Tuesday, 15 September 2015

Metode Penyuluhan Di Desa Cikandang


MAKALAH METODE PENYULUHAN PERTANIAN

“METODE PENYULUHAN DI DESA CIKANDANG”

SEBAGAI LAPORAN HASIL OBSERVASI


DISUSUN OLEH:

ALIYUDHA SAEFUDDIN
DIANI LUPITASARI
OKTA TRI PUTRI
M. ICHSAN M


KELAS IV B


JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015
 

KATA PENGANTAR


Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji dan syukur kepada Allah SWT yang dengan ridho-Nya, Kami dapat menyelesaikan makalah laporan tentang “Metode Penyuluhan Pertanian di desa Cikandang” ini dengan lancar. Sholawat serta salam kami ucapkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw dan untuk para keluarga, sahabat, pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi beliau. Kami menyadari bahwa untuk mencapai hasil yang memuaskan tidaklah mudah, karena keterbatasan kemampuan penulis baik dari segi ilmu maupun literatur, sehingga makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun, kami sangat harapkan untuk menuju ke arah penyempurnaan makalah ini.
Makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, maka sepatutnya kami mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Bapak Ari Tresna, SP., M.Si. selaku dosen matakuliah Metode Penyuluhan Pertanian yang telah memberikan tugas ini, serta memberi dorongan moril kepada kami untuk menyelesaikan laporan ini.
2.      Kedua Orang Tua dan Keluarga kami, yang memberi motivasi, dorongan semangat dan doa yang tiada hentinya kepada kami.
3.      Penyuluh dan masyarakat di desa Cikandang, Cikajang, Garut telah berpartisipasi dan mengijinkan kami berkunjung ke tempat tersebut.
4.      Rekan-rekan seangkatan atas segala dorongan, saran dan komentar yang diberikan selama pencarian referensi makalah ini hingga penyelesaian makalah ini.

Bantuan dan pengorbanan semua pihak semoga mendapat pahala yang setimpal dari Allah swt. Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat dalam mengembangkan  menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang Metode Penyuluhan Pertanian di desa Cikandang.

Serang, 05 Mei 2015


Penulis   
       

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya bekerja pada sektor pertanian, tidak heran jika inovasi-inovasi baru dalam sektor pertanian terus dikembangkan. Untuk pengimplementasi inovasi-inovasi baru dibutuhkan peran penyuluh pertanian  Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara penyampaian materi penyuluhan pertanian oleh penyuluh pertanian kepada petani beserta anggota keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung agar mereka tahu, mau dan mampu menggunakan inovasi baru.
            Penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal yang ditujukan kepada petani beserta keluarganya yang hidup di pedesaan dengan membawa dua tujuan utama yang diharapkannya. Untuk jangka pendek adalah menciptakan perubahan perilaku termasuk di dalamnya sikap, tindakan dan pengetahuan, serta untuk jangka panjang adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat dengan jalan meningkatkan taraf hidup mereka (Sastraadmadja, 1993).
       Tujuan penyuluhan pertanian adalah mengubah perilaku (behavior) petani dan anggota keluarganya yaitu mengubah pengetahuan, sikap, serta keterampilannya. Perubahan pengetahuan, sikap, serta keterampilannya. Perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilani ini akan merupakan “pintu gerbang” terjadinya penghayatan (Characterization, habitually) dan penerapan (adopsi) dari inovasi (pembaharuan) pertanian yang disuluhkan atau yang menjadi misinya.
              Dalam menyampaikan penyuluhan ada beberapa metode atau cara yang biasa nya dapat disampaikan penyuluh. Cara atau metode tersebut dilakukan agar petani dapat mengerti maksud dari pesan yang disampaikan oleh penyuluh, oleh sebab itu penyuluhpun harus memilih sekiranya metode apa yang tepat untuk digunakan saat memberikan penyuluhan. Metode yang digunakan tidak dapat secara asal di ambil ataupun di terapkan, akan tetapi harus di sesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan para petani.

1.2 Rumusan Masalah

1.      Bagaimana profil Desa Cikandang?
2.      Metode penyuluhan pertanian apa yang digunakan oleh Desa Cikandang?
3.      Apa komoditas unggul di Desa Cikandang?

1.3 Tujuan Makalah

1.      Untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Metode Penyuluhan Pertanian
2.      Untuk mengetahui bagaiman profil Desa Cikandang
3.      Untuk mengetahui metode penyuluhan pertanian seperti apa di gunakan oleh Desa Cikandang
4.      Untuk mengetahi apa saja komoditas unggul di Desa Cikandang

1.4 Manfaat Makalah

1.      Memberi sumber informasi mengenai profil Desa Cikandang
2.      Memberi informasi mengenai bagaimana metode penyuluhan pertanian yang digunakan oleh Desa Cikandang
3.      Memberi Informasi mengenai apa saja Komoditas unggul di Desa Cikandang


BAB II


TINJAUAN PUSTAKA


 


2.1 Pengertian Penyuluhan

Penyuluhan Pertanian adalah suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta mampu memecahkan masalahnya sendiri dalam usaha atau kegiatan-kegiatan meningkatkan hasil usahanya dan tingkat kehidupannya. Menurut U.Samsudin S penyuluhan pertanian adalah suatu cara atau usaha pendidikan yang bersifat di luar bangku sekolah (non formal) untuk para petani dan keluarganya di pedesaan. Menurut A.T. Mosher dalam penyuluhan terkandung arti aktivitas pendidikan di luar bangku sekolah (non formal).

