Monday, 27 April 2015

Nikmat Tuhan Mana Yang Kamu Dustakan?

(Edisi selamat dari penjahat)
"Hoalah.. dari judulnya saja sudah serem.. bagaimana pembahasannya.."

Mungkin kalian yang baca akan berkata demikian.. atau kalian akan berkata "wihh nih orang bahas-bahas agama, ga ada pembahasan yg lain apa??" wkwkwk

Tenang pembaca.. disini saya hanya ingin berbagi kisah saja.. bukan bermaksud mengurui atau menasehati.. kita sama-sama merenung dan belajar. :)

Semua itu berawal dari kebiasaan saya membaca Qs: Ar-Rahman selesai salat magrib.

Nenek saya selalu berpesan "ketika habis solat bacalah dan hafalkanlah surat-surat seperti Ar-Rahman ketika kamu punya masalah, Al-Khafi ketika kamu mau dijauhkan dari djall, dan Al-mulk ketika kamu mau sakaratul mautnya ga kerasa sakit." Begitu ucapan beliau ketika kita saling bertemu.

Yahh bukan manusia namanya jika sudah di beritahu tetapi masih saja malas untuk melakukannya.
Saya pun selalu membaca surat-surat tersebut ketika ada yang kurang dari diri saya.
Pada situasi seperti itulah kita sadar akan arti dari setiap perkataan di Al-Qur'an.
******
Malam hari seorang perempuan terduduk diatas kain merah berlambangkan ka'bah dibagian atasnya.. terlihat Al-Qur'an yang masih terbuka dalam tangannya.
Entah kenapa malam ini perempuan yang sering di panggil dania itu lebih lama menatap dan memahami setiap kata di Al-Qur'an..
Tok..tok..tok..
"Dania.." terdengar suara dari luar kamar memangil namanya.Itu adalah suara mamahnya.
"Iya mah.." Dania yang sedang serius memahami perkataan dalam Al-Qur'ab pun tersentak dan spontan menyahut ketika mamah memangil namanya..
"Hayuu makan dulu.. semuanya sudah kumpul di meja makan." Ucap mamahnya dari belakang pintu..
"Iya mah.. bentar.." jawab dania sambil menutup dan mencium Al-Qur'an di tangannya, menaruh dan melepaskan mukena yang ia kenakan.. kemudian melipat sajadah yang ia duduki..
Setelah selesai, ia membuka pintu, beranjak ke ruang makan.
*****
Ke esokan harinya..
Masih terbesit di dalam hati dania yang terdalam "Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan". Mungkin karena perkataan dari salah satu ayat tersebut mudah di hapal. Namun entah kenapa di hari ini mengulang-ngulang perkataan tersebut.
"Mahhh.. dania mau pergi yah hari ini.." ucap dania sambil menghampiri mamahnya yang sedang asik menonton tv.
"Mau kemana?" Jawab mamahnya dengan wajah heran. Karena dania sudah terlihat rapih dan siap untuk berangkat.
"Mau ke kfc mah.. biasa ada kumpul oriflame.." ucap dania dengan santai
"Ajak sana tetehnya biar engga di rumah aja" seketika jawaban mamahnya membuat dania mematung.
Teteh yang mendengar ucapan mamahpun bergegas mandi dan siap-siap..
Dalam pikiran dania terlintang banyak pertanyaan.. "duhh emang mau teteh di ajak ke cilegon?, dia kan blm pernah naik bis tanpa orang tua.. oalah gimana ini.." dania mulai was-was tapi ia berusaha menyembunyikannya dengan tenang..
Ketika semua sudah siap..
"Mah kami berangkat.." ucap saya dan teteh.. dilanjut dengan salam ke mamah dan ke papah *kebiasaan ketika hendak keluar rumah*
Kami bergegas berangkat menuju sebuah universitas dimana dania berkuliah untuk menyimpan motor dan dilanjut dengan menaiki sebuah bis.
Dalam perjalanan kami ke kampus.. dania telah berbicara kepada tetehnya bahwa mereka akan pergi ke kfc cilegon, teman dimana teman-teman oriflame berkumpul. Ketika hal tersebut disampaikan wajah tetehnya terlihat pucat dan ketakutan.. :D
Satu kata yang saya ingat dari ucapan teteh "ih dania.. nanti kalo nyasar gmana? Jangan tinggalin teteh yah" wkwkwk saya tertawa kecil mendengar perkataan itu.. karena awalanya saya juga seperti itu.. :D

