Saturday, 12 July 2014

sebuah pertanyaan yang datang mengganggu..



Engkau Yang Maha Pembolak Balik Hati seseorang, berilah kekuatan setiap kali hati dan perasaan ini dibolak balikkan..

Sang rembulan berwarna jingga berbentuk sabit kini telah menyapa,, rembulan yang begitu elok di pandang namun selalu menyembunyikan sebuah jawaban yang belum sempat terjawab. Sesak yang kurasakan, malam-malam pun menjadi tak tenang saat pertanyaan dihati ini selalu menagih jawaban. Sebuah pertanyaan yang tak berani ku sampaikan kepada pemiliknya. Pertanyaannya cukup simple dan sebatas “AKU SIAPA?” yak itu saja yang ingin kutanyakan, namun setiap kali ku ingin berbicara, kata-kata itu tertahan di tenggorokan dan tak mampu tuk ku ucapkan. Karena aku cukup tau diri, aku tak mampu menjadi seseorang yang seperti dia inginkan, maka cukupkanlah perasaan ini,  janganlah Kau lebih-lebihkan perasaan yang sifatnya sesaat ini. Berilah aku kekuatan untuk menjawab sendiri pertanyaan yang ku ajukan. Apabila ada rintikan air mata yang mengalir tolong jangan tunjukan itu sebuah kelemahan, tapi tunjukan itu sebuah kekuatan baru yang berada dalam diri. Ku pasrahkan semua pertanyaanku kepada Sang Maha Mengetahui hati dan perasaan setiap makhluk.. hanya Engkau yang tahu segalanya.

Ketika suatu umat telah berserah diri terhadap permasalahan yang dihadapinya maka Tuhan pun memberi jawaban-Nya melalui hal-hal yang tak terduga..

Sewaktu bertemu hanya untuk sekedar makan bersama, aku tak akan lupa sebuah pernyataan yang dia ungkapkan “bukannya aku tak ingin mengukir kisah ini dalam sebuah ikatan senja yang cepat berlalu, namun aku ingin mengukirnya dalam kisah yang abadi, kamu engga usah khawatir, aku udah ngerencanai untuk kita nanti. Aku cuma minta sama kamu, doakan aku supaya cepat lulus dan mendapat kerja yang layak. Dengan begitu impian kita dapat dengan cepat terwujud. Kamu sabar yah nunggu aku,” 

Berusahalah dan berdoalah dalam menggapai sesuatu, kelak kau akan mendapatkan hasil yang terbaik. Dan Janganlah kamu menyesali apa yang telah Tuhan rencanakan, karena tak ada rencana yang lebih indah selain rencana Tuhan.

Sebuah pernyataan yang membuatku menjadi senang sekaligus resah, aku senang karena pertanyaanku terjawab, namun “kuatkah hati ini bersabar menunggunya dalam waktu yang tak sebentar?”. 

Wahai Engkau Yang Maha Sabar, ajarkan aku tentang kesabaran dalam arti sebuah menunggu..

Aku tak bisa membohongi diri, bahwa sering kali telinggaku mendengar atau mata ini melihat sebuah kata bertuliskan “Sabar itu ada batasnya”. tak bisa dipungkiri sabar memang ada batasnya dan setiap manusia memiliki tingkat kesabaran yang berbeda. Namun, tanpa disadari kita sering menyerah pada kesabaran dikala kita akan menuai hasilnya. 

Bersabarlah sedikit lagi, maka kamu akan mendapatkan hasilnya.







NB: tulisan ini hanya tulisan dan apabila ada kemiripan di dunia nyata itu hanyalah kebetulah. :D