2.2 Fungsi Penyuluhan Pertanian

Ada empat fungsi penyuluhan pertanian yaitu:
  1.      Pembuka jalan bagi petani untuk mendapatkan kebutuhanya dibidang pertanian khususnya ilmu pengetahuan.
  2.      Penyuluhan pertanian merupakan jembatan antara praktek atau kegiatan yang dijalankan petani dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang dan senantiasa dibutuhkan oleh petani.
  3.    Penyampai, pengusahaan dan penyesuaian program nasional dan regional agar dapat dilaksanakan oleh petani dalam rangka mensukseskan program pembangunan nasional.
  4.     Kegiatan pendidikan non formal yang dilakukan secara terus-menerus untuk mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis dan masalah-masalah pertanian yang berkembang.

2.3 Tujuan Penyuluhan Pertanian

Tujuan Penyuluhan Pertanian mencakup tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan penyuluhan jangka pendek yaitu menumbuhkan perubahan-perubahan dalam diri petani yang mencakup tingkat pengetahuan, kecakapan, kemampuan, sikap, dan motivasi petani terhadap kegiatan usaha tani yang dilakukan. Tujuan penyuluhan jangka panjang yaitu peningkatan taraf hidup masyarakat tani sehingga kesejahteraan hidup petani terjamin. Tujuan pemerintah terhadap penyuluhan pertanian adalah: meningkatkan produksi pangan, merangsang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga petani dan rakyat desa, mengusahakan pertanian yang berkelanjutan.

2.4 Unsur-unsur Penyuluhan Pertanian

Unsur-Unsur Penyuluhan pertanian meliputi:
  1.      Penyuluh pertanian, penyuluh pertanian adalah orang yang mengemban tugas memberikan dorongan dan pengarahan kepada petani agar mau mengubah cara berfikir, sikap dan perilaku nya terhadap perkembangan teknologi.
  2.     Sasaran penyuluhan pertanian, sasaran penyuluhan pertanian adalah audiens yang akan diberikan materi penyuluhan.
  3.      Metode penyuluhan pertanian, metode penyuluhan adalah cara-cara yang digunakan pada saat dilakukan penyuluhan, yang bersifat mendidik, membimbing, dan menerapkan sehingga dapat mengubah pemahaman, sikap, dan perilaku petani agar dapat menolong dirinya sendiri (self help)
  4.     Media Penyuluhan pertanian, media penyuluhan adalah salurann yang menghubungkan penyuluh dengan materi penyuluhannya dengan petani yang sedang mengikuti penyuluhan.
  5.     Materi Penyuluhan Pertanian, materi penyuluhan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian yang disamapaikan pada saat dilakukan penyuluhan.
  6.     Waktu Penyuluhan Pertanian, waktu penyuluhan merupakan waktu yang dipilih seorang penyuluh untuk melakukan pendekatan-pendekatan kepada petani.
  7. Tempat Penyuluhan Pertanian. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh petani untuk melangsungkan kegiatan penyuluhan.

2.5 Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Pertanian

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian adalah:
  1.     Apa yang harus dilakukan, apa yang akan kita lakukan pada kegiatan penyuluhan terhadap petani misalnya, menyebarkan informasi pertanian yang bermanfaat.
  2.     Dimana penyuluhan pertanian dilakukan, kegiatan penyuluhan semestinya dilakukan ditempat keluarga tani itu berada,misalnya tempat penjualan saprodi, rumah PPL, masjid, gereja, balai desa, tempat perkumpulan keluarga tani (PKK, kelompok tani, dll).
  3.     Bilamana kegiatan penyuluhan dilakukan, waktu yang dipilih untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan harus sesuai dengan keperluan dan kondisi sasaran.
  4.     Oleh siapa kegiatan penyuluhan dilakukan, penyuluhan dilakukan oleh seorang penyuluh pertanian yang prefesional baik PNS, swadaya, atau sukarelawan
  5.     Bagaimana kegiatan penyuluhan pertanian dilakukan, agar kegiatan penyuluhan memperoleh hasil yang maksimal maka harus memenuhi syarat sesuai keadaan sasaran, cukup dalam jumlah dan mutu, tepat mengenai sasaran dan waktunya, amanat harus diterima dan dimengerti, murah pembiayaan.
 


BAB III

PEMBAHASAN


1.1       Profil Desa Cikandang

Desa Cikandang merupakan desa pokok yang telah mengalami dua kali pemekaran wilayah, yaitu Desa Simpang dan Desa Margamulya. Desa Cikandang termasuk kedalam wilayah dataran tinggi dengan ketinggian wilayah 1310 meter dari atas permukaan laut dengan suhu udara19 - 26°C sehingga cocok untuk wilayah pertanian, perkebunan dan peternakan. Berikut ini adalah profil desa Cikandang:
A.  Visi dan Misi
Visi : Menuju Masyarakat Adil, Makmur, Mandiri dan Berbudaya.
Misi :
1.      Meningkatkan Sarana dan prasarana Pemerintahan, Pendidikan, Olah Raga,Kesehatan dan Seni Budaya
2.      Membangun Fasilitas Umum Sebagai Penunjang Kegiatan Masyarakat
3.      Memajukan Perekonomian Masyarakat Desa
4.      Menggali Potensi Budaya Daerah Sebagai Kepribadian Rakyat

B.  Luas dan Batas Wilayah
Luas Desa Cikandang adalah 3061,884 Ha
·         Luas Desa                                       :    1622,488 Ha
·         Luas Perhutani
Blok Mandalagiri                            : 726,800 Ha
Blok Tilugeder                                : 230,300 Ha
Luas Perkebunan PTPN VIII         : 482,296 Ha

Batas Wilayah
·         Sebelah utara          : Desa Margamulya
·         Sebelah selatan       : Kecamatan Pamulihan
·         Sebelah barat          : Desa Margamulya
·         Sebelah timur          : Desa Simpang