Oke lanjutt.. setelah sampai di terminal bis dan tiba di cilegon kita turun untuk menaiki angkot yang jurusan ke kota..
Semua awalnya berjalan biasa saja.. sampai pada akhirnya..
Angkot yang dania naiki penuh dengan penumpang.. awalnya banyak penumpang perempuan namun mereka lebih dulu turun di dari pada dania dan beberapa laki-laki lainnya..
Dann saat itulah saya sadar perempuan di angkot ini tinggal tiga orang dari 7 perempuan diawap keberangkatan. Dan jumlah laki-lakinya ada 4 atau 3 orang (belum termasuk supir).
Kursi di bangku angkot pun mulai renggang. Dania membisikan tetehnya untuk maju karena posisi duduk dania terlalu sempit.. namun ketika teteh saya mencoba maju, laki-laki yang berada di hadapannya mau misahkan dania dan tetehnya (dibaca: dia mau duduk diantara kami)
Sontak kaget, dania menarik tangan tetehnya agar dekat dengan dirinya.. dan mata dania seakan keluar ketika menatap lelaki dengan masker diwajahnya, topi hitam di kepalanya dan tas ransel di pangkuannya.
Ia ingat betul akan kejadian kejahatan yang di alami seorang teman di kuliahnya beberapa bulan lalu yang mencoba mengambil barang-barang di tas. Dania tidak ingin hal itu terjadi. Ia memengang erat tas di pangkuannya.. dan matanya selalu mencoba memerhatikan lelaki tersebut dengan intens, karena biasanya ketika suatu taktik/cara kejahatan gagal maka akan ada taktik yang lainnya. *wkwkwk bahasanya dalemm bener*.
Yappp dalam hotungan menit diapun mencoba taktik lain..
Lelaki penjahat itu tak mau diam, dia mencoba berpindah tempat duduk dengan seorang lelaki disamping dia, di depan dania.
"Wah nih orang mau ngapain lagi" ucap dania dalam hati sambil memerhatikan gerak gerik lelaki tersebut. Emosi masih bisa dania atur dan mainkan secara baik..
Namun..
"Loh maunya nih orang apa sih, tasnya ko semakin maju"
Ketika dania perhatikan.. tas yang di pangkuan lelaki tersebut semakin maju menghampiri tetehnya.
Semakin maju.. maju.. dan maju.. hampir mengenai tetehnya.
"Pak apaan sih.. maaf ini tangannya' ucap dania cetus kepada lelaki tersebut dengan menyingkirkan tas lelaki itu..
Bentakan dan ucapan saya diangkot tak ada yang merespon. Mungkin suara saya terlalu kecil? Tapi saya berusaha mengeluarkan suara yang setidaknya satu angkot dengar.
Kekesalan di wajah dania, mulai ia tampakan. Karena ia tidak tau maksud dari laki-laki ini apa, secara kalo mau ngambil barang berharga kan ada di tas dan itu dania yang megang tapi kenapa sasarannya tetehnya??

Bentakan dania di dalam angkot tidak menjadikan dia jera.
Hal itu terus ia lakukan.. dan ketika dania keluarkan matanya tasnya pun di tarik kebelakang.. tetepi ketika dania tak memperhatikannya ia melanjutkan aksinya..
Pada situasi seperti itu semua hal yang berjalan cepat akan terasa lambat.. begitupun dengan angkot yang kita naiki.. berasa lama sekali sampai di tempat kami tuju.
"Pak sopir.. kiri.. pak" ucap dania ketika ia benar-benar tak tahan dengan laki-laki tersebut. Walaupun ia sadar tempat yang di tujunya masih cukup jauh..
"Kiri pak" ucap lelaki yang berniat jahat tersebut.
"Loh?? Dia juga berhenti?? Atau cuma ngebantuin bilang berhenti?" dania langsung pucat, ketika mendengar suara lelaki tersebut. Dania ga peduli, yang harus ia lakukan adalah menjauh dari lelaki tersebut.
Dania dan tetehnya turun dari angkot, membayar uang yang ongkosnya. Membiarkan angkot tersebut berlalu.
Kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat agar mencapai ke tempat tujuan lalu bertemu dengan teman-temannya dan duduk menenangkan diri.
"Alhamdulillah, laki-laki tersebut ga ikut turun.." desis dania dalam hati.. saat membuka pintu kfc.

