Wednesday, 7 February 2018

Februari. ❤

Bagi kebanyakan orang bulan ini adalah bulan kasih sayang, bulan yang romantis dan bulan yang penuh kehangatan..
Dimana mana simbol love, warna pink, dan dua makhluk yang berpasang pasangan..

Namun bagiku..
Bulan ini adalah penentu..
Bulan deg-degan..
Bulan pengharapan lebih.

Dimana..
Aku ingin melepas iming iming 'mahasiswa' di pundaku..
Seperti mereka..
Teman-teman seangkatanku yang telah melepasnya terlebih dahulu..

Berat rasanya kehilangan orang yang selalu ada selama kurang lebih 4 tahun..
πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯

Yaaaaa..
itulah pilihan orang dewasa..
Sejajar atau ditinggal..

Memilih ditinggal adalah hal yang tak pernah ku bayangkan sebelumnya..
Semua terjadi begitu cepat..

Kini..
Tinggallah sisa sisa..
Yang dapat dihitung jari..

Rasa kesepian..
Rasa kerinduan
Kadang hinggap..
Lalu pergi bersama waktu..

Tak hanya itu..

Tekanan,
Beban..
Silih berganti menghampiri..
"Heyy di, kapan lulus?"
"Di, kamu kerjain dulu skripsinya. Udah tinggalin dulu hal lain. Fokus dulu."
"Oh itu anak temen mamah udah ngambil S2"
"Eh si A udah kerja di tempat ini loh"

Aah.. itu sih belum seberapa.
Perkataan itu masih dalam batas wajar..

Namun,
Kala itu ruangan sunyi..
Setelah ijin pamit..
Aku menenenteng barang barang jualanku berjalan keluar rumah..


"Dasar penghianat."


Air mataku pecah..
Sepanjang jalan..
Mendengar perkataan itu..

Perkataan itu layaknya sang petir di siang bolong..
Entahlah..
Mungkin kalianpun merasakan..
Bagaimanapun juga setiap perkataan kurang layak keluar dari bibir orang yang kita hormati.
Hati terasaa ditusuk pedang..


Aku disebut pengianat??

Aku terima..
Karena sadar telah melalaikan tanggung jawab yang telah diberikan.

Namun..
Aku tak ingin lebih lama di cap sebagai penghianat. 😒😒😒


Mau lulus 😭😭😭


Dear
Yang Maha Mendengar..
Yang Maha Pengasih
Yang Maha Penyanyang..
Permudahlah semua urusanku..
Termasuk..
Dosen-dosenku..
Aku tak ingin merasakan revisi lagi..
Aku tak ingin di phpin berhari hari hingga waktu sore menunggu dosen..

Ijinkan aku merasakan nikmatnya Wisuda bulan Maret..
Karena..
Aku mendengar..
Kuota wisuda maret masih banyak..
Aku telah berusaha sebisa aku..
Namun ku pasrahkan semuanya kepada Yang Maha Mengetahui baik dan buruknya suatu kejadian.

----
Februari..
Semoga kita bisa bersahabat. ❤

Monday, 22 January 2018

Waktu yang salah

Mungkin kita pernah ada dahulu
Lalu
Mencoba kembali
Dengan harapan
Semua sama seperti dahulu

Kita kembali dengan melepaskan janji.
Janji-janji baru kepada orang yang sempat singgah.
Kita menolak orang baru.

Tapi ternyata sang waktu tak setuju
Perasan tak pernah bisa ditipu
Kita bersama dengan hati yang berbeda.
Kita bersama dengan jalan kita berbeda
Kita bersama dengan mata pisau yang siap menancap di tubuh masing-masing
Berat rasanya saling memahami dan mengerti.
Ego selalu menjadi yang terdepan

Aahh..
Kita kini
Terdengar memaksakan
Namun itu adanya.

Ada karena sebuah pilihan
Pilihan yang resiko tinggi.
Hanya harapan tipis
Yang sewaktu waktu bisa pudar terkena angin.


Dan kali ini aku meyakini..

Ternyata benar
Apa yang telah retak tak akan kembali utuh
Bahkan setelah pertengakaran kecil
Rasa akan berubah

Segala kejadian di masa lalu
Seharusnya cukup dijadikan masa lalu
Jika ada keajaiban mengulang
mungkin itu untuk orang-orang yang beruntung

Karena sejatinya kesempatan kedua sangatlah jarang.

