bismillahirohmanirohim.
teruntuk teman yang telah bersama atau mengenal diani hampir tiga tahun silam.
waktu berjalan dengan cepat, engga terasa pertemanan kita sudah selama itu..
pertemanan yang ada kalanya kita berdekatan bagai seorang sahabat dan ada kalanya kita berteman namun bagaikan engga saling mengenal. hihihi
entahlah diani juga engga mengerti kenapa pertemanan kita bisa seperti ini..
pertemanan ini berawal dari pengkaderan salah satu organisasi eksternal.
Dimana saat itu seorang diani yang ingin sekali belajar public speaking lalu diajak untuk hadir dalam sebuah pertemuan organisasi tersebut. Sesampainya di pertemuan tersebut, ia berjumpa dengan teman-teman barunya, termasuk teman yang diani ceritakan di tulisan ini.
Dia yang diani kenal saat pertama kali termasuk orang yang mahir berbicara dan suka bercanda, namun bercandaannya itu kadang membuat diani berfikir 'ihh apaan sih'. hihihi *ini menurut diani, mungkin orang lain berbeda pandangan.*
beberapa kali sering ketemu namun kita masih dalam keadaan biasa aja, engga deket atau cukup saling tau nama aja.
diani lupa awal kedekatan pertemanan ini berawal dari mana tapi seinget diani..
Kedekatan pertemanan ini bermula pada saat dia tertimpa musibah dan dia berfikiran untuk mengakhiri kuliahnya.
tiba tiba menelpon dan bercerita dari a sampai z. dilanjut dengan bercerita tentang dia dan orang dimasa lalunya, tentang impiannya, tentang segala hal.
yaa mungkin dari situlah kedekatan pertemanan kita dimulai..
ketika pertemanan kita terasa sangat dekat, bagai lebih dari sahabat. Maka akan menimbulkan perasaan nyaman. Disitulah ada yang menanyakan sebuah kepastian.
tepat pada saat masa masa UAS, di kantin belakang. *setelah satu hampir satu semester berada di kampus. hari itu adalah hari dimana diani menginjakan kaki pertama kalinya di kantin belakang*
diani pergi bersama dua orang temannya, dia mengajak dua orang tersebut karena mereka berdua udah kenal sama orang yang lagi di ceritain ini. kini kita berempat. duduk dalam satu meja kosong.
entahlah diani lupa banget isi pembahasannya apa, yang diani inget hari itu kita membahas komitmen. *maaf yah.. bukan bermaksud melupakan.*
kejadian tersebut membuat pertemanan ini menjauh. iya emang diani akui, diani risih makanya menjauh.
Dari situ kita berdua lost contac selama dua tahunan kurang, jika bertemu seperti orang yang engga kenal tapi diani inget kejadian di kantin belakang itu.
dan beberapa waktu lalu..
dia mengirim pesan untuk mengajak ke sebuah seminar. kebetulan waktu itu jadwal kosong yaa walaupun ada jadwal jalan sama keluarga tapi kalo acara seminar pasti diani luangin waktu untuk datang ko, siapapun orang yang ngajak ke seminar diani mau ikut.
Mungkin itu adalah awal kedekatan pertemanan kita kembali hari itu dari pagi sampai sore bareng bareng mulu, mulai dari berangkat, pulang, makan, ngobrol tentang kemana aja, nilai gimana, sekarang lagi sibuk apa dan menertawakan segala hal yang kita anggap ribet, sulit, susah, pusing.
pertemanan kita pun kini semakin deket. kenangan di kantin belakang yang mulai sirna malah muncul lagi. -,-
dan kali ini diani inget isi komitmen tersebut ialah kita engga pacaran. tapi kalo emang mau kita bisa kok pacaran atau apapun itu namanya entah teman berkomitmen. yah itu yang diani inget.
--
iseng menanyakan tentang perbincangan kantin belakang.
'masih inget dengan percakapan di kantin belakang? waktu kita masih polos. tentang komitmen.'
'yang mana itu?.' ujar dia
'lelaki sejati engga pernah menarik ucapannya.' dia melanjutkan ucapannya.
dari jawaban itu diani tau dia masih menginggatnya. selang beberapa waktu dia menanyakan hal seperti ini.
'ni masih perlu komitmen?'
kini dia yang gantian bertanya-tanya tentang hal tersebut. Seakan engga mau di kulik kulik dan merasa takut karena belum siap, diani hanya jawab singkat dan lebih baik pura pura melupakan.
'engga ngerti.'
dia pun menjelaskan yang sering banget diani lupa. walaupun hanya beberapa kata seperti 'dulukan mau pacaran. kalo emang mau kapan?'
pertanyaan itu membuat diani semakin inget apa aja yang di bahas ketika di kantin belakang itu bukan cuma engga mau pacaran dan kalo mau pacaran kita bisa pacaran atau apapun itu namanya, seperti teman berkomintmen. Tetapi dulu diani sempet bilang kalo mau pacaran paling sebelum lulus atau masa masa lagi nyusun. biar ada semangat dan nemenin wisudaan, kerja satu tahun, dan nikah. engga usah nyari nyari lagi.
Itu adalah perbincangan tiga tahun lalu. lagi dan lagi diani meyakinkan diri bahwasannya tiga tahun itu waktu yang singkat.
Jikalau saat ini ditanyakan 'kapan mau pacaran?' jelas jawabannya akan berbeda dari tiga tahun lalu. karena saat ini diani lagi menikmati kesendirian dan takut memilih (apa yang diani pilih saat ini. bukan lagi untuk main main. so harus nyari yang bener bener pas dan kata temen yang pernah pacaran lima tahun bilang 'biar hati yang bergerak sendiri. engga usah buru buru.')
untuk teman yang telah mengenal diani hampir tiga tahun. terimakasih telah menghadirkan kisah seperti ini.. satuhal yang harus kita yakin "kita masih bisa saling mendukung satu sama lain dalam mencapai impian kita masing masing."
Sunday, 21 February 2016
Saturday, 16 January 2016
MAGANG DI SUMUR UJUNG KULON #1
hari pertama di sini..
butuh adaptasi lagi setelah kemarin kemarin merasa sudah nyaman di balai TNUK.
Kantor ini bernama "Kantor Seksi Pengelolaan TH wilayah III Sumur" berada tepat di pinggir jalan.