Dari hal tersebut saya belajar bahwa tidak ada nikmat yang lebih indah dari pada nikmat selamat dari kejahatan.. :)


Monday, 12 January 2015

23 Desember 2014

pukul 11 siang. Sendiri menanti seorang teman disebuah gang kecil disekitar untirta.
Aku duduk terdiam diatas kuda besi, sesekali mataku melirik spion yang terpasang. Tak ada siapapun hanya angin yang mengayunkan dedaunan..
*beberapa menit kemudian*
"Neng?, nunggu siapa?"
Aku tersentak kaget, mencari sumber suara. Dan kutemukan sesosok kakek paruh baya sedang menuntun sepedah tuanya telah berada di sampingku. Entah apa yang kupikirkan, sehingga tak sadar ada seorang kakek paruh baya berada berjalan menghamipiriku.
"Eh, nunggu temen kek" kutatap sekilas wajah kakek paruh baya tersebut, wajah yang sudah tak lagi mengencang, wajah dengan salah satu bola mata tertutupi lemak berwarna putih, orang-orang biasa menyebutnya katarak. sedih yang terasa saat melihat wajah kakek paruh baya tersebut.
Aku kembali terdiam, kini tatapan ku kualihkan menelusuri sekeliling tempat ku berada. Ketika diri ini masih terpaku, kakek paruh baya tersebut kembali membuka mulut.
"neng, kalau mau pergi-pergian atau mau mengawali kegiatan apapun jangan lupa baca 3 kali bismillah, 3 kali solawat, dan 3 kali surat al falaq. Apabila suka di baca insya allah dimudahkan untuk pergi ketanah suci." Kakek itu menatapku dengan mata penuh keseriusan. seketika suasana menjadi sunyi. Aku mengangguk- anggukan kepala dan tersenyum pertanda "iya".
Kakek itu pun bercerita sedikit tentang didaerahnya ada orang tak mampu lalu dia mengamalkan amalan yang tadi dia bilang. Senang rasanya bisa mendengarkan cerita dari kakek paruh baya tersebut namun kulihat dari jauh seseorang dengan postur tubuh yang tak asing dimataku jalan menghampiri tempatku menunggu. Melambaikan tangannya dan terseyum kepadaku. Dia adalah teman yang kutunggu akhirnya datang.
"Kek temen saya sudah datang, saya pamit yah kek" mematap kakek tersebut dan tersenyum ramah kepadanya.
"Iya neng tapi inget yah amalan yang tadi saya sampaikan dijalankan"
Aku hanya mengangguk dan mengucapakan salam lalu pergi.

Friday, 5 September 2014

itu hanya peran sesaat. ku berharap sih begitu.

selamat pagi pembaca..
mungkin diantara kalian ada yang pernah mengalami rasa suka dan kagum terhadap orang yang bertugas sebagai komisi disiplin? atau bahkan kalian pernah menjalin hubungan kasih dengan komisi disiplin?? 
seorang komisi disiplin memang bertugas mendisiplinkan orang-orang yang lalai atau tidak disiplin, namun cara menyampaikannya saja yang terkadang lebay, lebay disini diartikan suka mencari kesalahan atau memperingati dan memberitahu dengan cara membentak-bentak, bahkan dibuat kaget.. bagi orang yang tidak kuat mental mungkin dia sudah meneteskan air mata..


komisi disiplin hanya menyalankan tugasnya dengan baik pada saat itu, namun dalam kehidupan sehari-hari sikap dan sifatnya tentu berbeda.. mereka ramah, baik dan gampang membuat suasana ramai..tak jarang banyak yang tipikat hatinya oleh mantan komisi disiplin..

namun tau kah kalian jika, sikap dan sifat seorang komisi disiplin yang terkadang lebay itu benar-benar nerap di kehidupan sehari-hari.. bagaimanakah rasanya setiap hari di bentak, di galakin dan di marah-marahin?? ga terbayang kan rasanya bagaimana.. -,-
berikut ini sebuah suara hati yang tak berani ku ucapkan kepada sang komisi displin yang ku kenal.. 