Thursday, 30 November 2017

Bahagia pilihanku

Bahagia..
Semua orang berhak bahagia tanpa tekanan dari siapapun..
Semua orang pasti pernah merasakan kebahagian dalam berbagai bentuk, berbagai cara, berbagai perlakuan..
Belum tentu apa yang kita anggap bahagia..
Orang lain menganggap itu bahagia..

Banyak loh orang yang tersenyum dan tertawa..
kebanyakan mata melihat mereka itu bahagia..
Tapi sesungguhnya kita tidak pernah tau apakah dia yang tersenyum dan tertawa itu bener bahagia?. (Semoga saja dia bener bahagia😁)

Hem..
Eh..
Ada juga yang..
Mungkin di detik ini di pelupuk matanya ada tangis air mata.
Namun di detik selanjutnya
tangisan itu lenyap
Lalu..
menjadi sumber kebahagian. ☺☺☺

Yang aku selalu yakini..
Bahagia adalah salah cara kita mensyukuri atas apa yang terjadi.

Teruntuk dirimu..
Yang masih menjadi inspirasi di tulisanku..

Janganlah kau meminta ku bersama orang lain..
Hanya karena ingin melihatku bahagia..
Aku bahagia dengan atau tanpa dirimu..
Aku bahagia bersama atau sendiri menjalani hidup ini..

Seandainya..
Kau telah memutuskan untuk bahagia dengan orang lain..

Silahkan..

Karena yang aku tahu..
Sejak detik di hari itu..
Kita telah ada di masa yang berbeda.
Aku tak berhak apapun atas apa yang ingin kau lakukan.

Hihi
Bukan aku tak peduli..
Namun ada baiknya aku tak mendengar dan mengetahui apapun tentang dirimu..
Itu akan membuatku baik baik saja (maaf aku ego dalam hal ini)


Sungguh..
Ini pilihanku..
Memilih bahagia tanpa seseorang yang orang lain sebut 'pacar'
(Serius deh serius, potek dari lope lope itu capek)
πŸ’”
Hihihi πŸ˜‚

Namun..
Jika kau memintaku untuk mencari nya
Maka aku rela menempuh waktu cukup lama
Untuk mencarinya..
Dan..
akan ku pastikan 'aku mencarinya'
😊

Ketika..
Aku telah menemukan seseorang yang layak menemaniku..
Aku berharap..
(Tolong)
Janganlah kau usik hidupku..
Karena aku telah memilih dirinya untuk dirimu.
Dia adalah pelengkap kebahagianku pada masa kini dan selanjutnya..

Aku tak ingin bayanganmu hadir..
Membawa sejumlah potongan puzzle pada masa itu..

Masa dimana..
kamu adalah pelengkap kebahagianku..
Hihi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

-------

Sunday, 1 October 2017

Cepet lulus. Biar cepet nikah.!!!

Cepet lulus di. Biar cepet nikah.!!!

"Loh kok nikah sih bukannya kerja??"

"Emang jodohnya udah ada?? (NYESSSS)
Hihi itulah akibatnya kalau cuma baca kalimat akhirnya tanpa dipahami. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Hai hai hai..
Lulus biar cepet nikah
Itu bukan semata-mata abis lulus langsung nikah. Hihi
Tapi nikah dijadikan target untuk kedepannya dalam waktu yang panjang.

Kenapa waktu yang panjang?.
Karena selama jodoh kita belum dipertemukan dengan kita, maka kita punya kehidupan yang harus di manfaatkan dengan baik.

Misalkan kita harus kerja, entah kerja sebagai karyawan atau wirausahawan yang penting kita mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk keberlangsungan hidup.
Karena disadari atau tidak, setelah lulus kebanyakan orang tua akan melatih anakanya untuk mandiri dan membatasi pemasukan uang jajan. πŸ˜‚

Selain itu kita juga wajib membahagiakan orang tua dan keluarga yang telah merawat kita sejak kecil.
Karena setelah menikah nanti kehidupan kita akan banyak dihabiskan bersama pasangan.
Jadi sebelum kita menikah lakukan hal tersebut. Jgn sampai kita melewatinya. πŸ˜‚

"Semua temen temen kamu ketika mereka memiliki pasangan pasti akan memilih bersama pasangannya. Ya kamu engga usah sedih kalo mereka ga punya waktu bareng bareng sama kamu terus."
Itu adalah perkataan papah, ketika saya pulang ke rumah dalam keadaan nangis karena engga ada temen yang bisa nemenin.

