Tuesday, 20 May 2014

Ketahanan Nasional (TANNAS)



Abstrak
Ketahanan nasional sama dengan ketahan bangsa. Ketahanan nasional dipengaruhi oleh dua faktor yaitu mental dan Fisik. Menta menentukan fisik sedangkan Fisik tempatnya mental, tidak mungkin hari depan cerah kalau sekarang mentalnya lemah. Mental dipengaruhi oleh keuletan sedangkan Fisik ditentukan oleh ketangguhan. Ulet dan tangguh akan menjadi kuat, oleh karena itu bangsa Indonesia menghasilkan kemerdekaan pada saat ulet dan tangguh bersatu.
Bangsa itu kumulatif dari masyarakat dan masyarakat kumulatif dari keluarga sedangkan keluarga kumulatif dari individu. Secara individu pun harus kuat karena akan menghadapi suatu kondisi dinamis yang diakibatkan oleh dua aspek yaitu fisik dan sosial. Aspek fisik berisi tentang geografis, demografis dan sumber daya alam. Sedangkan sosial berisi tentang ideology, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam. Kondisi alam yang dinamis menghasilkan tantangan. Ancaman, hambatan dan gangguan. Adapun contoh dari kondisi alam yang dinamis dalam kehidupan sehari-hari yaitu tantangan ekonomi; ada kemiskinan. Ancaman terjadi apabila suatu kejahatan sudah masuk kepada kedaulatan Negara seperti kerusakan ideology. Hambatan banyak terjadinya korupsi dan Narkoba missal mencuri.

Pendahuluan
1.      Pengertian TANNAS di Indonesia
Kondisi dinamis bangsa Indonesia meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Ketahanan nasional bangsa, keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik datang dari ancaman maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integrasi kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

2.       Pengertian Konsepsi TANNAS di Indonesia
Pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan yang kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional melalui persatuan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi, dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh serta terpadu berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.

3.      Hakekat TANNAS dan konsepsi TANNAS di Indonesia
a.       Hakekat TANNAS Indonesia
Keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan Nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dalam mencapai tujuan Nasional.
b.      Hakekat Konsepsi TANNAS di Indoensia
Pedoman penyatuan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan.

4.      Asas-asas TANNAS di Indonesia
a.       Asas kesejahteraan dan keamanan
b.      Asas komprehensip integral dan menyeluruh terpadu
c.       Asas mawas kedalam dan mawas keluar
d.      Asas kekeluargaan

5.      Sifat TANNAS di Indonesia
1.      Mandiri
2.      Dinamis
3.      Konsultasi dan kerjasama

6.      Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
1.      Aspek yang berkaitan dengan alam bersifat statis, meliputi geografi, demografi, dan sumber daya alam. Aspek ini disebut Trigatra.
2.      Aspek yang berkaitan dengan sosial bersifat dinamis, meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. Aspek ini disebut Pancagatra.
3.      Kedua aspek tersebut digabung menjadi Astagatra (delapan aspek)

7.      Keberhasilan TANNAS Indonesia.
1.      Memiliki semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan untuk mengabungkan kekuatan nasional dalam menghadapi tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta pencapaian tujuan nasional.
2.      Sada dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada asepek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, sehingga setiap warga Negara Indoneia dapat mengeliminir pengaruh tersebut.