Sunday, 6 July 2014

Indonesia Sebagai Negara Agraris



Indonesia secara sisi astronomi terletak di antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT, antara Lautan Pasifik dan Lautan Hindia, antara benua Asia dan benua Australia, pada pertemuan dua rangkaian pergunungan, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterranean dan dilalui oleh garis khatulistiwa. Letak astronomi menunjukan bahwa Indonesia terletak di iklim tropis yang memiliki 2 musim dan memiliki curah hujan yang cukup tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan dapat hidup dan tumbuh dengan cepat, sedangkan dilihat dari sisi geologi Indonesia terletak pada titik pergerakan lempengan tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral dan tanah yang subur.
Melihat dari sisi astronomi dan geologi Indonesia, tak salah jika masyarakat Indonesia mayoritas bermata pencaharian pada sektor pertanian yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan nasional. Apabila hal tersebut dijadikan parameter, bisa dibilang Indonesia adalah negara agraris. Sebagai negara agraris yang mempunyai kekayaan alam melimpah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk warganegaranya dari produksi dalam negeri. Namun kenyataanya, saat ini Indonesia masih saja mengimpor pangan dari luar negeri, tidak hanya beras sebagai makan pokok tetapi pangan lainnya seperti gandum dan kedelai. Selain itu masih banyak petani yang hidup miskin dan penduduk yang menjadi sentra produksi pangan mengalami kelaparan.
Banyak faktor yang membuat Indonesia sebagai Negara agraris tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk negaranya sendiri.
Faktor-faktor tersebut diantaranya:
  1. Pertanian di Indonesia berbau politik, maksud berbau politik disini adalah setiap kegiatan pertanian selalu di tentukan oleh para pejabat tinggi negri yang duduk di bangku pemerintahan sedangkan pejabat tinggi tersebut tidak ahli dan menguasai permasalahan dalam bidang pertanian, misalkan mentri lulusan sarjana ekonomi bisa menjadi menteri pertanian.
  2. Para sarjana atau yang ahli dalam bidang pertanian tidak ingin berkecimpung dalam atau dunia pertanian mereka lebih memilih berkecimpung dalam dunia perbangkan atau pertambangan karena menurut mereka berkecimpung dalam dunia pertanian tidak akan mendapat penghasilan besar, sehingga sektor pertanian dipegang oleh masyrakat berpendidikan rendah yang tidak memiliki kompetensi dan keahlian yang memadai untuk mengolah pertanian dan hasil pertanian pun tidak maksimal dan memiliki kualitas rendah.
  3. Tanggapan masyarakat tentang petani, dalam pola pikir masyarakat sekarang menjadi petani itu merupakan pekerjaan rendah dan tidak dapat diandalkan.
  4. Lahan pertanian yang terbatas, banyaknya lahan yang dialih fungsikan dari lahan pertanian menjadi kawasan industri ataupun kawasan perumahan.
  5. Rendahnya kualitas bahan pangan yang dihasilkan, sehingga masyarakat memilih produk impor disbanding produk dalam negeri
  6. Adanya permainan dana dalam setiap kegiatan pertanian, seperti gapoktan yang diberikan pemerintah sebesar 100juta namun pada setiap persinggahan tempat uang tersebut dipotong sehingga jumlah nominal uang yang diterima petani sangat sedikit, sedangkan petani harus mengembalikan uang tersebut lebih besar dari yang diterima.
nah menurut saya itu semua adalah faktor-faktor yang menjadikan negara Indonesia sebagai negara agraris selalu mengimport pangan dari luar negeri. setelah melihat faktor-faktor tersebut, saya punya beberapa solusi diantaranya: Pertama, ubah pola pikir masyarakat tentang pertanian dengan cara angkat derajat para petani agar masyarakat tidak mengganggap rendah pekerjaan petani atau pekerjaan apapun dalam bidang pertanian. Kedua, berilah fasilitas-fasilitas pertanian (seperti penyuluhan, alat-alat pertanian, ataupun bahan untuk menanam seperti benih) kepada para petani setidaknya walaupun pendidikan mereka rendah tetapi mereka mendapatkan ilmu yang cukup untuk mengelola bidang pertanian tersebut. Ketiga, perlunya pengawasan pemerintah terhadap dana yang dikeluarkan oleh pemerintah dan apabila terjadi penyalahgunaan pihak yang berwajib haruslah bersikap tegas. Keempat, jalankan program bank pertanian, bank pertanian ini menyangkut kepada bank tanah, peminjaman modal dengan suku bunga kecil atau menjalankan sistem bagi hasil, peminjaman alat-alat pertanian. Kelima, perlunya meningkatkan kualitas barang pangan sehingga masyarakat lebih menyukai pangan local dari pangan import. Serta pemertintah menetapkan kebijakan harga minimum dan maksimum dari petani agar petani tidak merugi terlalu besar. Keenam, dalam dunia pemerintahan seharusnya pemerintah menyesuaikan bidang keahlian dengan pekerjaanya.
Itulah beberapa langkah dalam mengatasi faktor-faktor penyebab mengapa indonesia sebagai Negara agararis pangan masih saja mengimpor bahan pangan. Semoga setiap masyarakat yang baca ini dapat membatu dalam merubah pola pikirnya terhadap pertanian karena pertanian adalah salah satu media untuk pembangunan ekonomi bangsa.