Namun untuk melihat kendaraan umum lewat di depen kantor saja perlu waktu berjam jam bahkan kendaraan umum yang melewati kantor ini dapat di hitung oleh jari. hihihi jadi engga bisa kabur buat pulang begitu aja ke rumah.. :D
yahh lagian kalo mau pulang membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam untuk sampai Labuan dan waktu 3 jam lagi untuk sampai serang. Waktu yang cukup panjang dan ga bisa dipakai untuk pulang pergi serang-sumur ujung kulon dan sebaliknya.
Jika kalian hendak kesini. Kalian bisa menaiki bus elf atau bus damri dari Serang atau dari daerah labuan. Sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi dengan pemandangan pinggir pantai, namun setelah memasuki kawasan Taman Nasional Ujung Kulon kalian akan disuguhi dengan pepohonan yang tinggi dan besar layaknya di hutan.
Oia buat kalian yang engga kuat dengan laju jalan berkelok kelok jangan lupa plastik hitam hihihi perjalanan yang membuat perut kalian terguncang-guncang.
disini wilayah yang masih alami dan terjaga, banyak hewan seperti kera, anjing, tupai, kambing, ayam dan hewan hewan melatah lainnya yang bebas berkeliaran.
Disekelilingnya ada pohon dengan diameter besar yang ga muat di peluk oleh diani.. hihihi katanya samping kantor ini aja sudah termasuk kawasan hutan lindung.. hihihi anak kebon jadi anak hutan sekarang.. :D
masyarakatnya mahir mengunakan bahasa sunda dengan intonasi yang cepet, disitulah saya merasa kesulitan karena harus mengartikan secara perlahan lahan. bisa jadi setiap kali berbicara saya dengan masyarakat terjadi miss komunikasi.. *seharunya ini engga terjadi*
Selain bahasa, disini kesulitan air bersih.. katanya sih tiap kali hujan saluran air bersih mampet karena ada tanah yang masuk ke lubang saluran air bersih dan setiap kemarau juga mampet karena tidak adanya air.. jadi buat mandi pun mereka harus pergi ke mesjid atau musolah terdekat.
satuhal yang diani kasih tau.. jangan berekspetasi lebih buat dapetin hal yang kalian mau disini.. semua serba alami dan apa adanya.
disini tempat mengabdi dan belajar bukan main-main dan liburan.
SEMANGATT..!!! :D
Tuesday, 5 January 2016
5 januari 2016. STASIUN DURI
Pernah baca ini?? http://dianilupitasari.blogspot.co.id/2015/01/23-desember-2014.html?m=1
Tiba-tiba seorang kakek tua yang memberikan beberapa wejangan dan pesan??
Dan kemarin, di KRL stasiun Duri.
Stasiun pada dini hari, dengan suasana sunyi dan penumpangnya dapat di hitung. Berbeda dengan siang hari, dimana stasiun selalu penuh dengan penumpang yang berlarian mengejar kereta.
Habibi, ade rachmah dan diani, kita pertama kali ada distasiun ini..
Menanyakan kebeberapa petugas keamanan "kapan kereta jurusan tanah tinggi datang?"
Dan mereka menjawab "sebentar lagi, keretanya lagi otw. Tunggu aja. Itu kereta terakhir." Jawab para petugas keaman.
kita bertiga menunggu dengan keluhan kaki sakit akibat field trip yang rutenya membutuhkan tenaga lebih besar.
Teeettttt... teeeettt..
"Kereta tanah tinggi akan masuk jalur dua." Suara dari speaker di stasiun.
Saat kereta datang, kita menyerbunya, memilih tempat duduk yang nyaman.
diani dan ade rachmah duduk di samping seorang kakek tua berpakaian warna putih. Sedangkan habibi duduk bersebrangan dengan kami.
"Kok keretanya engga berangkat-berangkat yah?" Suara dari salah satu kami bertiga.
"Ini kereta terakhir,nunggu semua kereta yang lewat stasiun ini. Paling jam setengah satu dini hari berangkatnya." Jawaban dari seorang kakek tua yang sedang duduk di sebelah ade rachmah. Sontak kami bertiga mengalihkan pandangan kami menuju sang kakek tua dan tersenyum.
Sebatas itu saja percakapan kami dengan sang kakek dua.
*keretaa pun berangkat..
Hening diantara kami bertiga..
Habibi memulai perjalanan dengan tidur, ade rachmah memulai perjalanan dengan handphone di tangannya, dan diani memulai perjalanan dengan menantap sendal jepit yang di pakainya dan plastik yang berisikan sepatu rusak di tangannya.
ditengah perjalanan ketika diani sedang mendengarkan ade rachmah cerita tentang si dia *yang disukai ade*..
"Neng, dari mana?" terdengar suara rentan milik sang kakek tua. Diani dan ade rachmah yang sedang bercurhat pun menunda percakapan.
"Dari sukabumi pak. Habis ikut organisasi" jawab ade rachmah karena kakek tua tersebut ada di sampingnya..
"Neng mau kemana?" Sang kakek tua bertanya kembali..
"Mau serang pak." Jawab ade dengan singkat.
"Neng berdua dari tadi bapak perhatikan, kayanya orang baik baik." Ucap kakek tua mengubah posisinya menghadap kami dan menatap kami.
Kami yang ditatapnya pun tersenyum..
"Neng, bapak mah nitip ka eneng.. omatnya. Solat tong ditinggal tinggal keun.. Dosa anu besar teh lain dosa maksiat tapi dosa meninggalkan solat. Nah makanya eneng tong ninggal jeun solat." Kakek tua melanjutkan perkataannya.. dan kami hanya mengangguk angguk..
"Jadi perempuan teh ulah, osok deket deket jeung lalaki apalagi lamun lalaki non muslim.. jangan leun deket, nikah oge teu boleh.. (mungkin maksud dari kakek tua ini jgn pacaran dengan non muslim.). Dan kalo jadi perempuan teh harus boga rasa malu, malu kalo keluar rumah buka aurat. Malu deket jeung sanes mukhrim na.. rasa malu iye kudu di pelihara. Apalagi setelah menikah, banyak godaannya apalagi kalo perempuannya ga bisa jaga rasa malu, kebanyakan lalaki teh suka sama perempuan yang telah berumah tangga." Ucap kakek tua tersebut semakin serius, suara yang pelan dan logat berbahasa sunda membuat diani membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengartikan artinya sekaligus memahami tiap perkataannya.
