisa kok pacaran atau apapun itu namanya entah teman berkomitmen. yah itu yang diani inget.
--
iseng menanyakan tentang perbincangan kantin belakang.
'masih inget dengan percakapan di kantin belakang? waktu kita masih polos. tentang komitmen.'
'yang mana itu?.' ujar dia
'lelaki sejati engga pernah menarik ucapannya.' dia melanjutkan ucapannya.
dari jawaban itu diani tau dia masih menginggatnya. selang beberapa waktu dia menanyakan hal seperti ini.
'ni masih perlu komitmen?'
kini dia yang gantian bertanya-tanya tentang hal tersebut. Seakan engga mau di kulik kulik dan merasa takut karena belum siap, diani hanya jawab singkat dan lebih baik pura pura melupakan.
'engga ngerti.'
dia pun menjelaskan yang sering banget diani lupa. walaupun hanya beberapa kata seperti 'dulukan mau pacaran. kalo emang mau kapan?'
pertanyaan itu membuat diani semakin inget apa aja yang di bahas ketika di kantin belakang itu bukan cuma engga mau pacaran dan kalo mau pacaran kita bisa pacaran atau apapun itu namanya, seperti teman berkomintmen. Tetapi dulu diani sempet bilang kalo mau pacaran paling sebelum lulus atau masa masa lagi nyusun. biar ada semangat dan nemenin wisudaan, kerja satu tahun, dan nikah. engga usah nyari nyari lagi.
Itu adalah perbincangan tiga tahun lalu. lagi dan lagi diani meyakinkan diri bahwasannya tiga tahun itu waktu yang singkat.
Jikalau saat ini ditanyakan 'kapan mau pacaran?' jelas jawabannya akan berbeda dari tiga tahun lalu. karena saat ini diani lagi menikmati kesendirian dan takut memilih (apa yang diani pilih saat ini. bukan lagi untuk main main. so harus nyari yang bener bener pas dan kata temen yang pernah pacaran lima tahun bilang 'biar hati yang bergerak sendiri. engga usah buru buru.')
untuk teman yang telah mengenal diani hampir tiga tahun. terimakasih telah menghadirkan kisah seperti ini.. satuhal yang harus kita yakin "kita masih bisa saling mendukung satu sama lain dalam mencapai impian kita masing masing."
Saturday, 16 January 2016
MAGANG DI SUMUR UJUNG KULON #1
hari pertama di sini..
butuh adaptasi lagi setelah kemarin kemarin merasa sudah nyaman di balai TNUK.
Kantor ini bernama "Kantor Seksi Pengelolaan TH wilayah III Sumur" berada tepat di pinggir jalan.
Namun untuk melihat kendaraan umum lewat di depen kantor saja perlu waktu berjam jam bahkan kendaraan umum yang melewati kantor ini dapat di hitung oleh jari. hihihi jadi engga bisa kabur buat pulang begitu aja ke rumah.. :D
yahh lagian kalo mau pulang membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam untuk sampai Labuan dan waktu 3 jam lagi untuk sampai serang. Waktu yang cukup panjang dan ga bisa dipakai untuk pulang pergi serang-sumur ujung kulon dan sebaliknya.
Jika kalian hendak kesini. Kalian bisa menaiki bus elf atau bus damri dari Serang atau dari daerah labuan. Sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi dengan pemandangan pinggir pantai, namun setelah memasuki kawasan Taman Nasional Ujung Kulon kalian akan disuguhi dengan pepohonan yang tinggi dan besar layaknya di hutan.
Oia buat kalian yang engga kuat dengan laju jalan berkelok kelok jangan lupa plastik hitam hihihi perjalanan yang membuat perut kalian terguncang-guncang.
disini wilayah yang masih alami dan terjaga, banyak hewan seperti kera, anjing, tupai, kambing, ayam dan hewan hewan melatah lainnya yang bebas berkeliaran.