C.  Jumlah Penduduk
a.       Jumlah Penduduk Keseluruhan: 6055 Jiwa
b.      Jumlah Pendudu berdasarkan Jenis Kelamin:
Laki – Laki: 2995 Jiwa
Perempuan: 3060 Jiwa
c.       Jumlah Kepala Keluarga                             : 1812 KK
d.      Jumlah Usia 0-15 Tahun                             : 2028 Jiwa
e.       Jumlah Usia 15 – 45 Tahun                        : 2706 Jiwa
f.       Jumlah Usia 45 Tahun ke atas                    : 1321 Jiwa
g.       Jumlah Penduduk Buta Huruf                  : 55     Jiwa
h.      Jumlah Penduduk Tidak Tamat SD           : 101   Jiwa
i.        Jumlah Penduduk Cacat / Kelainan Fisik   :  53    Jiwa

D.  Seni Budaya Masyarakat
Dengan keragaman seni dan budaya yang dimiliki, Desa Cikandang dipandang sebagai desa yang kompleks dilihat dari seni dan budayanya. Seni budaya yang dimiliki merupakan seni tradisi turun temurun dari nenek moyang antara lain adalah sbb :
Ø  Seni Terbangan
Merupakan seni musik tradisi perpaduan antara alat musik rebana dan kacapi dengan lirik puji-pujian atau sejarah kasepuhan dinyanyikan dengan bergantian oleh pemusik yang ada.
Ø  Seni  Reog ( Dog-dog )
Seni yang memadukan musik dengan guyonan, dengan alat kendang kecil (kempul) dan goong kecil seni ini condong kearah guyon yang menghibur para penontonnya.
Ø  Seni  Calung
Seni musik sunda dengan menggunakan alat musik dari bambu dengan berbagi karakter suara dimainkan oleh 5 orang personil.
Ø  Seni Karawitan Degung
Seni musik tradisional sunda dengan berbagai alat tradisional khusus karawitan
Ø  Seni  Qosidah/Nasyid/ Tagoni
Seni musik menggunakan rebana dengan mengedepankan misi religi atau hiburan yang berlandasan keagamaan.
Ø  Seni Jaipong
Seni tari tradisional berupa perpaduan antara musik tradisional dengan gerak tubuh yang terpadu, sehingga tercipta keselarasan gerak yang indah.
Ø  Seni Pencak Silat  ( Kendang Pencak )
Seni beladiri yang mengedepankan keindahan gerak dengan jurus-jurus pembelaan diri yang dipadukan dengan alat musik berupa gendang terompet dan gong yang selaras.
Ø  Seni Pidangan Domba Garut
Mengedepankan keterampilan peternak dalam pemeliharaan domba dengan kriteria penilaian dari ketangkasan aduan domba, budaya ini juga merupakan hiburan para petani sebagi pelepas lelah dari kegiatan berkebun selama 2 pekan.

E.   Kegiatan Olah Raga
Kegiatan olah raga masyarakat cukup beragam dan mewakili terutama di bidang Sepak Bola yang telah mencetak atlet-atlet professional, Identifikasi menurut sarana olah raga yang ada adalah sebagai berikut :
Ø OlahRaga Sepak Bola
Memiliki lapangan sepak bola seluas 105x65 M² dengan luas lapang permainan 90x65 M²
Ø Olah Raga Bulu Tangkis
Memiliki GOR 1 unit dengan Luas 21x10 M² dengan luas lapang permainan 12x6 M².
Ø Olah Raga Volley Ball
Memiliki lapangan seluas 22x 13 M² dengan luas lapangan  9x18 M²
Ø Olah Raga Tenis Meja
Memiliki 2 unit meja
Ø Olah Raga Catur
Memiliki papan catur sebanyak 3 unit di kelembagaan sarana olah raga yang ada didukung dengan Sumber Daya Manusia khususnya pemuda yang potensi untuk dikembangkan.

F.   Tempat  Wisata
Wisata   Alam Air Terjun Curug Orok
Objek wisata ini berada di wilayah pangkuan Perkebunan PTPN VIII dan wilayah perhutani Blok Tilugeder yang masuk ke wilayah pemerintahan Desa Cikandang.
Daya tarik dari obyek wisata ini mulai dari pemandangan yang dekelilingi oleh Perkebunan teh dan Hutan serta memiliki air terjun yang tinggi diperindah dengan anak air terjun yang tersusun mengalir melalui sungai Cisaat dan bergabung dengan sungai Cikandang yang bermuara di pantai Cijayana.

1.2       Metode Penyuluhan Pertanian yang Di Desa Cikandang

Sektor pertanian Desa Cikandang terhimpun dalam Pos Penyuluhan Pertanian (POSLUH) dan Gabungan Kelompok Tani  (GAPOKTAN)  ”Bina Taruna Tani“  yang bergerak dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan secara terpadu.
Posluh dan Gapoktan Bina Taruna Tani Membawahi 15 Kelompok Tani dengan kriteria :
  • 10 Kelompok yang bergerak di bidang usaha Tanidengan jumlah anggota keseluruhan 272 Orang dengan lahan garapan 49,63 Ha menyangkut lahan milik dan sewa.
  • 05 Kelompok yang bergerak dalam bidang Peternakan dengan jumlah anggota keseluruhan 112 orang dalam berbagi jenis komoditi ternak.
  • 10 kelompok tani yang bergerak dalam bidang pertanian memiliki ragam komoditi yang terpadu dalam tiap-tiap kelompok
Penyuluhan di Desa Cikandang saat ini dilakukan dengan kunjungan ke rumah warga yang ingin menerapkan inovasi, kunjungan ini bersifat perorangan agar lebih efisien. Selain kunjungan ke rumah warga, Penyuluh juga melakukan kunjungan ke daerah-daerah pertanian yang lebih maju sebagai perbandingan dengan Desa Cikandang.
Konsep penyuluhan pertanian Desa Cikandang yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. 
Adapun media penyuluhan yang digunakan oleh Desa Cikandang yaitu menggunakan kertas terdiri dari bebara macam warna atau biasa di sebut Leaflet. Leaflet berisi persoalan pokok yang ingin mendapat perhatian sasaran dalam penerbitannya bersifat insidential bila diperlukan, misalnya: ajuran, peringatan.