Sebuah tugas yang kau pilih memang berat, menjadi seorang pendisiplin bagi orang lain. kau mencontohkan berbagai sikap displin dan selalu tak pernah salah di depan orang lain terkadang membuatmu lupa, akan sikap manusia yang tak luput dari kesalahan.
kau yang berpura-pura bersikap galak, selalu marah-marah dan suka membentak membuat semua orang yang berada di sampingmu dan sekitarmu merasa takut.
aku yakin.. 
itu hanya untuk sebuah tugas,

dan aku hanya minta..
tolong sikap galak, marah-marah, dan suka ngebentaknya jangan dibawa ke kehidupan sehari-hari.. :)
aku juga tau,,
Kamu pasti tau rasanya dibentak, dimarah-marahin dan di galakin sama orang lain itu ga enak, apalagi di gtuin sama orang yang ada perasaan, suka.

aku paham..
kamu menyukai peran tersebut, bahkan kamu sangat menyukai peran tersebut, itu semua terlihat dari wajahmu yg semangat saat menceritakan kamu masuk dalam komisi disiplin kepadaku.
tapi bagiku..
Semua berbanding terbalik dengan yang kamu rasakan.

Dari awal aku tak suka kamu memilih tugas itu, karna yang ku takutkan yaitu kamu disumpah serapah sama oranglain atas sikap pura-pura itu atau sifat tersebut nerap dalam diri kamu. Namun senyuman yang terukir diwajahmu itu meluluhkan hati ini, dengan sedikit keraguan yang ku miliki, aku mengangkukan kepala dan mencoba ikut tersenyum meyakinkan hati dan pikiran, bahwa semua itu akan baik-baik saja.

Hari-hari setelah kau menceritakan itu berlalu, namun hari-hari itu pun kian dilalui dengan rasa was-was akan sikap tersebut kebawa dalam kehidupan. namun bibirmu selalu meyakinkan hal itu tak akan terjadi.
Pada akhirnya hari dimana yang kutakutkan pun terjadi, dimana kamu memaikan peran dihadapanku..

Hari itu kita bertemu, setelah liburan panjang.. saya berjumpa dengan wajah yang berseri-seri..
ku sapa dirimu dengan penuh kehangatan namun tak ada jawaban..

Kualihkan pandangan keraut wajahmu, tak kutemukan senyuman sedikitpun diraut wajahmu yang ada hanya emosi yang tertahan, tak pernah ku melihatmu seemosi itu,. kemarahan yg tak bisa di bendung akhirnya meluap.. sepanjang pertemuan tak henti-hentinya kau memaki, menyalahkanku atas sikapku yang mengulur-ngulur waktu pertemuan.

jika di ibaratkan saat itu aku bagaikan santapan lezat yang tak berkutik dihadapan sang harimau, aku hanya diam, ketakutan. Dan kamu terus bertindak layaknya harimau yg ingin menerkam, mencabik-cabik setiap dagingnya. (ah lebay banget) :D
tak ingin terlihat lemah aku pun mencoba tak ingin menangis di depannya,. (begitukan perempuan?) :D so walaupun di galakin seperti itu berusaha mencairkan suasana tetap kulakukan.. eh malah dibilang ga serius, oke aku hanya bisa diam mendengarkannya bicara. Semenjak kejadian tersebut kita sering bertengkar karena hal kecil..
sampai beberapa hari yang lalu bertemu di sebuah kafe pun kita masih saling diem, malah lebih dominan bertengkar, sampai ada beberapa orang yang merhatiin kita saling diem.


entahlah sampai kapan kamu memerankan peran itu, aku hanya ingin peran itu cepatlah usai.. dan jika ku tak ingat sebuah komitmen mungkin aku akan menyerah dan memilih menyudahi permainan ini.




sebuah kata terakhir... 
ada luka yang sulit diobati dengan kata maaf, luka tetaplah luka yang memiliki bekas. :)

Thursday, 28 August 2014

sadarlah para perempuan dan lelaki karir.. :)



Bismillahirohmanirohim.,

teruntuk
para perempuan (ibu) dan lelaki (ayah) yang bergelut dengan dunia
karir.