Disekelilingnya ada pohon dengan diameter besar yang ga muat di peluk oleh diani.. hihihi katanya samping kantor ini aja sudah termasuk kawasan hutan lindung.. hihihi anak kebon jadi anak hutan sekarang.. :D
masyarakatnya mahir mengunakan bahasa sunda dengan intonasi yang cepet, disitulah saya merasa kesulitan karena harus mengartikan secara perlahan lahan. bisa jadi setiap kali berbicara saya dengan masyarakat terjadi miss komunikasi.. *seharunya ini engga terjadi*
Selain bahasa, disini kesulitan air bersih.. katanya sih tiap kali hujan saluran air bersih mampet karena ada tanah yang masuk ke lubang saluran air bersih dan setiap kemarau juga mampet karena tidak adanya air.. jadi buat mandi pun mereka harus pergi ke mesjid atau musolah terdekat.
satuhal yang diani kasih tau.. jangan berekspetasi lebih buat dapetin hal yang kalian mau disini.. semua serba alami dan apa adanya.
disini tempat mengabdi dan belajar bukan main-main dan liburan.
SEMANGATT..!!! :D
Tuesday, 5 January 2016
5 januari 2016. STASIUN DURI
Pernah baca ini?? http://dianilupitasari.blogspot.co.id/2015/01/23-desember-2014.html?m=1
Tiba-tiba seorang kakek tua yang memberikan beberapa wejangan dan pesan??
Dan kemarin, di KRL stasiun Duri.
Stasiun pada dini hari, dengan suasana sunyi dan penumpangnya dapat di hitung. Berbeda dengan siang hari, dimana stasiun selalu penuh dengan penumpang yang berlarian mengejar kereta.
Habibi, ade rachmah dan diani, kita pertama kali ada distasiun ini..
Menanyakan kebeberapa petugas keamanan "kapan kereta jurusan tanah tinggi datang?"
Dan mereka menjawab "sebentar lagi, keretanya lagi otw. Tunggu aja. Itu kereta terakhir." Jawab para petugas keaman.
kita bertiga menunggu dengan keluhan kaki sakit akibat field trip yang rutenya membutuhkan tenaga lebih besar.
Teeettttt... teeeettt..
"Kereta tanah tinggi akan masuk jalur dua." Suara dari speaker di stasiun.
Saat kereta datang, kita menyerbunya, memilih tempat duduk yang nyaman.
diani dan ade rachmah duduk di samping seorang kakek tua berpakaian warna putih. Sedangkan habibi duduk bersebrangan dengan kami.
"Kok keretanya engga berangkat-berangkat yah?" Suara dari salah satu kami bertiga.
"Ini kereta terakhir,nunggu semua kereta yang lewat stasiun ini. Paling jam setengah satu dini hari berangkatnya." Jawaban dari seorang kakek tua yang sedang duduk di sebelah ade rachmah. Sontak kami bertiga mengalihkan pandangan kami menuju sang kakek tua dan tersenyum.
Sebatas itu saja percakapan kami dengan sang kakek dua.
*keretaa pun berangkat..
Hening diantara kami bertiga..
Habibi memulai perjalanan dengan tidur, ade rachmah memulai perjalanan dengan handphone di tangannya, dan diani memulai perjalanan dengan menantap sendal jepit yang di pakainya dan plastik yang berisikan sepatu rusak di tangannya.
ditengah perjalanan ketika diani sedang mendengarkan ade rachmah cerita tentang si dia *yang disukai ade*..
"Neng, dari mana?" terdengar suara rentan milik sang kakek tua. Diani dan ade rachmah yang sedang bercurhat pun menunda percakapan.
"Dari sukabumi pak. Habis ikut organisasi" jawab ade rachmah karena kakek tua tersebut ada di sampingnya..
"Neng mau kemana?" Sang kakek tua bertanya kembali..
"Mau serang pak." Jawab ade dengan singkat.
"Neng berdua dari tadi bapak perhatikan, kayanya orang baik baik." Ucap kakek tua mengubah posisinya menghadap kami dan menatap kami.
Kami yang ditatapnya pun tersenyum..