Tuesday, 20 May 2014

WAWASAN NUSANTARA



Abstrak
Wawasan nusantara adalah cara pandang terhadap suatu kondisi bangsa. Aspek yang terdapat pada wawasan nusantara yaitu fisik atau wilayah dan sosial. Fisik atau wilayah Indonesia terdiri dari sejumlah pulau sehingga sering disebut wilayah kepulauan dan berdampak pada prilaku seseorang. Sedangkan sosial yaitu bergantuk pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya dan Hankam yang sedang berlangsung saat ini. Dari kelima aspek tersebut yang paling berkuasa saat ini adalah ekonomi, karena ekonomi makro dapat mengendalikan politik dan hukum. Pada mulanya kehidupan Negara ditentukan oleh Hukum lalu di bawahi dengan Ekonomi san Politik. Ekonomi dan politik berada sejajar karena Hukum seharusnya tidak bisa dikendalikan oleh ekonomi maupun politik. Ekonomi, politik dan Hukum, ketiga aspek tersebut tidak sembarangan dijadikan aspek tetapi mempunyai makna contoh Hukum yaitu mengatur Negara menjadi tertib, Ekonomi yaitu berkaitan dengan tujuan Negara atau kesejahteraan, sedangkan Politik yaitu berkaitan dengan kekuasaan. Negara lain bisa maju karena telah menerapkan dan melaksanakan aspek ini dengan baik.
Antara kondisi fisik dan sosial pasti akan terjadi perbedaan, perbedaan itu memang di perlukan oleh wawasan nusantara agar terwujudnya kesatuan.

Pendahuluan
A.    Latar belakang wawasan nusantara
1.      awasan nusantara      =       wawasan nasional
2.      Nasional       =     beraneka ragam kehidupan
3.      Keanekaragaman    =     wawasan beragam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dipengaruhi oleh kebenaran hakiki dari Tuhan dan akal pikir yang menumbuhkan perbedaan.
4.      Untuk mewujudkan cara pandang berbangsa dan bernegara perlu diperhatikan:
a.       Bumi atau ruang bangsa.
b.      Jiwa, tekad dan semangat manusia atau rakyat.
c.       Lingkungan sekitar.
5.      Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategi dengan pengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

B.     Teori kekuasaan wawasan nusantara
1.      Paham Kekuasaan
a.       Machiaveili, XVII à The Prince
b.      Napoleon Bonaparte, XVII à perang total seluruh kekuasaan Nasional
c.       Jendral Clausewitz, XVII à perang kelanjutan politik
d.      Feverbach dan hegel, XVII à keberhasilan ekonomi dan melakukan ekspansi à kolonialisme dan imperalisme à VOC
e.       Lenin, XIX à perang atau pertumpahan darah atau revolusi di seluruh dunia adalah sah à G30SPKI
f.       Lucian W. Pye & Sidney à political culture and political development (kemajuan berakal  pada kebudayaan)
2.      Teori Geopolitik
a.       Fredrich Ratzel à prtumbuhan, kekuasaa , unggul, Mencari.
b.      Ruddf Kjellien à satuan biologis, sistem politik, kebutuhan kedalam dan keluar.
c.       Karl Haushofer à Imperium daratan mengajar imperium maritim imperialism, strategi perbatasan.
d.      Sir Halford Marchinder à penguasaan daerah jantung (Eurasia, Eropa, dan Asia)
e.       Sir Walter Ralegh and Alfred Thyer Mohan à Wawasan Bahari
f.       W. Micthel, A. Saversky, Giulio Douhet and John friderik Charles Fuller à wawasan dirgantara
g.      Nicholas J. Spykman à wawasan kombinasi, darat, maritime dan dirgantara.