Analisis
Ketahanan nasional atau ketahanan bangsa adalah perihal tahan (kuat) dalam mengahadapi segala permasalahan yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan keberlangsungan hidup Negara dan bangsa Indonesia. Jadi ketahanan merupakan kodisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengisi segala tantangan, ancaman, hambatan maupun gangguan baik dari luar maupun dari dalam yang membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan dan cita-cita nasional.
Ketahanan nasional sudah diketahui seluruh bangsa Indoensia. Istilah ketahanan nasional baru masuk ke Negara Indonesia sejak permulaan tahun 60an. Pada saat itu istilah ketahan nasional belum ada devinisinya, istilah ketahanan nasional pada waktu itu dipakai dalam rangka pembahasan masalah pembinaan teritorial atau masalah pertahanan keamanan pada umumnya.
Pada hakekatnya ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan Negara.
Asas-asas ketahanan nasional berisi tata laku yang  berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara yang terdiri dari:
1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Dua asas ini selalu berdampingan, tidak dapat dipisahkan namun bisa dibedakan antara asas kesejahteraan dan keamanan. Asas ini merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Tanpa adanya kesejahteraan dan keamanan, sistem kehidupan nasional tidak dapat berlangsung. Dua asas ini pula biasanya menjadi tolak ukur ketahanan nasional dalam kehidupan nasional.
2.      Asas Komprehensif Integral dan Menyeluruh Terpadu
Asas ini mencakup seluruh aspek kehidupan, tidak mencakup dari satu aspek saja. Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras.
3.      Asas Mawas Ke Dalam dan Mawas Keluar.
Kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukannya sikap mawas keluar dan mawas ke dalam.
a.       Mawas ke dalam bertujuan menjaga kondisi kehidupan nasional dari dampak negative yang berasal dari lingkungan dalam kehidupan nasional, selain itu untuk menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan pada nilai nilai kemandirian untuk meningkatkan kualitas derajat bangsa yang uley dan tangguh.
b.      Mawas keluar bertujuan untuk mengantisipasi dan ikut berperan dalam menghadapi dan mengantisipasi dampak negatif yang berasal dari lingkungan luar negri, selain itu untuk menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4.      Asas Kekeluargaan
Asas ini berlandaskan pada keadilan, kearifan, gotong-royong, kebersamaan, tenggang rasa dan tanggung jawab. Asas ini mengakui adanya perbedaan yang harus di hormati dan dihargai serta dijaga supaya tidak terjadi konflik yang berujung saling merugikan.
Konsepsi ketahanan nasional, konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dab terpadu berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat dugambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniyah dan jasmaniyah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

Kesimpulan
Ketahanan nasional diartikan sebagai kondisi dinamis bangsa untuk menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa. Ada dua faktor yang berpengaruh pada ketahanan nasional yaitu mental dan Fisik. Mental di tentukan oleh keuletan sedangkan fisik ditentukan oleh ketangguhan. Kndisi dinamis diakibatkan oleh dua aspek yaitu Fisik dan Sosial. Fisik meliputi geografis, demografis dan sumber daya alam. Sedangkan sosial meliputi ideology, politik, ekonomi, sosial, budaya dan hambatan.
Daftar pustaka

POLITIK NASIONAL DAN STRATEGI NASIONAL




Abstrak
Politik berkaitan dengan kekuasaan, kekuasaan diperoleh dengan dua cara yaitu cara kekerasan contohnya peperangan dan cara damai yang biasanya didapat dengan kekuatan rakyat atau suara rakyat contohnya pemilu. Apabila kekuasaan ditindak lanjuti maka menjadi kebijakan atau policy yang berlandaskan pada adil. Adapun bentuk dari kebijakan yaitu aturan contohnya UU dan peraturan. Aturan terbagi menjadi dua yaitu aturan tertulis contohnya norma hukum dan aturan tidak tertulis contohnya norma kebiasaan. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih terbiasa mematuhi aturan tidak tertulis karena sudah menerap dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika sesrorang memegang kekuasaan haruslah bijak. Di Indonesia sendiri  pada saat pemilihan kekuasaan selalu ramai, namun mereka tidak tahu tindak lebih lanjut. Apabila kebijakan di jabarkan  makan akan membentuk kesejahteraan. Kesejahteraan yaitu tujuan nasional, kesejahteraan akan tercapai apabila keadilan ditegakkan.
Strategi nasional, strategi berasal dari Negara Cina, pada dahulu kala Orang Cina memakai strategi untuk kegiatan perang sehingga dinamakan seni perang. Namun saat ini strategi tidak hanya di pakai dalam kegiatan perang saja tetapi dipakai dalam semua aspek. Strategi itu sendiri artinya tahapan.
Adapun tingkatt keberhasilan politik dan strategi nasional yaitu: 1) baik penyelenggara atau warga Negara beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa contohnya Orang Islam harus memiliki sifat qona’ah. Sifat qona’ah dibangun oleh tiga faktor yaitu sabar, ikhlas, syukur. Ketiga faktor tersebut bisa dibilang menjadi tolak ukur kesejahteraan seorang muslim. 2) ketaatan terhadap Hukum. 3) keterkaitan antara kesadaran, kepatuhan dan ketaatan pada hukum. 4) Iptek yang berlandaskan pada Agama, budaya, dan bangsa.