"Neng, bapak mah nitip ka eneng.. omatnya. Solat tong ditinggal tinggal keun.. Dosa anu besar teh lain dosa maksiat tapi dosa meninggalkan solat. Nah makanya eneng tong ninggal jeun solat." Kakek tua melanjutkan perkataannya.. dan kami hanya mengangguk angguk..
"Jadi perempuan teh ulah, osok deket deket jeung lalaki apalagi lamun lalaki non muslim.. jangan leun deket, nikah oge teu boleh.. (mungkin maksud dari kakek tua ini jgn pacaran dengan non muslim.). Dan kalo jadi perempuan teh harus boga rasa malu, malu kalo keluar rumah buka aurat. Malu deket jeung sanes mukhrim na.. rasa malu iye kudu di pelihara. Apalagi setelah menikah, banyak godaannya apalagi kalo perempuannya ga bisa jaga rasa malu, kebanyakan lalaki teh suka sama perempuan yang telah berumah tangga." Ucap kakek tua tersebut semakin serius, suara yang pelan dan logat berbahasa sunda membuat diani membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengartikan artinya sekaligus memahami tiap perkataannya.
"Yang terakhir.. jangan nerima budi, karena suatu saat kita harus balas budi ke orang yang memberi budi." (Jgn mau nerima a, b, atau c gitu aja. Karena ga semua orang memberi dengan tulus.)
Kalian teh gelius dan manis manis, (wuuu.. terbang dibilang begini. Hihihi), semua orang ga ada yang jelek di dunia ini.. nah untuk menambah kecantikan di diri kalian setiap kalian ngaca jgn lupa berdoa lalu membaca surah Al-Falaq dilanjut baca 'Ya Qudus' sebanyak 3 kali..
"Aku cantik hari ini. Semoga bukan rupa ku saja yang cantik tapi hatikupun cantik."
Teeneneettt.. tenenettt..
"Sebentar lagi akan memasuki stasiun tanah tinggi. Persiapankan barang bawaan anda, jangan sampai ketinggalan."
Suara dari speaker didalam kereta saat ingin memasuki stasiun.
"Bi (panggilan buay habibi), kita turun di sini?" Tanya ade ke habibi yang memecahkan suasana serius diantara diani, ade dan kakek tua.
"Iyaa yukk siap-siap." Jawab habibi sambil beranjak bangun dari kursinya.
"Udah mau turun yah? Tanya sang kakek tua
"Iya pak, kami pamit yahh pak." Jawab diani dan ade rachmah..
Kereta pun sampai di stasiun, diani, habibi dan ade rachma pun turun dari kereta.
NB: terimakasih buat kakek tua yang telah menginggatkan diani pada kakek tua yang ada di tulisan sebelumnya.
Tiba-tiba seorang kakek tua yang memberikan beberapa wejangan dan pesan??
Dan kemarin, di KRL stasiun Duri.
Stasiun pada dini hari, dengan suasana sunyi dan penumpangnya dapat di hitung. Berbeda dengan siang hari, dimana stasiun selalu penuh dengan penumpang yang berlarian mengejar kereta.
Habibi, ade rachmah dan diani, kita pertama kali ada distasiun ini..
Menanyakan kebeberapa petugas keamanan "kapan kereta jurusan tanah tinggi datang?"
Dan mereka menjawab "sebentar lagi, keretanya lagi otw. Tunggu aja. Itu kereta terakhir." Jawab para petugas keaman.
kita bertiga menunggu dengan keluhan kaki sakit akibat field trip yang rutenya membutuhkan tenaga lebih besar.
Teeettttt... teeeettt..
"Kereta tanah tinggi akan masuk jalur dua." Suara dari speaker di stasiun.
Saat kereta datang, kita menyerbunya, memilih tempat duduk yang nyaman.
diani dan ade rachmah duduk di samping seorang kakek tua berpakaian warna putih. Sedangkan habibi duduk bersebrangan dengan kami.
"Kok keretanya engga berangkat-berangkat yah?" Suara dari salah satu kami bertiga.