Oiaaa..
Selain bekerja dan membahagiakan orang tua dan keluarga.
Kita pun harus menyicil keperluan untuk hidup berpisah dari mereka..
Misal kita harus punya rumah.
Entah lah yah.. menurut saya, rumah adalah salah satu target perempuan pekerja.. πŸ˜‚

Dan yang terakhir adalah..
Kita harus siap menabung untuk biaya pernikahan, yang konon katanya biayanya sangaat besar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Malu dong yaah.. udah gede pas nikah masih dibiayain orang tua..
Hihi tapi kalo orang tuanya mau ngasih mah ga apa apa asalkan kita jangan sampai minta.



Tapi..
Tapi..
Tapi..

Buat kalian yang emang jodohnya udah ada dan kalian dirasa mampu untuk menyegerakan menikah,
Yaaa kenapa ditunda-tunda.
Toh kalian sudah mampu.

Menikahlah..

"nikah emang enak" kata pasangan baru
tapi
"nikah juga banyak engga enaknya" kata pasangan lama.
Jadi setelah kalian memilih menikah, jangan sampai kalian menyesalinya.
Mensyukurilah agar semua bertambah nikmatnyaa.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Mungkin itu adalah alasan kenapa harus cepet lulus biar cepet nikah.
Banyaakk sekalii proses yang menunggu setelah lulus.
Jadi jangan tunda untuk kelulusan. 😘😘😘

Friday, 2 June 2017

Berjuang bersama eps.2

Semua itu, semua ingatan itu hadir kembali, setelah ku campakan dalam beberapa waktu. Namun seakan tak pernah mengijinkanku untuk membuangnya. Kau dengan sikapmu, tak bisakah memberiku waktu untuk bernapas, menyadari kita ada diperbedaan yang tak dapat lagi dipadupadankan.



Kado terindah yang telah ku terima tiga hari sebelum ulang tahun adalah kado teristimewa yang tak pernah ku tahu tujuannya.

“Dan, hubungan kita cukup sampai disini, aku tahu ini berat tapi kita fokuskan kehidupan kita masing-masing.”
Disebuah taman kota yang ramai akan berbagai aktifitas, ada ketegangan diantara sepasang kekasih, mereka saling bertatapan. Tak lama sang perempuan mengalihkan pandangannya, mengusap pipi, diiringi dengan getaran dibadannya.

“hiks..hiks..hiks..!!!” suara dibalik getaran tubuh sang perempuan.
“Dan., kamu nangis?” ujar sang lelaki ketika menyadari ada suara dibalik getaran tubuh sang perempuan. Tangannya sigap menyentuh dan memutar tubuh perempuan tersebut. Terlihat mata, hidung, pipi yang memerah dan sengaja disembunyikan oleh kedua
tangan mungil.

“Engga, aku engga nangis. Ini kelilipan. hehe” ujar sang perempuan menyeka air yang sudah terlanjur basah mengenai pipinya. Raut wajah lelaki itupun terlihat bersalah, ia memperhatikan sang perempuan dengan tatapan iba.

“Jangan ngeliatnya begitu, aku baik-baik aja. Serius ini kelilipan. hehehe” ujar sang perempuan ketika menyadari ada tatapan yang tak biasa di mata sang lelaki.

“Kamu tau engga?,, kalo akhirnya seperti ini. Aku engga mau menjalanin kesepakatan kita diawal ‘berjuang bersama’, Aku mau sama kamu, karena kamu bilang kita akan berjuang bersama dari nol, Mete. tapi kenapa kita baru mulai udah seperti ini.” kali ini sang perempuan tak bisa membendung air mata yang sempat tertahan di ujung mata.

“Aku juga udah bilang kita sama-sama semuanya, ketika nanti tanggung jawabmu belum selesai, aku akan bantu. itu kan tujuan kita sama-sama.”

“Terus buat apa menyusun, menyamakan visi misi toh akhirnya malah sia-sia.” sambung perempuan dengan nada yang bergetar.

“Dan, maafin aku yah.. aku mengakhiri hubungan bukan berarti semuanya berakhir. Kan kita juga engga tau kedepannya kita berjodoh atau engga. Kalo emang kelak aku datang lagi namun kamu belum menikah, maka aku akan bersamamu lagi. tetapi kalo kamu udah nikah maka memang kita bukan jodoh.” ujar sang lelaki berusaha menenangkan pasangannya. Sayangnya, ucapan tersebut seakan angin lalu bagi sang perempuan.