"Yang terakhir.. jangan nerima budi, karena suatu saat kita harus balas budi ke orang yang memberi budi." (Jgn mau nerima a, b, atau c gitu aja. Karena ga semua orang memberi dengan tulus.)
Kalian teh gelius dan manis manis, (wuuu.. terbang dibilang begini. Hihihi), semua orang ga ada yang jelek di dunia ini.. nah untuk menambah kecantikan di diri kalian setiap kalian ngaca jgn lupa berdoa lalu membaca surah Al-Falaq dilanjut baca 'Ya Qudus' sebanyak 3 kali..
"Aku cantik hari ini. Semoga bukan rupa ku saja yang cantik tapi hatikupun cantik."
Teeneneettt.. tenenettt..
"Sebentar lagi akan memasuki stasiun tanah tinggi. Persiapankan barang bawaan anda, jangan sampai ketinggalan."
Suara dari speaker didalam kereta saat ingin memasuki stasiun.
"Bi (panggilan buay habibi), kita turun di sini?" Tanya ade ke habibi yang memecahkan suasana serius diantara diani, ade dan kakek tua.
"Iyaa yukk siap-siap." Jawab habibi sambil beranjak bangun dari kursinya.
"Udah mau turun yah? Tanya sang kakek tua
"Iya pak, kami pamit yahh pak." Jawab diani dan ade rachmah..
Kereta pun sampai di stasiun, diani, habibi dan ade rachma pun turun dari kereta.
NB: terimakasih buat kakek tua yang telah menginggatkan diani pada kakek tua yang ada di tulisan sebelumnya.
Tiba-tiba seorang kakek tua yang memberikan beberapa wejangan dan pesan??
Dan kemarin, di KRL stasiun Duri.
Stasiun pada dini hari, dengan suasana sunyi dan penumpangnya dapat di hitung. Berbeda dengan siang hari, dimana stasiun selalu penuh dengan penumpang yang berlarian mengejar kereta.
Habibi, ade rachmah dan diani, kita pertama kali ada distasiun ini..
Menanyakan kebeberapa petugas keamanan "kapan kereta jurusan tanah tinggi datang?"
Dan mereka menjawab "sebentar lagi, keretanya lagi otw. Tunggu aja. Itu kereta terakhir." Jawab para petugas keaman.
kita bertiga menunggu dengan keluhan kaki sakit akibat field trip yang rutenya membutuhkan tenaga lebih besar.
Teeettttt... teeeettt..
"Kereta tanah tinggi akan masuk jalur dua." Suara dari speaker di stasiun.
Saat kereta datang, kita menyerbunya, memilih tempat duduk yang nyaman.
diani dan ade rachmah duduk di samping seorang kakek tua berpakaian warna putih. Sedangkan habibi duduk bersebrangan dengan kami.
"Kok keretanya engga berangkat-berangkat yah?" Suara dari salah satu kami bertiga.
"Ini kereta terakhir,nunggu semua kereta yang lewat stasiun ini. Paling jam setengah satu dini hari berangkatnya." Jawaban dari seorang kakek tua yang sedang duduk di sebelah ade rachmah. Sontak kami bertiga mengalihkan pandangan kami menuju sang kakek tua dan tersenyum.
Sebatas itu saja percakapan kami dengan sang kakek dua.
*keretaa pun berangkat..
Hening diantara kami bertiga..
Habibi memulai perjalanan dengan tidur, ade rachmah memulai perjalanan dengan handphone di tangannya, dan diani memulai perjalanan dengan menantap sendal jepit yang di pakainya dan plastik yang berisikan sepatu rusak di tangannya.
ditengah perjalanan ketika diani sedang mendengarkan ade rachmah cerita tentang si dia *yang disukai ade*..
"Neng, dari mana?" terdengar suara rentan milik sang kakek tua. Diani dan ade rachmah yang sedang bercurhat pun menunda percakapan.
"Dari sukabumi pak. Habis ikut organisasi" jawab ade rachmah karena kakek tua tersebut ada di sampingnya..
"Neng mau kemana?" Sang kakek tua bertanya kembali..
"Mau serang pak." Jawab ade dengan singkat.
"Neng berdua dari tadi bapak perhatikan, kayanya orang baik baik." Ucap kakek tua mengubah posisinya menghadap kami dan menatap kami.
Kami yang ditatapnya pun tersenyum..
"Neng, bapak mah nitip ka eneng.. omatnya. Solat tong ditinggal tinggal keun.. Dosa anu besar teh lain dosa maksiat tapi dosa meninggalkan solat. Nah makanya eneng tong ninggal jeun solat." Kakek tua melanjutkan perkataannya.. dan kami hanya mengangguk angguk..
"Jadi perempuan teh ulah, osok deket deket jeung lalaki apalagi lamun lalaki non muslim.. jangan leun deket, nikah oge teu boleh.. (mungkin maksud dari kakek tua ini jgn pacaran dengan non muslim.). Dan kalo jadi perempuan teh harus boga rasa malu, malu kalo keluar rumah buka aurat. Malu deket jeung sanes mukhrim na.. rasa malu iye kudu di pelihara. Apalagi setelah menikah, banyak godaannya apalagi kalo perempuannya ga bisa jaga rasa malu, kebanyakan lalaki teh suka sama perempuan yang telah berumah tangga." Ucap kakek tua tersebut semakin serius, suara yang pelan dan logat berbahasa sunda membuat diani membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengartikan artinya sekaligus memahami tiap perkataannya.
"Yang terakhir.. jangan nerima budi, karena suatu saat kita harus balas budi ke orang yang memberi budi." (Jgn mau nerima a, b, atau c gitu aja. Karena ga semua orang memberi dengan tulus.)
Kalian teh gelius dan manis manis, (wuuu.. terbang dibilang begini. Hihihi), semua orang ga ada yang jelek di dunia ini.. nah untuk menambah kecantikan di diri kalian setiap kalian ngaca jgn lupa berdoa lalu membaca surah Al-Falaq dilanjut baca 'Ya Qudus' sebanyak 3 kali..