1.3       KOMODITAS UNGGUL DI DESA CIKANDANG

Usaha pertanian yang ada di Desa Cikandang umumnya masih berupa usaha skala kecil dengan modal terbatas dan teknologi sederhana. Penggunaan tenaga kerjanya pun umumnya berupa tenaga kerja keluarga. Sementara akses terhadap kredit, dan pasar sangat rendah.
Wilayah bercocok tanam yang di usahakan masyarakat Desa Cikandang memiliki luas lahan sekitar 2.500 Ha. Beragam produk pertanian yang dihasilkan dengan komoditi utama antara lain; kubis dengan luas panen 190 ha jumlah produksi 6.080 ton/ tahun, wortel dengan luas panen 110 ha jumlah produksi 2.970 ton/ tahun, cabai besar dan cabai rawit dengan luas panen 220 ha total produksi 4.400 ton/ tahun.
Terdapat tanaman kentang yang merupakan komoditi unggulan Kecamatan Cikajang dengan luas panen 340 ha dan jumlah produksi 7.140 ton/ tahun, Paprika dan beragam produk sayuran dan buah-buahan lainnya. Selain itu, produk peternakan yang dihasilkan antara lain; susu sapi segar dan ternak domba adu. (Data UPTD Pertanian Kecamatan Cikajang 2012).
Kajian usaha tersebut antara lain :
   
 
·         Kentang
·         Tomat
·         Wortel
·         Kubis
·         Pecay
·         Cabe Merah
·         Kacang
·         Kopi
·         Jeruk
·         Jamur Tiram
·         Sayuran Eksklusif

 Kelompok Peternakan terdapat beberapa komoditi ternak yang prospektif di wilayah desa Cikandang antara lain :
·         Peternak Domba Garut
·         Petenak Sapi Perah
·         Peternak Sapi Pedaging 
.     Peternak Kelinci



BAB IV

PENUTUP

 


1.1.             KESIMPULAN

Desa Cikandang termasuk kedalam wilayah dataran tinggi dengan ketinggian wilayah 1310 meter dari atas permukaan laut dengan suhu udara 19 - 26°C. Luas Desa Cikandang adalah 3061,884 Ha yang berbatasan langsung dengan Desa Margamulya, Kecamatan Pamulihan, Desa Margamulya, Desa Simpang. Desa Cikandang memiliki berpenduduk sekitar 6055 Jiwa. Di Desa Cikandang ini memiliki banyak seni budaya diantaranya seni calung, seni reog, seni pidangan domba.
Desa cikandang yang berada pada di ketinggian 1310 meter, sangat cocok menerapkan pertanian dan pertenakan. Maka pemilihan metode penyuluhan yang tepat berperan penting dalam kemajuan pertanian di  desa ini. Di desa cikandang ini metode yang digunakan adalah metode penyuluhan individu yang dilakukan dengan kunjungan ke rumah warga apabila mau mengadopsi inovasi, kunjungan ini bersifat perorangan agar lebih efisien. Selain kunjungan ke rumah warga, Penyuluh juga melakukan kunjungan ke daerah-daerah pertanian yang lebih maju sebagai perbandingan dengan Desa Cikandang.
Konsep penyuluhan pertanian Desa Cikandang yaitu Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) adalah pendekatan dan metode yang memungkinkan masyarakat secara bersama-sama menganalisis masalah kehidupan dalam rangka merumuskan perencanaan dan kebijakan secara nyata. 
 

PRODUKSI KOPI PROVINSI BANTEN



PRODUKSI KOPI
PROVINSI BANTEN
Dalam Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya




Di Susun Oleh :
1.      Adisti Maulina           (4441131721)
2.      Aep Saepudin             (4441131341)
3.      Diani Lupitasari        (4441131264)
4.      Fatiyatul Fitriyah      (4441131743)
5.      Oka Gunawan           (4441131780)


JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2015




 
1.      Potensi Kopi di Provinsi Banten

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Konsumen kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Bagi petani, kopi bukan hanya sekedar minuman segar dan berkhasiat, tetapi juga mempunyai arti ekonomi yang cukup penting. Sejak puluhan tahun yang lalu, kopi telah menjadi sumber pendapatan bagi para petani. Tanpa pemeliharaan yang intensif pun, produksi kopi yang dihasilkan cukup lumayan untuk menambah penghasilan. Apalagi bila pemeliharaandan pengolahannya cukup baik, pasti usaha ini mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Kopi merupakan tanaman tahunan yang bisa mencapai umur produktif selama 20 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi diantranya jenis tanaman, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan Pemasaran produk akhir.
Pemerintah Provinsi Banten terus mengembangkan komoditi perkebunan kopi robusta karena cukup menjanjikan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat dan sesuai dengan iklim daerah Banten. Pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten menyalurkan bantuan benih unggul kepada petani agar melakukan peremajaan sehingga produksi kopi meningkat dan memenuhi pasar lokal. Untuk  mendorong petani setempat mengembangkan perkebunan kopi karena permintaan pasar cukup tinggi. Pihaknya menyalurkan bantuan benih unggul kepada petani agar melakukan peremajaan sehingga produksi kopi meningkat dan memenuhi pasar lokal.
Bidang pengolahan dan pemasaran produk kopi  masih menghadapi beberapa permasalahan :
1.      Pertama, rendahnya daya saing produk kopi, baik kopi biji maupun kopi olahan yang disebabkan oleh rendahnya mutu dan tampilan produk, rendahnya tingkat efisiensi produksi dan pemasaran, rendahnya akses pelaku usaha terhadap informasi, lemahnya budaya pemasaran dan kewirausahaan pelaku, serta minimnya  sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran produk kopi.
2.      Ke dua, rendahnya tingkat keberlanjutan usaha-usaha pengolahan dan pemasaran produk kopi yang disebabkan oleh kecilnya skala usaha (tidak mencapai skala ekonomi); masih tersekatnya subsistem produksi usaha tani (on-farm) dengan pengolahan dan pemasaran; belum berorientasi pasar; pemanfaatan teknologi yang kurang ramah lingkungan; kurang profesionalnya sumber daya manusia; serta lemahnya kemitraan dan kelembagaan usaha.
3.      Ke tiga, pembangunan pengolahan dan pemasaran produk kopi belum banyak menyentuh masyarakat bawah, khususnya para petani kecil sehingga hasilnya pun belum banyak dinikmati oleh petani kopi. Belum tercerminnya sifat kerakyatan dalam sistem dan usaha-usaha pengolahan dan pemasaran produk kopi ini disebabkan oleh berbagai kendala seperti: kebijakan makro yang kurang mendukung/berpihak kepada petani kecil; rendahnya akses petani terhadap modal, teknologi dan pasar; mekanisme pasar yang tidak sehat; kesenjangan infrastruktur antara pedesaan dan perkotaan; serta minimnya kelembagaan ekonomi di pedesaan.
Namun demikian, masih terdapat peluang- peluang untuk pengembangan perkopian Indonesia sebagai berikut :
1.      Pertama, permintaan produk-produk kopi dan olahannya masih sangat tinggi, terutama di pasar domestik dengan penduduk yang melebihi 200 juta jiwa merupakan pasar potensial.
2.  Ke Dua, peluang ekspor terbuka terutama bagi negara-negara pengimpor wilayah nontradisional seperti Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Eropa Timur. Walaupun perdagangan ke Timur Tengah masih sering terjadi dispute payment.
3.    Ke tiga, kelimpahan sumberdaya alam dan letak geografis di wilayah tropis merupakan potensi besar bagi pengembangan agribisnis kopi. Produk kopi memiliki sentra produksi on-farm, yang hanya membutuhkan keterpaduan dengan industri pengolahan dan pemasarannya.
4.      Ke empat, permintaan produk kopi olahan baik pangan maupun non pangan cenderung mengalami kenaikan setiap tahun, sebagai akibat peningkatan kesejahteraan pen-duduk, kepraktisan dan perkembangan teknologi hilir.
5.      Ke lima, tersedianya bengkel-bengkel alat dan mesin pertanian di daerah serta tersedianya tenaga kerja. Seperti alat pemecah biji kopi, alat pengupas kulit kopi, dan lantai jemur.
Peluang untuk pengembangan perkopian Indonesia ditunjukkan   oleh profitabilitas yang diperoleh petani kopi secara finansial dan ekonomi. Dengan demikian perkebunan kopi layak untuk diteruskan dan secara ekonomi perkebunan kopi mampu berjalan secara efisien. Selain itu, usaha pengolahan kopi bubuk rakyat sangat dominan menggunakan biaya input domestik. Relatif sedikitnya kandungan input impor dalam biaya produksi pengolahan kopi bubuk maka diharapkan usaha pengolahan kopi akan memiliki daya saing yang kuat di masa mendatang.

Potensi Kopi di Banten

Produksi 2013 (Ton)
2.607
Produksi 2012 (ton)
2.525
Produksi 2011 (ton)
2.239
Produksi 2010 (ton)
2.216
Produksi 2009 (ton)
2.216
Produksi 2008 (ton)
2.645
Sumber Data:
Banten Dalam Angka 2014
Badan Pusat Statistik Provinsi Banten
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha)
5.433


Produksi kopi Provinsi Banten dari tahun 2008 hinnga 2013 mengalami kuantitas yang naik turun, pada tahun 2008 produksi kopi cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun berikutnya yaitu tahun 2009 dan tahun 2010 mengalami penurunan produksi yang sama  sebesar 426 ton, tetapi pada tahun 2011 grafik produksi rmengalami kenaikan sebesar 23 ton. Tahun berikutnya (2012) mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 289 ton dan di tahun berikutnya pun mengalami kenaikan sebesar  82 ton. Penurunan produksi disebabkan oleh kurangnya perawatan perkebuanan kopi rakyat karena rakyat menganggap bertani kopi hanya sebagai kegiatan sampingan dan keadaan cuaca yang tidak baik. Kenaikan produksi kopi diakibatkan oleh peningkatan sarana dan prasarana oleh pemerintah setempat untuk proses produksi kopi.
Berdasarkan data produksi kopi di Banten tercatat 2.607 ton/tahun dengan luas tanam 5.433 hektar. Penyerapan tenaga kerja perkebunan karet mencapai 5.549 kepala keluarga. Dari produksi kopi sebanyak 2.607 ton/tahun tersebar di Kabupaten Lebak 520 ton, Kabupaten Pandeglang 839 ton, Kabupaten Serang 1.214 ton, Kota Cilegon 25 ton dan Kota Serang 8 ton. Saat ini produksi kopi tertinggi adalah Kabupaten Serang, padahal potensi Kabupaten Lebak dan Pandeglang cukup besar.
Pemerintah terus mengimbau petani mengembangkan kopi robusta karena permintaan pasar cukup tinggi baik lokal maupun mancanegara. Saat ini, petani Lebak mulai melirik pengembangan budi daya tanaman kopi robusta. Permintaan kopi di pasaran cukup tinggi dan dapat menjanjikan kesejahteraan petani. Pengembangan kopi ini, sangat memungkinkan dengan areal yang begitu luas di 28 kecamatan.
 Jumlah lahan perkebunan kopi milik masyarakat di Lebak tercatat 1.685 hektar dengan produksi 520 ton/tahun belum menjadikan andalan ekonomi petani. Sebab petani Lebak menganggap perkebunan kopi hanya dijadikan usaha sampingan dan belum mengarah ke arah bisnis. Karena itu, pemerintah diharapkan lebih mengajak masyarakat agar mengembangkan tanaman kopi robusta karena harga di pasaran cukup tinggi.
Saat ini harga biji kopi kering di pasar lokal antara Rp. 15 ribu sampai Rp. 20 ribu per kilogram. Selain dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan adalah harga jual produk akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi dari jenis lainnya. Namun robusta memiliki produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi

2.      Sistem agribisnis

Ø  Budidaya Kopi

·         Pemilihan jenis dan varietas

Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Untuk lebih detailnya silahkan baca mengenal jenis-jenis kopi budidaya.
Memilih jenis tanaman untuk budidaya kopi, harus disesuaikan dengan tempat atau lokasi lahan. Lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Untuk daerah Banten kopi yang dibudidayakan yaitu jenis kopi robusta.

·         Pemilihan jenis dan varietas

Tanaman kopi sangat banyak jenisnya, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Untuk lebih detailnya silahkan baca mengenal jenis-jenis kopi budidaya.
Selain dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan adalah harga jual produk akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi dari jenis lainnya. Namun robusta memiliki produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi.

·         Penyiapan bibit budidaya kopi

Setelah memutuskan budidaya kopi yang cocok, langkah selanjutnya adalah mencari bibit yang unggul, menyiapkan lahan dan pohon peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi bisa ditanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit terpercaya. Sementara itu, pohon peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan. Untuk budidaya kopi robusta sumber tanaman yang digunakan dalah klon. Contohnya klon BP 42 atau BP 358. Perbanyakan bibit pohon kopi bisa didapatkan dengan teknik generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dari biji biasanya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan kopi robusta lebih sering menggunakan perbanyakan vegetatif dengan setek. Masing-masing metode perbanyakan bibit mempunyai keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri.

·         Penyiapan lahan dan pohon peneduh

Tanaman kopi termasuk tumbuhan yang menghendaki intensitas cahaya mataheri tidak penuh. Jenis pohon peneduh yang sering digunakan dalam budidaya kopi adalah dadap, lamtoro dan sengon. Pilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya bisa menjadi sumber pupuk hijau. Pohon pelindung jenis sengon harus ditanam 4 tahun sebelum budidaya kopi. Sedangkan jenis lamtoro bisa lebih cepat, sekitar 2 tahun sebelumnya. Tindakan yang diperlukan untuk merawat pohon pelindung adalah pemangkasan daun dan penjarangan.

·         Penanaman bibit kopi

Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan adalah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.
Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. Dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas, kemudian masukkan ke lubang tanam.
Kini bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang terdapat pada bibit hingga tersisa ⅓ bagian untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi dari polybag, kemudian gali sedikit lubang tanam yang telah dipersiapkan. Kedalaman galian menyesuaikan dengan panjang akar. Bagi bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman berdiri kokoh, bila diperlukan beri ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh.

Tuesday, 8 September 2015

Jenuh versiku

maaf ku jenuh padamu.. telah ku pendam tertahan di bibirku..

lirik dari lagu glend fredy tersebutlah yang dapat mewakili saat ini.
hahaha mungkin dari lirik itu kalian dapat mengira seorang dania yang sedang jenuh dalam hubungan percintaan.
jika kalian berfikiran seperti itu. jawaban kalian kurang tepat.


jenuhku, lelahku bukan karena cinta.
aku hidup tapi bagai tak hidup.
yang ku jalani begitu flat, tanpa kehangatan.

begitu naif kah kita,
yang selalu mencanangkan kekeluargaan, kebersamaan.
namun pada kenyataannya..
semua sibuk dengan tupoksinya masing-masing.
hingga yang selalu kita canangkan tersebut tidak dapat dirasakan.

jika di ibaratkan..
bagai malam hari di puncak gunung, tanpa api unggun..

bagiku yang tak sanggup akan dingginnya angin malam.
ini bukan tempatku.

namun..
aku ada disini..
tetap disini..
karena sebuah bentuk tanggung jawab atas kepercayaan mereka terhadapku.
tak masalah jika mereka membutuhkan tenagaku..

tapi..

cukup kalian porsir kerjaku, tenagaku hingga kekebalanku melemah.
tolong jangan kalian porsir waktuku.

ijinkan aku membagi waktu ditempat lain.
hidupku hanya satu kali dan tak dapat di ulang.
aku hanya ingin menikmati semua dengan baik menurut versiku.


nb: terimakasih yang telah menyadarkan ku betapa bahagianya ketika kita bersama dalam kehangatan.

Tuesday, 11 August 2015

Essay Penerimaan Beasiswa Karya Salemba Empat.