----------


“Ciiiiittttt… gubrak.” terdengar keras suara seperti barang jatuh, yang diiringi masyarakat yang berlarian menuju lokasi.

“Tabrakan.. Tabrakan.. ayoo bantu.” ujar beberapa orang yang melihat kejadian tersebut. Kecelekaan lalu lintas dimana sebuah mobil yang menabrakan sebuah pohon di tepi jalan. Mobil nampak rusak dibagian kemudi. Seorang perempuan terlihat dikeluarkan dari bongkahan mobil yang nampak rusak tersebut, tubuhnya bersimbah darah, terutama dibagian kepalanya. Diberhentikannya mobil yang melintas lalu dimasukannya tubuh perempuan tersebut ke dalam mobil berserta tas yang berisi identitas dan ponselnya untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

“Neng, sadar neng.” lelaki paruh baya berusaha menyadarkan korban namun tak ada jawaban.

“Pak coba cari ponselnya dan telepon keluarga, kasihan saya melihatnya.” ujar pengemudi yang membawa korban ke rumah sakit. Lelaki paruh baya tersebut menelepon nomor keluarganya dan janjian untuk bertemu di rumah sakit.

Sesampainya rumah sakit, korban perempuan tersebut dilarikan keruang ICU. Tak lama, Sepasang pasturi berlari mengejar korban yang sedang di dorong untuk masuk ke ruang ICU.

“Dania,, Daniaa.. Sadar nak” ujar kedua pasturi, pipinya basah, air matanya deras membasahi pipi mereka.

Langkah mereka terhenti di pintu ruang ICU. Mereka berjalan tertatih menuju kursi tunggu. Hingga lelaki paruh baya menghampiri mereka, menjelaskan bahwasanya mobil yan dikendarakan oleh korban melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hingga ketidakstabilan pengemudi ketika menyadari ada kendaraan lain yang hendak menyeberang dari arah berlawanan, sehingga ia membanting kemudi ke arah yang berlawanan agar tidak menabrak kendaraan yang hendak menyebarang.

(bersambung)

Thursday, 1 June 2017

Berjuang bersama.


Apalah artinya kesamaan visi dan misi jikalau tak kuat untuk menentaskan perbedaan. Apalah arti meyakinkan namun pada akhirnya tetap berujung pada mengingkari. Tak usah banyak berdialog tentang kehidupan bersama, karena hal tersebut sudah tak ingin didengar. Realistislah pada kehidupan sebagaimana kehidupan membuat kita sadar bahwa kesamaan visi misi saja tak cukup untuk saling menjalani kehidupan.
Kisah dua makhluk yang berkomitmen berjuang bersama pupus tertiup angin antara realistis dan impian.

“Twing…!!!”
Suara yang mengiringi lampu dari layar ponsel menyala. Pandangan seorang perempuan tertuju pada layar ponsel dengan tangan yang berusaha merapihkan lipstick di bibirnya.
“Selamat ulang tahun”
Sebuah notifikasi aplikasi dari salah satu social media menampakan tulisan tersebut. “Notif selamat ulang tahun?, dari siapa yah?” guman seorang perempuan yang menutup lipstick, kemudian menaruhnya di meja dan mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja rias.
“KIPRAH METE?” nama yang tertulis di atas pesan tersebut. Nama Seorang lelaki yang pernah bersama untuk beberapa waktu. Bola mata seorang perempuan seketika ingin copot melihat nama tersebut.Tak lama nampak diwajahnya alis yang tertekuk dan raut sendu menghinggapinya.
“Ya Tuhan,, kenapa harus dia sih yang ngucapin selamat ulang tahun pertama, kenapa engga yang lain, yang engga saya kenal gitu. Kenapa harus dia?, lagian dia sok peduli banget sih pake nyempetin luangin waktu buat ngucapin begituan.” Ujarnya larut dalam kekecewaan. Ia menjatukan tubuhnya di kursi dan menutup kedua mukanya dengan tangan.
“Dreet..Dreet..Dreet..!!!” Seketika ponsel ditangannya bergetar. Sebuah panggilan masuk tertera pada layar ponsel.
“Daaaaaniiiiiaaaaa selamat ulang tahun” gemuruh suara yang terdengar diponsel, seakan mereka berada di sampingnya, ada 4 nada suara perempuan yang terdengar dari speaker ponsel. Perempuan yang sedang berulang tahun hari ini adalah Dania,
“Semoga panjang umur, sehat selalu, tambah dewasa dan cepet dapet jodoh.” keempat perempuan tersebut bergantian mengungkapkan doa serta harapan mereka. Tatapan matanya kosong, ia tak begitu mendengarkan suara dari speaker ponselnya.
“Halloo,,!!! Dania?? ada kan disana?, ngedengar suara kita?” ujar teman-temannya ketika menyadari tak ada reaksi dari Dania.
“Hah?? iya??, terimakasih yah kalian udah nyempetin ngucapin selamat ulang tahun...” Nada suaranya lemah, kini terlihat wajahnya semakin murung.
“Udah gitu dong dan?”
“Udah dulu yah mau siap siap ke tempat kerja, takut ke siangan.” Dania mengakhiri panggilan telfonnya dan bergegas untuk ke kantor. “maaf yah lina, rachmah, pus, wati atas sikapku tadi, engga ada maksud buat kalian sedih. Maafin aku, dania.” suara lirih terucap dari bibirnya menyesali perbuatannya terhadap teman-temannya.