"Ini kereta terakhir,nunggu semua kereta yang lewat stasiun ini. Paling jam setengah satu dini hari berangkatnya." Jawaban dari seorang kakek tua yang sedang duduk di sebelah ade rachmah. Sontak kami bertiga mengalihkan pandangan kami menuju sang kakek tua dan tersenyum.
Sebatas itu saja percakapan kami dengan sang kakek dua.
*keretaa pun berangkat..
Hening diantara kami bertiga..
Habibi memulai perjalanan dengan tidur, ade rachmah memulai perjalanan dengan handphone di tangannya, dan diani memulai perjalanan dengan menantap sendal jepit yang di pakainya dan plastik yang berisikan sepatu rusak di tangannya.
ditengah perjalanan ketika diani sedang mendengarkan ade rachmah cerita tentang si dia *yang disukai ade*..
"Neng, dari mana?" terdengar suara rentan milik sang kakek tua. Diani dan ade rachmah yang sedang bercurhat pun menunda percakapan.
"Dari sukabumi pak. Habis ikut organisasi" jawab ade rachmah karena kakek tua tersebut ada di sampingnya..
"Neng mau kemana?" Sang kakek tua bertanya kembali..
"Mau serang pak." Jawab ade dengan singkat.
"Neng berdua dari tadi bapak perhatikan, kayanya orang baik baik." Ucap kakek tua mengubah posisinya menghadap kami dan menatap kami.
Kami yang ditatapnya pun tersenyum..
"Neng, bapak mah nitip ka eneng.. omatnya. Solat tong ditinggal tinggal keun.. Dosa anu besar teh lain dosa maksiat tapi dosa meninggalkan solat. Nah makanya eneng tong ninggal jeun solat." Kakek tua melanjutkan perkataannya.. dan kami hanya mengangguk angguk..
"Jadi perempuan teh ulah, osok deket deket jeung lalaki apalagi lamun lalaki non muslim.. jangan leun deket, nikah oge teu boleh.. (mungkin maksud dari kakek tua ini jgn pacaran dengan non muslim.). Dan kalo jadi perempuan teh harus boga rasa malu, malu kalo keluar rumah buka aurat. Malu deket jeung sanes mukhrim na.. rasa malu iye kudu di pelihara. Apalagi setelah menikah, banyak godaannya apalagi kalo perempuannya ga bisa jaga rasa malu, kebanyakan lalaki teh suka sama perempuan yang telah berumah tangga." Ucap kakek tua tersebut semakin serius, suara yang pelan dan logat berbahasa sunda membuat diani membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengartikan artinya sekaligus memahami tiap perkataannya.
"Yang terakhir.. jangan nerima budi, karena suatu saat kita harus balas budi ke orang yang memberi budi." (Jgn mau nerima a, b, atau c gitu aja. Karena ga semua orang memberi dengan tulus.)
Kalian teh gelius dan manis manis, (wuuu.. terbang dibilang begini. Hihihi), semua orang ga ada yang jelek di dunia ini.. nah untuk menambah kecantikan di diri kalian setiap kalian ngaca jgn lupa berdoa lalu membaca surah Al-Falaq dilanjut baca 'Ya Qudus' sebanyak 3 kali..
"Aku cantik hari ini. Semoga bukan rupa ku saja yang cantik tapi hatikupun cantik."
Teeneneettt.. tenenettt..
"Sebentar lagi akan memasuki stasiun tanah tinggi. Persiapankan barang bawaan anda, jangan sampai ketinggalan."
Suara dari speaker didalam kereta saat ingin memasuki stasiun.
"Bi (panggilan buay habibi), kita turun di sini?" Tanya ade ke habibi yang memecahkan suasana serius diantara diani, ade dan kakek tua.
"Iyaa yukk siap-siap." Jawab habibi sambil beranjak bangun dari kursinya.
"Udah mau turun yah? Tanya sang kakek tua
"Iya pak, kami pamit yahh pak." Jawab diani dan ade rachmah..
Kereta pun sampai di stasiun, diani, habibi dan ade rachma pun turun dari kereta.
NB: terimakasih buat kakek tua yang telah menginggatkan diani pada kakek tua yang ada di tulisan sebelumnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