Sunday, 11 May 2014

Peranan Muslim Dan Muslimah Di Dunia Pendidikan



Islam menjelaskan sampaikanlah ilmu walapun satu ayat, itu berarti islam memerintahkan kita bahwa berbagilah ilmu pengetahuan kepada orang lain walaupun hanya sedikit. Dalam dunia pendidikan, islam mempunyai kedudukan yang penting dalam pembentukan karakter. Bagaimanapun juga karakter adalah kunci penting bagi keberhasilan individu. Apabila suatu individu memiliki karakter yang tidak baik seperti tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, tidak jujur berarti individu tersebut memiliki nilai Islam yang kurang.
Belakangan ini kita semua sering kita mendengar berita di televisi tentang permasalahan yang terjadi di ranah pendidikan, salah satunya tindak kekerasan yang terjadi dalam ruang lingkup sekolah. Hal yang seharusnya tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Karena pendidikan adalah tempatnya mencari ilmu, bukan tempat utuk ajang adu kekuatan atau adu tangkas. Selain itu esensi pendidikan, yaitu membangun dan membentuk peserta didik yang berkarakter unggul serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan spiritual. Sistem pendidikan dan model pendidikan saat ini mengandalkan intelektual saja dan dinilai hanya sibuk pengembangan otak sebelah kiri hanya mampu melahirkan pribadi yang terpecah (split personality) sehingga tidak menjamin bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik jika tidak diimbangi dengan akhlak, kepribadian dan karakter yang baik. Kita bisa melihat banyak politisi maupun anggota DPR di negeri ini lulusan perguruan tinggi terbaik baik dalam negeri maupun luar negeri, mereka sangat sedikit membawa perubahan untuk negeri ini bahkan tidak sedikit dari mereka melakukan perbuatan yang malah merugikan negaranya sendiri seperti melakukan korupsi. Tak bisa dipungkiri secara intelektual, mereka mempunyai otak yang cerdas namun tidak diimbangi dengan akhlak, kepribadian dan karakter yang baik. Oleh karena itu perlunya ada perubahan dalam sistem pendidikan dan model pendidikan saat ini, sejatinya pendidikan harus mampu membangun sumber daya insani yang utuh (holistik), terpadu (integrated), mampu mengembangkan dengan seimbang seluruh potensi yang dimiliki antara potensi akal, emosi, badan, dan rohani.
Model pendidikan berbasis spiritual, model seperti ini akan merubah karakter individu menjadi lebih baik dengan cara menyentuh sisi paling dalam individu, yaitu hati atau qolbu, sehingga individu sadar bahwa dirinya diciptakan oleh Allah untuk beribadah, menyayangi sesama makhluk hidup dan berbuat baik kepada setiap individu. Jika sudah tertanam nilai-nilai spiritual dalam hati setiap individu maka senantiasa kehidupan individu akan dipenuhi dengan sikap positif, rendah hati, tawadu dan taqwa. Memang tak mudah menerapkan model pendidikan seperti ini pada setiap diri individu, karena model pendidikan sebelumnya sudah sangat melekat pada dan individu pun apabila di ajak untuk arah kebaikan biasanya susah, maka dari itu diperlukan beberapa langkah berikut ini agar pendidikan yang berbasis spiritual dapat berjalan dengan baik. Pertama, setiap individu harus mengetahui dan memaknai arti belajar dan pendidikan, seperti mengapa kita harus belajar? untuk apa dan karena siapa kita belajar?. Mereka harus mengetahui bahwa tujuan pendidikan harus sejalan dengan tujuan hidup umat manusia, dan apa yang mereka lakukan itu harus di berlandaskan niat ibadah kepada Allah SWT. Bukan karena ingin mendapatkan uang jajan, jalan-jalan, dan memenuhi kewajiban sebagai pelajar saja. Pada langkah ini akan merubah pola pikir mereka yang semula tujuan belajar hanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi dirubah menjadi menggapai rido Allah dan niatkan untuk ibadah. Pemberian dan penanaman motivasi pada saat pembelajaran di dalam atau di luar ruangan harus di sisipkan agar mereka selalu mendapat pengetahuan tentang agama. Lakukan kegiatan pembiasaan-pembiasaan seperti solat dhuha sebelum masuk ke ruang kelas, solat dzuhur berjamaah sebelum pulang dari sekolah atau mengaji bersama sebelum kegiatan belajar mengajar di mu;.;plai. Memang pembiasaan tersebut haruslah bermula pada sebuah paksaan namun lama-kelamaan mereka akan terbiasa dengan kegiatan tersebut.