"Aku cantik hari ini. Semoga bukan rupa ku saja yang cantik tapi hatikupun cantik."
Teeneneettt.. tenenettt..
"Sebentar lagi akan memasuki stasiun tanah tinggi. Persiapankan barang bawaan anda, jangan sampai ketinggalan."
Suara dari speaker didalam kereta saat ingin memasuki stasiun.
"Bi (panggilan buay habibi), kita turun di sini?" Tanya ade ke habibi yang memecahkan suasana serius diantara diani, ade dan kakek tua.
"Iyaa yukk siap-siap." Jawab habibi sambil beranjak bangun dari kursinya.
"Udah mau turun yah? Tanya sang kakek tua
"Iya pak, kami pamit yahh pak." Jawab diani dan ade rachmah..
Kereta pun sampai di stasiun, diani, habibi dan ade rachma pun turun dari kereta.
NB: terimakasih buat kakek tua yang telah menginggatkan diani pada kakek tua yang ada di tulisan sebelumnya.
Wednesday, 16 December 2015
kata ajaib "perempuan strong"
desember. pertanggal 16.
banyak bangett cerita yang disuguhin sampai pertengahan ini.
terutama tentang "S buat strong." hihihi suka tiba tiba syedih kalo inget kata strong..
ini update tanggal 4 desember. pertamakali ujan ujanan di bulan ini..
dan besoknya langsung melempem. perempuan strong jadi bocah cengeng selama 5, 6 dan 7 desember..
pada tanggal 5 desember, udah tau melempem (badan udah anget, mulai batuk batukan) eh sok sok an kuat, masih ikut jalan jalan ama mamah, teteh dan tante selama setengah hari, masih bisa makan nasi padang 1 setengah porsi lagih. wkwkwk
nyampe jam 2an lanjut rumah tidur bangun jam 4 karena ada adek kecil main ke rumah terus ngasuh adek kecil sampe jam 8 malem..
dann taraa satu jam kemudian baru bisa bilang "mah, eni ga kuat. badannya anget tapi jari tangan dan kaki dingin." diiringi suara batuk disetiap katanya.
dengan sigap mamah dan papah nyariin obat.
"nih minum ini aja." ucap papah
"jangan ini aja." ucap mamah
"dua duanya aja." ucap papah lagi
"ga mauu.. mau satu aja. satu aja belum tentu bisa nelennya" ucap diani.
diani dan tetehnya memang paling gak bisa nelen obat tablet. selalu ada kata kesempatan kedua tiap kali harus nelen obat tablet.
bagi diani nelen obat tablet itu suka ga mau ke telen dan lumer pait di mulut.
setelah minum obat, reaksinya mulai terasa. dan diani bisa tidur nyenyak selama beberapa jam.
namun setelah reaksinya habis diani kembali harus menahan tingginya suhu tubuh yang hampir satu jam sekali membangunkannya.
terkadang pemikiran di luar nalar seperti "diani pasrah. mau sekarang juga gpp. ikhlas diani mah. tapi jangan bikin mamah sedih. sesedih kehilangan tiga orang yang pertama." ucap dalam hati dan hihihi bocah cengeng menjadi cengeng..
**** cukup segitu aja ceritanya***
dan beberapa hari yang lalu ada seorang temen diani. dia basah kuyup tetep maksain masuk mk.
selesai mk dia mau pulang namun tertahan karena ada janji mau bikin kejutan buat temen yang lain.
beberapa orang teman sempat bilang "bajunya basah. engga dingin?"
cuma sebatas bilang. no action.
duhh gusti nyess banget. seandainya diani bawa baju selain yang diani pake atau jaket. diani pinjemin deh, dari pada dia begitu.
---
satu sampai dua jam dia menunggu dengan kondisi menahan dinginnya ruangan. namun tak ada satupun yang mengerakan rencana kejutan. sepertinya rencana hanya jadi wacana kalo tak ada seorang pun yang inisiatip gerak.
jika seperti ini terus, yang menahan dingin akan tetap menahan dingin. yang merasa kehangatan akan tetap menikamati kehangatan.
akhirnya aku dan seorang teman yang menahan dingin keluar dari ruangan.
di luar hujan gerimis.
kita bercengkrama membahas rencana ini.
"kita perempuan strong."
"iya kita perempuan strong. yuk berangkat."
dengan pakaian yang belum kering 'dia' yang menahan dingin kembali menerjang hujan membiarkan hujan membasahi tubuhnya.
dan aku dengan kondisi seperti nenek nenek (sering batuk batukan) berada di belakang dia yang menahan dingin.
kita berdua pergi ke sebuah tempat hingga pakaian yang agak basah menjadi agak kering.
setelah medapatkan apa yang kami cari, kami kembali ke ruangan tersebut.
kita datang namun sebagian dari mereka hendak pergi. bermaksud mengajak mereka untuk merayakan namun
"ih kenapa engga dari tadi, kan udah diluar. harus lepas sepatu lagi." simpel sih perkataannya tapi diani ngerasa jleb. yaaa mungkin edisi baper diani lagi kumat jadi setiap kalimat biasa aja menjadi jleb.
seandainya mulut dan hati diani engga di jaga baik. engga memikirkan kebaikan kejutan ini. mungkin diani saat itu nyeletuk bilang "mau beli juga engga. mau ujan ujanan aja engga. udah bersyukur ada yang beli. eh ini masih protes aja."
dibalik kejadian itu prosesi kejutan pun berhasil. yeah.. dia yang menahan dingin dan aku yang seperti nenek nenek karena sering batuk pun pulang lebih dulu. sebelum pulang dan berpisah.
"yang kuat yah.. kan perempuan strong. jangan melempem kaya diani kemarin. kalo kenapa napa langsung bm diani yahh" ucap diani.
"iyaa siap. saya kan strong pasti kuat kok.. ucap dia yang menahan dingin.