Memang dijaman globalisasi ini, tak ada salahnya jika perempuan bekerja
dan memutuskan bergelut di dunia karir dari pada menjadi ibu rumah
tangga, karena pada saat ini peluang perempuan untuk mendapatkan
pekerjaan sangatlah mudah, pekerjaannya pun jauh lebih ringan dan
penghasilannya lebih besar dari pada lelaki..

Hal-hal tersebutlah yang menjadikan para perempuan lebih memilih dunia
karir dari pada menjadi seorang ibu rumah tangga. Hingga pada saatnya
menikah para perempuan yang memiliki kesibukan lebih banyak dari pada
suaminya terkadang lupa atas kewajiban mereka sebagai istri seperti
mendidik anak, mengurusi urusan rumah tangga..

Tak jarang sosok seorang ayahlah yang menggantikan peran sang istri atau
ibu untuk mendidik anak dan mengurus urusan rumah tangga. Bahkan jika
keduanya sama sama bergelut di dunia karir, urusan tersebut dilimpahkan
kepada seorang pembantu rumah tangga. tak salah jika ada anak yang lebih dekat dengan ayah atau pembantu rumah tangga dari pada ibunya sendiri..

Miris memang, kewajiban seorang perempuan ketika telah menikah tak dilaksanakan hanya untuk segelintir nominal uang yang di dapat. Padahal segelintir nominal uang tersebut tak bisa membeli kehangatan sebuah keluarga..
Seandainya para orang tua yang bergelut dengan dunia karir khusunya seorang istri yang berkewajiban dalam mendidik anak bisa membaca hati seorang anak. Saya yakin, mereka menyesal telah salah memilih pilihan mereka dari pada anak mereka.

Nb:
seorang anak tak menuntut harta, mereka hanya ingin luangkan waktu untuk kebersamaan dalam keluarga, yang anak inginkan hanya kasih sayang.

sebagai perempuan, saya memang ingin menjadi perempuan karir namun dapatkah saya mendengar suara hati anak saya kelak??.

Monday, 18 August 2014

sebuah luka

memang mudah bahkan sangatlah mudah untuk membuat orang lain kesel, bete atau
marah. namun coba pikirkan sejenak pantaskah kita mempelakukannya
seperti itu? pantaskah kita membuat luka di hatinya? dan sanggupkah kita
menghapus luka akibat prilaku atau tutur kata yang kurang baik kepada
dirinya, atau merubah luka tersebut dengan tawa canda keceriaan tanpa
beban ataupun dendam.? :|

ingatlah ketika ingin membuat luka, ada luka yang menimbulkan bekas. ada
luka yang tak terlihat namun jauh lebih sakit dari pada luka yang
muncul dipermukaan. ada luka yang mudah
mengering, namun luka yang sudah mengering mungkin saja bisa mengelupas
kembali. dan ada orang yang mencoba kuat terhadap lukanya..

sang penarik ribuan pasang mata.

duhai sang penarik ribuan pasang mata.. kau memang menawan dengan pakaian minim yang kau kenakan. Hingga tak ada satupun lelaki yang berkedip ketika memandangmu, memandang keelokan tubuh dan rupamu..

sorak sorak dan tepuk tangan dari ribuan pasang mata seakan meledak, saat kau ayunkan langkah kaki diantara ribuan pasang mata..

Kau tanggahkan wajah ke atas langit,, yang seakan menantang sang pencipta langit, bumi dan seisinya..

Kau terus berlenggak lenggok tanpa rasa malu sedikit pun..
Kau banggakan keelokan yang sifatnya sementara..