YAKINKAN DIRI, KAMU TAK SALAH JURUSAN.!
Semua berawal dari akhir masa SMA, dimana banyak alumni yang datang ke sekolah untuk mempromosikan Universitas. Pada saat itu saya tertarik dengan mahasiswa IPB yang datang ke sekolah kami dan membawa sebuah boneka tanah tumbuh rambut seperti rumput dikepalanya. Salah satu dari mereka bilang “pertanian itu tidak hanya disawah, tetapi bisa jadi wirausaha dengan menciptakan produk yang belum pernah ada dan peluang masuk pertanian juga sangat besar, dengan jumlah penerimaan sekitar 50% untuk jalur snmptn dan sisanya untuk smbptn dan mandiri.”. Ucapan mereka sangat meyakinkan, membuat saya secara diam-diam menelusuri tentang pertanian mulai dari jurusan, peluang masuknya, dan univ mana saja yang ada pertaniannya.  Hingga akhirnya sayapun berkonsultasi dengan orangtua tentang jurusan yang akan saya pilih. Memang pada awalnya mereka sempat tidak mengijinkan karena mereka tahu cita-cita saya sejak kecil adalah menjadi seorang guru matematika. Dengan sedikit rayuan dan perjanjian bahwa untuk jalur snmptn saya yang menentukan jurusan dan univeristas apa yang saya inginkan, tetapi jika jalur Snmptn tidak lulus maka saya harus mengikuti kemauan orang tua dijalur Sbmptn. Perjanjian tidak tertulis disepakati oleh kedua orangtua saya, pada jalur Snmptn saya memilihi Manajemen Hutan IPB dan Kehutanan UGM, alasannya kedua jurusan tersebut masih jarang peminat pada saat itu dan passing gradenya tidak terlalu tinggi, selain itu tidak banyak manusia yang ingin mendalami tentang hutan. Padahal hutan adalah salah satu tempat penghasil oksigen terbesar, yang kaya akan keanekaraman flora dan fauna.
Saat pengumuman Snmptn, saya menangis karena tidak lulus di dua perguruan tinggi di tersebut, itu berarti saya harus mengikuti keinginan kedua orang tua saya untuk memilih Universitas Negri yang mereka inginkan, yaitu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Namun mereka masih memberikan kebebasan kepada saya untuk memilih jurusan yang saya inginkan. Kali ini saya mencoba memilih jurusan Agribisnis, Teknik sipil dan PGSD dari ketiga pilihan jurusan tersebut, jurusan yang paling saya inginkan adalah Agribisnis. Karena menurut sumber informasi, Agribisnis itu mempelajari tentang berwirausaha dalam dunia pertanian, hal tersebut yang membuat Agribisnis diurutan pertama diantara jurusan lain. Sedangkan teknik sipil itu keinginan ibu, dia ingin saya nantinya bekerja di Pemerintahan dan PGSD adalah keinginan papah, dia bilang itu cita-cita kamu waktu kecil. Pada saat pengumuman Sbmptn saya sempat tidak mau melihatnya karena takut tidak lulus lagi, namun orangtua memaksa untuk segera melihatnya. Ketika tulisan “selamat anda keterima di Agribisnis Untirta”, saya beryukur Alhamdulillah karena keterima di jurusan yang di inginkan.
Namun pada awal perkuliahan, sebagian besar teman-teman bilang bahwa mereka salah masuk jurusan, mungkin mereka memasukan Agribisnis UNTIRTA sebagai pilihan terakhir sehingga mereka bilang seperti itu, lalu bagaimana dengan saya yang memilih Agribisnis UNTIRTA dipilihan pertama?. Jujur saya menjadi ragu dengan pilihan saya ini, karena pelajaran yang akan saya pelajari lebih membahas tentang “Ekonomi-Sosial” sedangkan ketika di SMA saya mendalami “IPA” sangat bertolak belakang. Mencoba memahami setiap pelajaran dan keyakinan yang diberikan oleh para kakak tingkat bahwasannya kita tidak salah jurusan. Satu kejadian membuat saya sadar bahwa saya tidak salah jurusan yaitu ketika latihan manajemen kepemimpinan dalam suasana dini hari dan ditemani sebuah lilin, saya ditanya “bagaimana kondisi pertanian di sekitar tempat tinggalmu, apa yang sudah kamu lakukan, dan apakah kamu mau diam saja melihat pertanian seperti itu?”. Sebuah pertanyaan yang mengiris hati. Banyak lahan pertanian yang dialih fungsi lahan menjadi perumahan atau ruko-ruko. Saat ini saya hanya menjadi penonton tergerusnya lahan-lahan tersebut tetapi saya janji akan mengumpulkan uang untuk membeli sawah. Janji kepada Tuhan, teman-teman dan Kaka tingkat yang meyakinkan saya bahwa saya tidak salah masuk jurusan, karena pertanian butuh pergerakan kita untuk bisa bertahan dan kita butuh pertanian untuk hidup.
Setelah saya yakin akan terhadap jurusan yang saya pilih, sekarang saya aktif mengikuti beberapa organisasi, namun saya sadar dukungan finansial dari orang tua tidak akan bisa seterusnya mendukung pendidikan dan kegiatan saya. Diusia ayah sudah menginjak kepala 6, seharusnya beliau sudah pensiun, menikmati masa tuanya di rumah. Namun beliau memilih untuk menambah masa kerjanya untuk membiayai ketiga anaknya. Disamping itu, Ibu sudah lama bekerja untuk membantu ayah. Mereka berdua berangkat pagi dan pulang sore, terkadang mereka tak sempat sarapan. Dengan aktifitas seperti itu setiap hari, kini kondisi fisik mereka mulai melemah, ketika pulang kerja mereka langsung tiduran di depan tv kemudian meminta pijit kepada anak-anaknya. Mereka bekerja keras agar dapat membiayai ketiga anaknya secara adil, maka uang saku kamipun disamaratakan walaupun saya memiliki kegiatan yang lebih banyak dari dua saudara saya. Sisa pendapatan mereka tiap bulan dikumpulkan untuk biaya semesteran yang berjumlah sekitar 7-8juta. Oleh karena itu, saya ingin mendapat beasiswa ini, saya ingin kuliah tanpa membebani orang tua. Perih rasanya saat mengetahui tentang berapa jumlah yang telah mereka keluarkan untuk ketiga anaknya. Mulai sekarang saya ingin membatu mereka, setidaknya saya telah melepaskan satu beban yang mereka tanggung jika saya memperoleh beasiswa ini.
Dan ketika saya telah menjadi sarjana Agribisnis, kedua orang tua saya sangat berharap agar saya bekerja di Dinas pertanian, atau setidaknya menjadi Guru yang mengajarkan tentang alam. Semoga dengan mewujudkannya, saya akan mampu membahagiakan kedua orang tua saya dan saya bekerja sambil menabung mengumpulkan modal, untuk berwirausaha di sektor agribisnis dimana kelak saya akan menciptakan lapangan kerja. Untuk mencapai semua itu saya harus bisa menjadi anak muda yang pekerja keras, fokusnya kuat, bukan yang sulit memulai tapi yang tidak bisa berhenti mencoba, tetap belajar dengan rajin walau sedang malas, dan bersabar disertai doa yang tulus kepada Tuhan.