*tamat*
uhuk uhuk.. maaf nihh yahh. menghargai itu penting loh.. cukup dengan kata terimakasih. semua terbayar. bukannya haus kata terimakasih tapi apabila tidak mampu jangan berbicara yang tidak baik.
banyak bangett cerita yang disuguhin sampai pertengahan ini.
terutama tentang "S buat strong." hihihi suka tiba tiba syedih kalo inget kata strong..
ini update tanggal 4 desember. pertamakali ujan ujanan di bulan ini..
dan besoknya langsung melempem. perempuan strong jadi bocah cengeng selama 5, 6 dan 7 desember..
pada tanggal 5 desember, udah tau melempem (badan udah anget, mulai batuk batukan) eh sok sok an kuat, masih ikut jalan jalan ama mamah, teteh dan tante selama setengah hari, masih bisa makan nasi padang 1 setengah porsi lagih. wkwkwk
nyampe jam 2an lanjut rumah tidur bangun jam 4 karena ada adek kecil main ke rumah terus ngasuh adek kecil sampe jam 8 malem..
dann taraa satu jam kemudian baru bisa bilang "mah, eni ga kuat. badannya anget tapi jari tangan dan kaki dingin." diiringi suara batuk disetiap katanya.
dengan sigap mamah dan papah nyariin obat.
"nih minum ini aja." ucap papah
"jangan ini aja." ucap mamah
"dua duanya aja." ucap papah lagi
"ga mauu.. mau satu aja. satu aja belum tentu bisa nelennya" ucap diani.
diani dan tetehnya memang paling gak bisa nelen obat tablet. selalu ada kata kesempatan kedua tiap kali harus nelen obat tablet.
bagi diani nelen obat tablet itu suka ga mau ke telen dan lumer pait di mulut.
setelah minum obat, reaksinya mulai terasa. dan diani bisa tidur nyenyak selama beberapa jam.
namun setelah reaksinya habis diani kembali harus menahan tingginya suhu tubuh yang hampir satu jam sekali membangunkannya.
terkadang pemikiran di luar nalar seperti "diani pasrah. mau sekarang juga gpp. ikhlas diani mah. tapi jangan bikin mamah sedih. sesedih kehilangan tiga orang yang pertama." ucap dalam hati dan hihihi bocah cengeng menjadi cengeng..
**** cukup segitu aja ceritanya***
dan beberapa hari yang lalu ada seorang temen diani. dia basah kuyup tetep maksain masuk mk.
selesai mk dia mau pulang namun tertahan karena ada janji mau bikin kejutan buat temen yang lain.
beberapa orang teman sempat bilang "bajunya basah. engga dingin?"
cuma sebatas bilang. no action.
duhh gusti nyess banget. seandainya diani bawa baju selain yang diani pake atau jaket. diani pinjemin deh, dari pada dia begitu.
---
satu sampai dua jam dia menunggu dengan kondisi menahan dinginnya ruangan. namun tak ada satupun yang mengerakan rencana kejutan. sepertinya rencana hanya jadi wacana kalo tak ada seorang pun yang inisiatip gerak.
jika seperti ini terus, yang menahan dingin akan tetap menahan dingin. yang merasa kehangatan akan tetap menikamati kehangatan.
akhirnya aku dan seorang teman yang menahan dingin keluar dari ruangan.
di luar hujan gerimis.
kita bercengkrama membahas rencana ini.
"kita perempuan strong."
"iya kita perempuan strong. yuk berangkat."
dengan pakaian yang belum kering 'dia' yang menahan dingin kembali menerjang hujan membiarkan hujan membasahi tubuhnya.
dan aku dengan kondisi seperti nenek nenek (sering batuk batukan) berada di belakang dia yang menahan dingin.
kita berdua pergi ke sebuah tempat hingga pakaian yang agak basah menjadi agak kering.
setelah medapatkan apa yang kami cari, kami kembali ke ruangan tersebut.
kita datang namun sebagian dari mereka hendak pergi. bermaksud mengajak mereka untuk merayakan namun
"ih kenapa engga dari tadi, kan udah diluar. harus lepas sepatu lagi." simpel sih perkataannya tapi diani ngerasa jleb. yaaa mungkin edisi baper diani lagi kumat jadi setiap kalimat biasa aja menjadi jleb.
seandainya mulut dan hati diani engga di jaga baik. engga memikirkan kebaikan kejutan ini. mungkin diani saat itu nyeletuk bilang "mau beli juga engga. mau ujan ujanan aja engga. udah bersyukur ada yang beli. eh ini masih protes aja."
dibalik kejadian itu prosesi kejutan pun berhasil. yeah.. dia yang menahan dingin dan aku yang seperti nenek nenek karena sering batuk pun pulang lebih dulu. sebelum pulang dan berpisah.
"yang kuat yah.. kan perempuan strong. jangan melempem kaya diani kemarin. kalo kenapa napa langsung bm diani yahh" ucap diani.
"iyaa siap. saya kan strong pasti kuat kok.. ucap dia yang menahan dingin.
*tamat*
uhuk uhuk.. maaf nihh yahh. menghargai itu penting loh.. cukup dengan kata terimakasih. semua terbayar. bukannya haus kata terimakasih tapi apabila tidak mampu jangan berbicara yang tidak baik.
Monday, 14 December 2015
15 desember 2015
nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan di??
biasalah diani kalo datang engga telat ke kampus, itu bukan diani namanya..
jadi hari ini tuh sebenernya males banget ke kampus, cuma satu mk dari jam set 8 (ngaret jam set 9) sampe jam 9.10 (jam normal)
lari lari dari lorong gedung d.
"loh kok gelap, kaya ga ada orang." ucap diani dalam hati sambil ngeluarin handphone. tangannya menyentuh layar hingga terbukalah sebuah percakapan grup pma2013.
"ada dosen, buruan masuk. di ruang 103." tulisan yang tertera dilayar handphone..
"duh.. ada dosen.." dengan ekpresi panik dan langkah kaki di percepat, sampailah di disamping ruang 103.
"loh.. kok gelap?, katanya ada dosen." diani nih protes mulu.. belum juga di tengok ke kacanya..
mendekat ke kaca pintu dan taraaa terlihat mereka sedang menonton sebuah film buah tangan dari field trip beberapa minggu yang lalu.
ku ayunkan gagang pintu dan ku dorong pintu kokoh tersebut.. hingga tergeser.
"hih adiss diani telat hehehe" menhampiri adis yang duduk tak jauh dari pintu..
"diani mah telat mulu.. telat banget malah yang ini." ceplos temen disamping diani yang bernama rangga.