Tak ada sedikit pun kau merasa takut dengan apa yang kau lakukan akan dosa? Tak akankah kamu takut akan akhirat yang kekal dan abadi? Masih banggakah kamu ketika Tuhan menggambil keelokanmu, karena kamu tak bisa menjaganya??, sebelum terlambat jagalah keelokan tubuh dan rupamu dengan pakaian yang tertutup, longgar dan tidak terawang, agar tak ada ribuan pasang mata yang dapat menikmatinya..


Saturday, 12 July 2014

sebuah pertanyaan yang datang mengganggu..



Engkau Yang Maha Pembolak Balik Hati seseorang, berilah kekuatan setiap kali hati dan perasaan ini dibolak balikkan..

Sang rembulan berwarna jingga berbentuk sabit kini telah menyapa,, rembulan yang begitu elok di pandang namun selalu menyembunyikan sebuah jawaban yang belum sempat terjawab. Sesak yang kurasakan, malam-malam pun menjadi tak tenang saat pertanyaan dihati ini selalu menagih jawaban. Sebuah pertanyaan yang tak berani ku sampaikan kepada pemiliknya. Pertanyaannya cukup simple dan sebatas “AKU SIAPA?” yak itu saja yang ingin kutanyakan, namun setiap kali ku ingin berbicara, kata-kata itu tertahan di tenggorokan dan tak mampu tuk ku ucapkan. Karena aku cukup tau diri, aku tak mampu menjadi seseorang yang seperti dia inginkan, maka cukupkanlah perasaan ini,  janganlah Kau lebih-lebihkan perasaan yang sifatnya sesaat ini. Berilah aku kekuatan untuk menjawab sendiri pertanyaan yang ku ajukan. Apabila ada rintikan air mata yang mengalir tolong jangan tunjukan itu sebuah kelemahan, tapi tunjukan itu sebuah kekuatan baru yang berada dalam diri. Ku pasrahkan semua pertanyaanku kepada Sang Maha Mengetahui hati dan perasaan setiap makhluk.. hanya Engkau yang tahu segalanya.

Ketika suatu umat telah berserah diri terhadap permasalahan yang dihadapinya maka Tuhan pun memberi jawaban-Nya melalui hal-hal yang tak terduga..

Sewaktu bertemu hanya untuk sekedar makan bersama, aku tak akan lupa sebuah pernyataan yang dia ungkapkan “bukannya aku tak ingin mengukir kisah ini dalam sebuah ikatan senja yang cepat berlalu, namun aku ingin mengukirnya dalam kisah yang abadi, kamu engga usah khawatir, aku udah ngerencanai untuk kita nanti. Aku cuma minta sama kamu, doakan aku supaya cepat lulus dan mendapat kerja yang layak. Dengan begitu impian kita dapat dengan cepat terwujud. Kamu sabar yah nunggu aku,” 

Berusahalah dan berdoalah dalam menggapai sesuatu, kelak kau akan mendapatkan hasil yang terbaik. Dan Janganlah kamu menyesali apa yang telah Tuhan rencanakan, karena tak ada rencana yang lebih indah selain rencana Tuhan.

Sebuah pernyataan yang membuatku menjadi senang sekaligus resah, aku senang karena pertanyaanku terjawab, namun “kuatkah hati ini bersabar menunggunya dalam waktu yang tak sebentar?”. 

Wahai Engkau Yang Maha Sabar, ajarkan aku tentang kesabaran dalam arti sebuah menunggu..

Aku tak bisa membohongi diri, bahwa sering kali telinggaku mendengar atau mata ini melihat sebuah kata bertuliskan “Sabar itu ada batasnya”. tak bisa dipungkiri sabar memang ada batasnya dan setiap manusia memiliki tingkat kesabaran yang berbeda. Namun, tanpa disadari kita sering menyerah pada kesabaran dikala kita akan menuai hasilnya. 

Bersabarlah sedikit lagi, maka kamu akan mendapatkan hasilnya.







NB: tulisan ini hanya tulisan dan apabila ada kemiripan di dunia nyata itu hanyalah kebetulah. :D