Diperjalanan, kemacetaan mengahampiri pada sebuah lamunan…
“Gimana kamu mau nunggu aku 7 tahun lagi?, Perjalanan saya masih panjang? Masih ada banyak tanggungan yang harus saya jalani.”
“Kamu siap menunggu saya selama itu?”
“Semua pilihan ada di kamu, Dania.”
“Bagus kalo kamu milih menunggu 7 tahun, aku senang.”
“Kayanya hubungan kita engga bisa dilanjut. Kita jalani kehidupan kita masing-masing, kalo jodoh nanti dipertemukan lagi.”
“Teeeetttttttttttttttttttt.!!!” Suara klakson mobil menyadarkan Dania dari lamunan suara seorang pria bermain difikirannya. “Astagfirullah” ucapnya lirih, kini tatapannya tertuju pada spion kendaraan dan jalan di depannya telah kosong. Ia pun menekan kemudi gas untuk menjalankan kendaraannya.


(bersambung)

Friday, 24 March 2017

Prolog #Cerbung1

#Cerbung1


Berjuang bersama dari nol dan keharusan realistis saat berjuang bersama

Bismillahirohmanirohi.
Belajar.
setiap orang pasti belajar mengenai apapun untuk mengetahui dari yang tidak tahu..
Belajar atau pendidikan ada tiga jalur pendidikan yaitu formal, non formal dan in formal.
Belajar formal dilakukan secara terstruktur dan berjenjang mulai dari tingkatan pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Biasanya pendidikan formal identik dengan bangku sekolah.
Belajar non formal dilakukan secara tersetruktur dan berjenjang namun selain tingkatan di atas misalkan taman kanak-kanak.
Sedangkan in formal dilakukan oleh lingkup keluarga atau lingkungan. Biasanya pembelajaran non formal di dapat dari pengalaman.

Iyaa pengalaman.
yang setiap orang dapatkan berbeda.
Karena aktivitas yang berbeda.
Pengalaman yang bisa di dapat di mana saja ketika kamu sadar.

Sedikit berbagi..
Menulis pengalaman bukanlah hal yang gampang.
Kadang kamu harus mengetahui mana yang harus di bagi dan mana yang harus terpendam.
Aku lebih tertari berbagi tentang 'kegalauan, kebaperan, semacam cinta-cintaanlah' dari pada ke ceriaan atau berbau kontrovesi yang sekarang ini sedang beredar bahkan berita-berita yang seharusnya kalian tau kebenarannya.

Kenapa sih lebih memilih berbagi cinta-cintaan?
Entahlah seperti ada motivasi sendiri supaya nanti 'engga gitu lagi'.
Jujur sebenernya pengalaman bercinta saya sangat sedikit, cuma sifat yang emosional, terlalu berperasaanlah membuat seolah olah saya ahli di dalamnya.. haha

Sebelumnya saya minta maaf kepada yang bersangkutan karena ceritanya saya kulik-kulik dikit. 😊😊😊
Teriimakasih telah menghadirkan sebuah pengalaman baru.
Yang diberi nama
'Berjuang bersama dari nol dan keharusan realistis saat berjuang bersama.'