"hehehe diani kira ga ada dosen." jawab diani dengan ketawa kecil..
"eh ada diani, nih ambil gorengan dan aquanya. sok makan makan dulu. yang lain udah pada ngambil." suara bapak dosen memecah kepanikan diani..
diani memutar tubuhnya 180derajat, ia melihat di depannya ada sebungkus gorengan beserta dan tak jauh ada satu dus aqua gelas.
"eh iya pak.. bentar pak, ini mau benerin kursi buat duduk." jawab diani sambil membenahi kursi buat duduk di samping adisti dan selang satu kursi dengan rangga.
*planntangg.*
gemuruh suara kursi bertabarakan satu sama lain. semua mata tertuju pada diani.. lagi dan lagi senyuman yang diani berikan.
"udah sini duduk di depan, tuh dekat senior. tinggal duduk aja, dari pada disana repot." ucap pak dosen sambil memperhatikan diani.
"eh engga ah pak, disini aja.. ini juga udah kok." jawab diani langsung duduk ketika selesai merapihkan kursi yang akan ia duduki.
engga lama diani berdiri, berjalan menuju dus aqua lalu mengambil satu buah aqua gelas.
menikmati segelas aqua+gorengan gratis dengan film. wkwkwk cuma sama pak dosen msdm doang yang bisa begini.. :D
setelah menikmati film field trip dilanjut dengan perkenalan satu persatu anggota kelas dengan bahasa inggris tak lupa handphone untuk rekaman video setiap mahasiswa.
"pak ini mknya udah abis." ucap salah seorang dari kami.
"yaudah selow abis ini mk bapak juga kok."
dan akhirnya mk ini berakhir pukul 10.50 dari jam seharusnya 9.10. wkwkwk
****
selesai mk.
"dis mau kemana? kosan eva?" tanya diani berjalan menuju keluar kelas..
"iyaa.. tapi adis mau ngasih surat dulu." jawab adis sambil ngutak ngutik handphone.
"mau ikut deh.. biar ke kosan evanya bareng." balas diani sambil berjalan di belakang adis.
ditengah perjalanan ada seorang wanita tinggi, langsing dan manis menghampiri kami. yaa kita mengenalnya dengan nama fitri biasa di panggil mba fit.
"eh mba fit. mau kemana?" ucap diani saat melihat tubuh mba fit sudah di depan mata..
"mau ngumpulin tugas PHP, liat teh nurma (asdos)?"
"PHP kelompok kita mba fit? emang belum selesai? tadi diani liat kok.. tadi ada di depan ruangan 103. yukk sama diani kesana."
kita bergegas menuju ruang 103. pas nyampe sana ehh malah engga ada.. kita keluar gedung lalu jalan menuju fakutas sambil ngetik bm "teh nurma dimana?".
beberapa menit kemudian dia membalas "ruang 103."
kita pun bergegas menuju ruangan yang tadi dan teh nurma ada didalam kelas.
"alhamdulillah" ucap aku dan mba fit bersama sama.
kita melambaikan tangan dari kaca memanggil teh nurma..
dia langsung keluar kelas.
dan...
"ini harusnya di jilid. engga kaya gini." ucap teh nurma saat melihat laporan kita belum dijilid.
"yaudah teh, kita jilid dulu nanti kesini lagi."
okey kitapun cuss meninggalkan gedung d dan beranjak mencari fotocopyan. setelah selesai menjilid kita datang lagi ke gedung d 103. melambaikan tangan ke kaca memanggil teh nurma. dia pun keluar dan laporan pun di terima. selesai..
"
biasalah diani kalo datang engga telat ke kampus, itu bukan diani namanya..
jadi hari ini tuh sebenernya males banget ke kampus, cuma satu mk dari jam set 8 (ngaret jam set 9) sampe jam 9.10 (jam normal)
lari lari dari lorong gedung d.
"loh kok gelap, kaya ga ada orang." ucap diani dalam hati sambil ngeluarin handphone. tangannya menyentuh layar hingga terbukalah sebuah percakapan grup pma2013.
"ada dosen, buruan masuk. di ruang 103." tulisan yang tertera dilayar handphone..
"duh.. ada dosen.." dengan ekpresi panik dan langkah kaki di percepat, sampailah di disamping ruang 103.
"loh.. kok gelap?, katanya ada dosen." diani nih protes mulu.. belum juga di tengok ke kacanya..
mendekat ke kaca pintu dan taraaa terlihat mereka sedang menonton sebuah film buah tangan dari field trip beberapa minggu yang lalu.
ku ayunkan gagang pintu dan ku dorong pintu kokoh tersebut.. hingga tergeser.
"hih adiss diani telat hehehe" menhampiri adis yang duduk tak jauh dari pintu..
"diani mah telat mulu.. telat banget malah yang ini." ceplos temen disamping diani yang bernama rangga.
"hehehe diani kira ga ada dosen." jawab diani dengan ketawa kecil..
"eh ada diani, nih ambil gorengan dan aquanya. sok makan makan dulu. yang lain udah pada ngambil." suara bapak dosen memecah kepanikan diani..
diani memutar tubuhnya 180derajat, ia melihat di depannya ada sebungkus gorengan beserta dan tak jauh ada satu dus aqua gelas.
"eh iya pak.. bentar pak, ini mau benerin kursi buat duduk." jawab diani sambil membenahi kursi buat duduk di samping adisti dan selang satu kursi dengan rangga.
*planntangg.*
gemuruh suara kursi bertabarakan satu sama lain. semua mata tertuju pada diani.. lagi dan lagi senyuman yang diani berikan.
"udah sini duduk di depan, tuh dekat senior. tinggal duduk aja, dari pada disana repot." ucap pak dosen sambil memperhatikan diani.
"eh engga ah pak, disini aja.. ini juga udah kok." jawab diani langsung duduk ketika selesai merapihkan kursi yang akan ia duduki.
engga lama diani berdiri, berjalan menuju dus aqua lalu mengambil satu buah aqua gelas.
menikmati segelas aqua+gorengan gratis dengan film. wkwkwk cuma sama pak dosen msdm doang yang bisa begini.. :D
setelah menikmati film field trip dilanjut dengan perkenalan satu persatu anggota kelas dengan bahasa inggris tak lupa handphone untuk rekaman video setiap mahasiswa.