C.     Dasar Pemikiran Wawasan Nusantara
1.      Latar belakang pemikiran berdasarkan Falsafah Pancasila
2.      Latar belakang pemikiran aspek kewilayahan nusantara
3.      Latar belakang pemikiran aspek sosial budaya bangsa Indonesia
4.      Latar belakang pemikiran aspek kesejahteraan bangsa Indonesia

D.    Implementasi Wawasan Nusantara
1.      Aspek Fisik Kewilayahan
2.      Aspek sosial, politik, ekonomi, sosial budaya dan Hankam

E.     Prospek Implementasi Wawasan Nusatara
1.      Global paradox memberikan pesan bahwa Negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
2.      Borderless Word dan the End Of National State mengatakan bahwa batas wilayah geografi relative tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tersebut. Selanjutnya pemerintah daerah perlu di beri peranan yang lebih berarti.
3.      Laster Thurow dalam bukunya The Future Of Capitalism memberi gambaran bahwa strategi baru kapitalisme adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu (kelompok) dan masyarakat banyak serta antara Negara maju dan Negara berkembang.
4.      Hezel Handerson dalam bukunya Building Win Win World mengatakan bahwa perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi menjadi masyarakat dunia yang bekerja sama memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta mewujudkan pemerintahan yang lebih luas demokratis.
5.      Ian Marsion dalam bukunya The Second Curve menjelaskan bahwa dalam era baru timbul adanya peran pasar, konsumen, dan teknologi baru yang lebih besar yang membantu terwujudnya masyarakat baru.

F.      Keberhasilan Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara menjadi pola dalam cara berfikir, bersikap dan bertindak dalam menyikapi dan menangani kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara:
1.      Mengerti, memahami dan menghayati hak dan kewajiban warga Negara serta hubungan warga Negara dengan Negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara.
2.      Mengerti, memahami dan menghayati bahwa didalam menyelenggarakan kehidupan Negara memerlukan konsepsi Wawasan Nusantara, sehingga sadar sebagai warga Negara yang memiliki Wawasan nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional.

Analisis
Wawasan nusantara sama seperti wawasan nasional yaitu bagaimana cara masyarakat Indonesia melihat kondisi bangsa saat ini yang multikultur. Wawasan nusantara diperlukan untuk mengenali diri bangsa Indonesia berarti masyarakat yang mengenali diri bangsa Indonesia akan mengetahui segala macam yang berkaitan dengan Indonesia.
Adapun jika kita sebagai warga Negara mengetahui setiap yang berkaitan dengan Bangsa Indonesia maka kita mengetahui apa kelemahan Bangsa Indonesia. Berikut ini beberapa kelemahan Bangsa Indonesia:
1.      Malas à karena sumber daya alam yang berlimpah mengakibatkan warga Negara terlalu bergantung pada kekayaan alam yang ada sehingga tidak memanfaatkan atau mengolahnya secara maksimal.
2.      Tidak disiplin atau tidak efisien à tidak bisa menghargai waktu dengan baik.
3.      Boros à karena sumber daya alam yang melimpah, mereka tidak mementingkan bagaiman kedepannya, mereka hanya melihat apa yang ada di depan mata.
Pola berfikir dalam menyikapi dan menangani kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yaitu mengerti, memahami, menghayati lalu mengamalkan. Apabila salah satu diantarannya tidak di terapkan maka tidak akan berjalan dengan baik. Contohnya menghayati tanpa memahami dalam kegiatan solat, maka solat tersebut tidak akan mengerti maknanya untuk apa solat.

Kesimpulan
Wawasan nusantara sangat penting bagi warga Negara, karena berkaitan dengan cara pandang warga Negara terhadap negaranya. Aspek yang berkaitan dengan wawasan nusantara ada dua yaitu Aspek Fisik dan Aspek Sosial, yang terjadi pada kondisi fisik dan sosial yaitu perbedaan yang diperlukan untuk terwujudnya kesatuan. Adapun kelemahan bangsa Indonesia yaitu malas, boros, dan tidak disiplin atau tidak efisien.