Saturday, 13 June 2015

surat untuk semua stasiun televisi

Kepada semua stasiun televisi..
Yang terhormat..
Ijinkan saya memberi kritik dan sarannya..

Tentang acara pertandingan tinju yang selalu ditayangkan secara langsung..
Beberapa pertanyaan saya ajukan kepada anda..

Apa itu sebuah keuntungan penayangan bagi kalian?
Mungkin kebanyakan dari stasiun televisi menjawab 'iya itu keuntungan' karena akan mendapatkan ranting penanyangan tertinggi.

Namun apakah anda tidak berpikir siapa saja yang menyaksikan acara tersebut?

Mungkin anda mentargetkan program ini akan disaksikan hanya untuk orang desawa.

Kenyataannya..
Banyak anak di bawah umur, dengan kondisi labil menyaksikan tayangan ini. Tanpa bimbingan orang tua, atau orang tua yang pengemar tinju pun mengajak anaknya untuk menyaksikan ini..

Menyaksikan adu kekuatan otot, adu ketangkasan, adu pukulan.

Bukankah segala tindakan tidak baik, tidak boleh ditayangkan di televisi? Karena akan menjadi percontohan yang tidak baik?. Dan seharusnya film seperti ini di sensor?

Ketika orang tua berkata pada anaknya bahwa 'hal seperti ini tidak boleh di tiru'. Hal itu tidak menyamin kalau sang anak dibawah umur tak akan meniru. Apalagi remaja labil, yang ketika saat itu dirinya tak berfikiran untuk melakukan hal seperti itu, namun apabila ia sedang bertengkar 'bisa saja ia mengunakan hal seperti itu'.
Tak ada yang mengajarkan, hanya ilustrasi dari sebuah penanyangan di televisi lah yang mengajarkannya.

***
Setiap adik saya menonton tinju, dia selalu mempraktekan bagaimana sang petinju itu memukul lawannya. Hingga lawannya tak berkutik.
Adik saya masih duduk dibangkus sekolah pertama, namun dengan perawakan besar hingga terlihat seperti sudah dewasa. Bahkan jika kami lagi akur dan pergi berdua.
 Kami, tidak selalu akur bahkan lebih sering bertengkar. Pertengakaran selalu berawal dari adu mulut yang saya mulai. Namun dia malah membalas menggunakan kekerasan..
Badan saya yang lebih kecil dan tenaga yang sedikit.. mengakibatkan saya selalu tak bisa melawan.
Tak jarang pertengkaran tersebut meninggalkan bekas lebab biru atau merah. Mungkin itu yang terlihat dari fisik.

Terkadang sering merasa ada yang aneh seperti kesemutan sama telapak kaki bekas di injak atau dipelintir, atau tangan dan kaki yang terasa bengkok tulangnya *lebai?, itu yang saya rasakan.*

Peran seorang kakak perempuan pun apabila ingin memisahkan kami bertengar sering menjadi sasaran pukulan, atau malah balik melawan dan bertengakar kepada dia.

Dan peran orang tua tidak luput disini..
Mereka mencoba memisahkan kami, memberi tahu namun emosi adik saya semakin menjadi. tak jarang pukulan atau lemparan benda-benda di sekeliling mereka pun menjadi saksi. Betapa buruk sikap adik saya.

Dari peristiwa inilah saya semakin minta kepada pihak stasiun televisi untuk menayangkan dengan pembelajaran yang baik.
Sebelum semakin banyaknya masyarakat menggunakan kekerasan dan menjadi korban.
Salam hormat..
Terimakasih.

Tuesday, 2 June 2015

ketika pikiran diajak ke jaman purba..

Ketika pikiran di ajak ke jaman dahulu (dibaca jaman purba)
Saya merasa betapa hebatnya mereka yang bisa membangun keajaiban dunia seperti candi borobudur atau pun piramid mesir..

Dengan keadaan yang masih menggunakan peralatan sederhana namun bisa membuat bangunan sedemikian rupa kokohnya..

Atau rancangan arsisteknya yang luar biasa cantiknya..

bagaimana bisa itu dilakukan pada jaman dahulu???

***
"Pah, kok bisa yah mereka bikin itu?"
Bertanya kepada papah yang lebih senior hidup di dunia. Ini lagi nonton berita tentang bangunan purba..

"Dulu alam gaib masih ada dan masih kuat.. jadi mereka meminta bantuan kepada makhluk gaib" jawab papah santai.

Langsung ingat cerita gunung tangkuban perahu..
Itu cerita meminta bantuan kepada jin untuk membuat perahu..
Iya sih cerita itu ga masuk akal, tapi kalo dikaitkan dengan perkataan papah bisa jadi benar.


saya terdiam, dengan pikiran menerawang kebelakang..

Ada yang tau istilah pamali??

Misal mamah sering cerita..
Awas pamali jangan main petak umpet malam-malam dipohon bambu nanti diumpetin makhluk halus.
Nahh itu memang bener di umpetin makhluk halus, kadang ada yang di kembaliin lagi atau malah ilang gitu aja..

Makanya dahulu banyak sekali pantangannya..
Sekalinya pamali, tetep pamali yang ga boleh dilaksanain, karena pintu antara dunia dan alam gaib masih kebuka..

Berbeda dengan saat ini..
Pamali engga terlalu di hiraukan..

Apa yang dipamalikan pada jaman dahulu mungkin hari ini tidak akan terjadi.