"pak ini mknya udah abis." ucap salah seorang dari kami.
"yaudah selow abis ini mk bapak juga kok."
dan akhirnya mk ini berakhir pukul 10.50 dari jam seharusnya 9.10. wkwkwk
****
selesai mk.
"dis mau kemana? kosan eva?" tanya diani berjalan menuju keluar kelas..
"iyaa.. tapi adis mau ngasih surat dulu." jawab adis sambil ngutak ngutik handphone.
"mau ikut deh.. biar ke kosan evanya bareng." balas diani sambil berjalan di belakang adis.
ditengah perjalanan ada seorang wanita tinggi, langsing dan manis menghampiri kami. yaa kita mengenalnya dengan nama fitri biasa di panggil mba fit.
"eh mba fit. mau kemana?" ucap diani saat melihat tubuh mba fit sudah di depan mata..
"mau ngumpulin tugas PHP, liat teh nurma (asdos)?"
"PHP kelompok kita mba fit? emang belum selesai? tadi diani liat kok.. tadi ada di depan ruangan 103. yukk sama diani kesana."
kita bergegas menuju ruang 103. pas nyampe sana ehh malah engga ada.. kita keluar gedung lalu jalan menuju fakutas sambil ngetik bm "teh nurma dimana?".
beberapa menit kemudian dia membalas "ruang 103."
kita pun bergegas menuju ruangan yang tadi dan teh nurma ada didalam kelas.
"alhamdulillah" ucap aku dan mba fit bersama sama.
kita melambaikan tangan dari kaca memanggil teh nurma..
dia langsung keluar kelas.
dan...
"ini harusnya di jilid. engga kaya gini." ucap teh nurma saat melihat laporan kita belum dijilid.
"yaudah teh, kita jilid dulu nanti kesini lagi."
okey kitapun cuss meninggalkan gedung d dan beranjak mencari fotocopyan. setelah selesai menjilid kita datang lagi ke gedung d 103. melambaikan tangan ke kaca memanggil teh nurma. dia pun keluar dan laporan pun di terima. selesai..
"
Wednesday, 2 December 2015
berpikir ulang untuk menikmati laut.
setelah melewati hari ini, diani berpikir-pikir lagi buat menyukai laut.
diani mengenal laut sejak 3 tahun lalu, tepatnya disalah satu pelabuhan penyerbangan..
awalnya diani mengira laut itu asik dari pada pantai.. karena laut dapat memberi ketentraman dan nuansa yang berbeda dengan pantai.
Laut yang ku kenal, ia menyajikan kapal-kapal yang hilir mudik, dunia bawah laut yang kaya akan flora dan fauna, serta angin lebih kencang namun membuat nyaman.
Laut seperti itulah yang membuat seorang diani ingin kembali untuk menikmatinya lagi.
akhirnya ditulis dalam list impian.
impiannya sepele sih tapi kalo ga ditulis dan di doain tiap hari belum tentu bisa tercapai..
yang diani harus yakin -> list tersebut akan tercapai entah gimana pun caranya dan waktunya kapan.
2 desember 2015.
selalu ada cara untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lewat berbagai hal.
seperti hari ini..
*niat mau ngerjain tugas, eh diajak naik banana boat tapi belum rejeki karena pas mau pesen mamang banananya malah menjauh selain itu pada engga bawa baju ganti..
melihat ada perahu nganggur.. alhasil perahu pun jadi.*
mengenal laut lebih dalam melalui sebuah perahu berukuran kecil.
diani kayanya pernah naik perahu (maaf udah lupa banget, kalo ada yang pernah nanya diani pernah naik perahu atau belum terus diani jawab belum. berarti saat itu diani ga menginggatnya lebih dalam) abis itu udah lama. jadi lupa deh..
saat naik perahu, ada rasa senang campur bahagia.. "yeah. naik perahu. menikmati laut lebih dalam" ujarku dalam hati..
namun beberapa menit perjalanan, mulai menjauhi tepian pantai..
tiba-tiba..
naik perahu ukuran kecil itu terombang ambing oleh deburan air laut yang terbawa oleh angin..
deburan air laut yang menimbulkan ketidakkestabilan perahu, bergoncang ke kanan.. bergoncang ke kiri..
bagi seorang yang tidak bisa berenang, itu adalah salah satu hal yang membuat wajah hilang darah.. wkwkwk jangankan menikmati laut, untuk bertahan dan terlihat baik baik saja di atas perahu saja, rasanya membutuhkan tenaga lebih.. hehehe
"huuu.. cepetan mendarat ke pantai. jangan sampai terbalik perahunya, ini lautnya dalam. diani ga pake pelampung. nanti kalo ke cebur bisa langsung tenggelem." ujar diani dalam hati sambil menatap air laut yang terbawa oleh angin berbenturan dengan perahu kecil.
"iiih diani masa kamu naik perahu aja udah syok gini.. gimana kalo nanti naik kapal?." ujar diani dalam hati lagi. ketika teringat ada list naik kapal.
wkwkwk pikir pikir ulang list naik kapal untuk menikmati laut.. :D
****
yaa.. begitulah ketika mengenal lebih dalam, yang dianggap mengasikan, menyenangkan dan ingin kembali lagi. belum tentu anggapan kita itu masih berlaku..
hihihi Laut.. kini diani lebih mengenal sifatmu..
walaupun laut membuat wajah hilang darah tapi itu tetap lebih baik dari pada pantai.
diani mengenal laut sejak 3 tahun lalu, tepatnya disalah satu pelabuhan penyerbangan..
awalnya diani mengira laut itu asik dari pada pantai.. karena laut dapat memberi ketentraman dan nuansa yang berbeda dengan pantai.
Laut yang ku kenal, ia menyajikan kapal-kapal yang hilir mudik, dunia bawah laut yang kaya akan flora dan fauna, serta angin lebih kencang namun membuat nyaman.
Laut seperti itulah yang membuat seorang diani ingin kembali untuk menikmatinya lagi.
akhirnya ditulis dalam list impian.
impiannya sepele sih tapi kalo ga ditulis dan di doain tiap hari belum tentu bisa tercapai..
yang diani harus yakin -> list tersebut akan tercapai entah gimana pun caranya dan waktunya kapan.
2 desember 2015.
selalu ada cara untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lewat berbagai hal.
seperti hari ini..
*niat mau ngerjain tugas, eh diajak naik banana boat tapi belum rejeki karena pas mau pesen mamang banananya malah menjauh selain itu pada engga bawa baju ganti..
melihat ada perahu nganggur.. alhasil perahu pun jadi.*
mengenal laut lebih dalam melalui sebuah perahu berukuran kecil.
diani kayanya pernah naik perahu (maaf udah lupa banget, kalo ada yang pernah nanya diani pernah naik perahu atau belum terus diani jawab belum. berarti saat itu diani ga menginggatnya lebih dalam) abis itu udah lama. jadi lupa deh..
saat naik perahu, ada rasa senang campur bahagia.. "yeah. naik perahu. menikmati laut lebih dalam" ujarku dalam hati..
namun beberapa menit perjalanan, mulai menjauhi tepian pantai..
tiba-tiba..
naik perahu ukuran kecil itu terombang ambing oleh deburan air laut yang terbawa oleh angin..
deburan air laut yang menimbulkan ketidakkestabilan perahu, bergoncang ke kanan.. bergoncang ke kiri..
bagi seorang yang tidak bisa berenang, itu adalah salah satu hal yang membuat wajah hilang darah.. wkwkwk jangankan menikmati laut, untuk bertahan dan terlihat baik baik saja di atas perahu saja, rasanya membutuhkan tenaga lebih.. hehehe
"huuu.. cepetan mendarat ke pantai. jangan sampai terbalik perahunya, ini lautnya dalam. diani ga pake pelampung. nanti kalo ke cebur bisa langsung tenggelem." ujar diani dalam hati sambil menatap air laut yang terbawa oleh angin berbenturan dengan perahu kecil.
"iiih diani masa kamu naik perahu aja udah syok gini.. gimana kalo nanti naik kapal?." ujar diani dalam hati lagi. ketika teringat ada list naik kapal.
wkwkwk pikir pikir ulang list naik kapal untuk menikmati laut.. :D
****
yaa.. begitulah ketika mengenal lebih dalam, yang dianggap mengasikan, menyenangkan dan ingin kembali lagi. belum tentu anggapan kita itu masih berlaku..
hihihi Laut.. kini diani lebih mengenal sifatmu..
walaupun laut membuat wajah hilang darah tapi itu tetap lebih baik dari pada pantai.
Thursday, 19 November 2015
november, ini ceritaku part 1
Bismillahirohmanirohim..
Ku awali tulisan ini
Dengan mengucap nama Allah Yang Maha Pengasih
Lagi Maha Penyayang..
Dimana Engkaulah satu-satunya Zat yag dapat
mengasihi Umatnya tanpa Pamprih dan tak pandang bulu, Engkaulah satu-satunya
Zat yang mengerti dimana umatnya membutuhkan sesuatu.
Dan Engkaulah satu-satunya Zat Maha
Penyayang, dimana Engkau selalu memberikan rasa sayang kepada setiap Umat yang
membutuhkan, Engkau tak pernah membiarkan Umatnya sendirian tanpa rasa sayang.
November, bulan yang ku awali dengan
pengibaratan sebuah batang tanaman. Dimana ada dua buah batang tanaman, salah satu
dari tanaman itu berbentuk halus, licin namun tak menghasilkan berbunga dan
satu lagi bertekstur berduri namun dapat menghasilkan bunga. Memilihi jalan
dengan pengibaratan seperti itu tidaklah mudah, manusia akan selalu memilih
jalan halus, licin dan menghasilkan bunga.
Bagaimana bisa mendapatkan bunga yang indah tapi
tak perlu perjuangan dalam mengambilnya?
-------------
Jujur ga tau mau nulis apa di dalam tulisan
ini. Aku bukanlah seorang penulis handal yang dapat menyembunyikan setiap
kejadian dalam sebuah kisah dimana penulis mampu membuat para pembaca terkesima
dan menghasilkan pujian, aku lebih menyukai kritikan/ejekan seperti:
Alay..
*kalian tau kan alaynya saya bagaimana?,
bedakan sama kealayan orang-orang? Dan kadang, udah tau alay eh ada yang
ngikutin. Kan aneh.*? hehehe
atau baperan?
.
Silahkan kalian berkritik.
Karena setiap perkataan dari kalian, akan
membuat saya lebih berfikir lebih untuk memahami perkataan kalian.
Tenang kritikan seperti itu ga akan membuatku
marah, karena setiap manusia memiliki banyak kekurangan, dan mungkin
kekuranganku menurut kalian tapi bagiku itu adalah kelebihan.
Dimana melalui ke alayan dapat berkreasi,
karena saya bukanlah orang kreatif dalam bekarya.
Dan sifat baperan itu, membuat saya rajin
intropeksi diri, mengenali sifat orang agar lebih berhati-hati dalam bertindak terhadap
orang lain.
Ibarat kata “kita tidak mau di giniin,
makanya kita tidak boleh bersikap seperti ini kepada orang lain.”
Apabila kalian melihat saya menangis karena
kritikan tersebut.
Maka..
Biarkan saja saya menangis,,
Menangis bukan karena kata-kata yang terlalu
tajam,,
namun karena
emosi naruli perempuan yang sedang labil.
Tidak perlu lebaii,,
Dengan cara mengaku salah, seharusnya apabila
tau salah lantas mengapa kalian masih melakukan hal tersebut?? (?)
Semua sudah terjadi..
Kalian hanya perlu..
menunggu,,
dalam hitungan detik maka saya akan tersenyum
bahkan tertawa.
*Seorang malaikat dunia bermata sipit dan
berkulit kuning langsat yang mengajariku tertawa saat menangis, malaikat dunia
yang tak ingin melihat diriku terlalu larut dalam tangisan.*
--------------
Entah, sampai tanggal 19 november ini, aku
belum mengetahui jalan mana yang sedang ku jalani. Satu hal, terimakasih buat Allah,
karena melalui tulisan ini saya sadar.
Inilah yang kurasakan tentang Engkau yang
Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang, dimana Engkau selalu mengasihiku melalui
kritikan agar sadar tentang kasih yang engkau berikan dan Engkau selalu
kirimkan malaikat dunia yang begitu menyayangiku dalam kesulitan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



